Home » Umum » Ekbis » 12 Tahun Hadir, Adiluhung Mampu Bertahan Dalam Perekonomian Yang Kurang Bersahabat
Suasana Tasyakkuran ke-12 PT Adiluhung Saranasegara Indonesia yang digekar di Socah Bangkalan, Madura, Jum'at (13/9/2019).

12 Tahun Hadir, Adiluhung Mampu Bertahan Dalam Perekonomian Yang Kurang Bersahabat

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

BUTUHKAN KEBIJAKAN DARI PEMERINTAH UNTUK TETAP EKSIS

BANGKALAN – PT Adiluhung Saranasegara Indonesia (ASSI) mampu bertahan ditengah keterpurukan industri maritim akibat perekonomian Indonesia yang dirasakan penggiat galangan kapal kurang bersahabat bahkan dapat mengancam keberlangsungannya .

Diusianya yang ke-12 (dua belas), PT ASSI mamampu melewati masa-masa kritis bagi industri maritim yang tak jarang harus mengorbankan para pekerja karena minimnya pekerjaan pembangunan kapal baru, dan ditambah lagi kebijakan pemerintah dirasakan kurang berpihak kepada dunia galangan. Hal itu diungkapkan Penasehat PT ASSI yang sekaligus sebagai Anggota Komisi V DPR RI, Ir. Bambang Haryo Soekartono yang mengatakan, sekarang ini perusahaan galangan lagi terpuruk karena perekonomian mengalami penurunan secara drastis yang mengakibatkan daya beli masyarakat menurun yang berdampak pada transportasi laut.

“Harusnya industri galangan itu padat karya, padat modal, dan padat teknologi sehingga membutuhkan perhatian serius dari pemerintah jika tidak begitu mati maka akan sulit untuk bangkit lagi,” ujarnya disela Tasyakkuran ke-12 tahun PT Adiluhung Saranasegara Indonesia, Jum’at (13/9/2019).

Bambang Haryo bersama Anita Puji Utami saat memberi penghargaan bagi karyawan purna.

Menurut Bambang, sebagai negara maritim, sudah seharusnyalah dorongan bagi industri maritim atau galangan kapal termasuk juga pelayaran harus dikuati antara lain insentif perpajakan, insentif untuk bunga Bank, insentif sewa lahan yang ada di pelabuhan, dan sebagainya yang sangat mahal serta alur-alur di area galangan yang tidak dilakukan pendalaman sehingga docking tersebut kurang bisa beroperasi dengan baik.

“Perhatian semacam itu dirasakan sangat kurang dari pemerintah khususnya oleh menko Maritimkarena sektor maritim ini adalah ujung tombak daripada NKRI kita. Tanpa industri maritim maka pelayaran tidak akan mampu mendukung arus penyebaran logistik maupun orang di tanah air dengan baik,” jelasnya.

Pemerintah harus bisa menjamin, lanjut Bambang, dengan mendorong perusahaan galangan bisa tetap eksis mengingat pekerjaan itu padat karya bahkan padat investasi melalui pemberian pembangunan kapal-kapal negara seperti untuk jajaran Ditjen Hubla, Polair, Basarnas, Bea Cukai, maupun yang lain atau kapal penumpang sebagai penunjang program Tol Laut seperti jargon pemerintah Presiden Joko Widodo bahwa Indonesia adalah poros Maritim Dunia.

“Pembangunan kapal-kapal yang dibawah pengendalian pemerintah harus dibangun di dalam negeri, bahkan bagi swsta yang mampu juga bisa membangun dengan dukungan kebijakan,

Ditambah lagi kebijakan perijinan yang lebih mudah ddengan biaya yang lebih murah akan membantu industri maritim tetap bisa hidup. Bayangkan kalau anggaran untuk SDM sekitar 500 triliun lebih disisihkan 1 (satu) triliun untuk diberikan kepada industri maritim melalui insentif yang dibutuhkam tentu akan sangat menolong.

“Dengan penyisian anggaran itu sudah bisa menjamin Welder perusahaan galangan tidak beralih mencari pekerjaan lain sebagai Ojek Online. Karena jika suatu saat perekonomian membaik maka mereka akan bisa eksis lagi sebab sayang keahlian mereka jika tida digunakan bisa luntur dan butuh waktu lagi untuk memulihkannya,”

Ditempat yang dsama, Direktur Utama PT.Adhiluhung Saranasegara Indonesia, Anita Puji Utami, ST mengaku,  bersyukur hingga usia 12 tahun ini masih bisa merasakan nikmat yang diberikan Alloh SWT ditengah menghadapi masa berat yang tidak hanya disakan pihaknya, akan tetapi hal itu dialami seluruh perusahaan galangan hyang ada di Nusantara.

PT Adhiluhung juga telah berperan banyak di dalam menunjang transportasi dan logistik nasional seperti pembangunan kapal-kapal baru milik pemerintah yang merupakan program Tol Laut. Kedepan, Anita berharap pemerintah tetap mempunyai program pembangunan kapal seperti kapal Patroli, kapal Keruk dan lain-lain guna mendorong perusahaan pelayaran kapal dapat membangun kapal di dalam negeri.

“Kami mengusulkan, pemerintah untuk memberikan intensif bagi pelayaran yang membangun kapal di dalam negeri. Perlu kami sampaikan bahwa dengan lesunya industri galangan kapal ini banyak welder yang beralih ke Gojek , sehingga investasi sumber daya manusia (SDM) yang cukup besar dilakukan perusahaan menjadi sia-sia,” ungkap Anita.

Namun, Anita menegaskan, bersama manajemen yang dipimpinnya tak hanya mau terima dengan keadaan untuk membuat semua SDM yang dimilikinya tetap bisa bekerja demi keluarganya. Selain reparasi dan bangun kapal baru, PT ASSI juga mengembangkan usaha dibidang rekayasa Enginering serta di dunia pengeboran minyak.

“Pada tahun 2018 lalu dapat kepercayaan pengerjaan Coal Bunker Project PLN dubawah pengawasan Mitsui Jepang,” katanya.

Sedang, ditahun 2019 ini pihaknya diberi kepercayaan membangun kapal Ferry 68 meter oleh PT Dharma Lautan Utama meski selama ini perusahaan pelayaran itu mempercayakan Adhiluhung hanya sebagai pusat Maitenance Facility guna mendukung kelancaran oprasional armada kapalnya

“Alhamdulillah, kami juga dapat pesanan kapal ferry 1100 GT dari pemerintah daerah Aceh

Anita juga mengingatkan, pihaknya bisa mendapatkan kepercayaan dari para pelangannya dengan satu visi PT. Adhiluhung yang diungkapkan bahwa “Kami berkarya berkesinambungan melebihi harapan pemangku kepentingan dan menjadi simbol bagi produk dan jassa teknik kelautan terbaik dari Indonesia dan menang bersaing melalui teknologi dan pengetahuan kelautan mutakhir”. (RG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak Terima ISO 9001:2015 Dari Lloy’d Register LRQA

Share this...FacebookTwitterSURABAYA – Otoritas Pelabuhan ...