Home » Utama » Transportasi » Bandar » Tuding BJTI Tak Peka Pebisnis Lokal Pelayaran Wadul INSA

Tuding BJTI Tak Peka Pebisnis Lokal Pelayaran Wadul INSA

SURABAYA – Kebijakan tentang full stack yang diberlakukan BJTI Port pertanggal 1 Februari 2018 lalu membuat masyarakat pelayaran sangat keberatan. Pasalnya, 30 samapai 40 persen karakteristik pelaku usaha itu masih terbangun dengan cara menumpuk barangnya di depo sehingga hal itu tidak bisa dihindarkan oleh perusahaan pelayaran.

“Pelayaran menganggap bahwa BJTI Port tak tanggap apa yang sebenarnya terjadi dilapangan dengan pukul rata berlakukan hal itu, karena lokal dengan Internasional berbeda,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Cabang Indonesian National Shipowners’ Association (DPC INSA) Surabaya, Stenvens H Lesawengan, Kamis (8/3/2018).

Menurut Stenvens, para pelayaran merasa keberatan dengan diberlakukan wajib full stack di area BJTI Port mengingat para pelanggan yang mayoritas pebisnis lokal mempunyai karakteristik terbangun dalam konstruksi menumpuk barangnya di depo dimana hal itu sudah bertahun-tahun dilakukan mengingat barang-barang yang akan di kapalkan mereka (pengguna jasa.red) didapat dengan cara membelinya secara eceran dari banyak tempat.

“Rata-rata kontainer itu dipenuhi saat di depo mengingat pemilik barang beli retail bukan pabrikan sehingga pelayaran perlu mengkomunikasikan secara organisasi,” Jelasnya.

Stenven mengaku sebelum para pelayaran melakukan pertemuan, Dia sudah pernah mengkomunikasikan masalah itu namun sepenuhnya belum dipahami. Sebenarnya inti dari permasalahan, agar BJTI itu bisa melihat dan membedakan mana kontainer pabrikan dan mana kontainer yang diisi secara eceran.

Demikian juga, Stenvens mengaku sudah berkomunikasi dengan Dirut Pelindo III guna mencari jalan keluarnya yang direspon positif.

Dirut Pelindo III menganggap perlu dicarikan win win solution, untuk itu kita akan coba bicarakan kembali. Jika juga tidak ada hasil maka INSA akan mengambil sikap,” pungkasnya.

Sebelumnya, persoalan stack 100 persen itu juga telah disikapi Kadin Jawa Timur dimana juga menyesalkan kebijakan yang dikeluarkan BJTI Port yang dianggap sepihak. (RG)

About Rudie Arijanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Jelang Lebaran Bongkaran Batu Bara Di Gresik Lancar

KSOP GRESIK URAI ANTRIAN TONGKANG BATU BARA  GRESIK – Derasnya arus barang curah kering khususnya ...