Home » Utama » Ekbis » AWAS!.. Calon Penumpang Kereta Waspadai Petugas Loket ‘ Longor ‘
Tiket calon penumpang yang sudah di rescedule.

AWAS!.. Calon Penumpang Kereta Waspadai Petugas Loket ‘ Longor ‘

SURABAYA – Bermaksud akan berkunjung atas berita duka salah satu keluarganya di Jawa Tengah, salah satu wartawan titikomapost terpaksa terhenti langkahnya menaiki kereta Ranggajati pada hari, Jum’at (30/3/2018). Pasalnya, tiket yang dipesannya melalui loket Stasiun Gubeng salah cetak 30 April 2018 sehingga tak bisa dilakukan pencetakan di mesin tiket yang ada di stasiun.

Kejadian itu berawal, pada hari Rabu (28/3/2018) Rudie mengunjungi salah satu loket di Stasiun Gubeng untuk melakukan pemesanan untuk pemberangkatan hari, Jum’at (30/3/2018) dengan mengambil nomor antrian. Berbekal KTP serta formulir pengajuaan pemesanan tiket disampaikanlah maksudnya kepada petugas loket yang saat itu dijaga seorang petugas laki-laki dan tak berselang lama tercetaklah tiket.

“Waktu itu tanpa diperiksa karena senang masih dapat tiket bisa berangkat untuk menghadiri kedukaan salah satu keluarga,” terang Rudie.

Namun, setelah pada hari (H)nya, saat akan mencetak tiket pada mesin tiket tidak bisa diproses dikarenakan pada tanggal keberangkatan tiket tertera berangkat tanggal 30 April 2018 sehingga dia pun harus merescedule pada hari Sabtu 31 Maret 2018 dengan dibantu petugas CS dan dikenakan biaya penambahan Rp. 60 ribu untuk kereta yang sama.

“Longor (jawa.red) jadinya ngak karuan, sudah jauh-jauh harus bolak-balik,” grutunya.

Sementara itu, Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) daerah Operasi 8 Surabaya, Gatut Sutyatmoko yang ditemui di ST Gubeng sesaat setelah lakukan siaran pers dengan salah satu TV swasta mengatakan, coba kita cek dulu diarsip pemesanan yang ada diloket untuk memastikan pemesanannya.

“Kalau memang itu kesalahan petugas maka akan kami pertanggungjawabkan,” ujarnya sambil ngobrol dengan salah satu petugas yang keluar dari ruang loket, Jum’at (30/3/2018) sembari mengarahkan rudie duduk di ruang tunggu penumpang dibelakang pintu masuk.

Kemudian, salah satu petugas yang tidak diketahui namanya berjenis wanita segera dengan menggunakan kamera phonenya mengambil gambar tiket yang sudah di resedule itu alih-alih untuk dilakukan pengecekan. Setelah beberapa saat, petugas itu pun keluar menghampiri rudie dan bertanya perihal tiket yang sudah di rescedule tersebut.

“Pak.. sembari kita cari berkas pemesanannya, bagaimana kalau biaya penambahan tiket yang sebesar Rp. 60 ribu kita ganti,” kata petugas perempuan berbaju putih yang dibalut rompi hitam.

Petugas itupun berjanji tetap akan melakukan penelusuran seraya sambil menyampaikan uang potongan yang terlanjur dikenakan pada calon penumpang yang gagal berangkat diduga karena kecerobohan petugas loket.

Biar itu urusan internal kami,” imbuhnya.

Dengan kejadian itu, jadi sebuah pelajaran bagi calon penumpang untuk tidak begitu saja percaya pada petugas loket karena jika salah mengimput maka fatal akibatnya. Lakukan pengecekan data tiket yang didapat guna memastikan sesuai dengan yang kita inginkan.

Cuma sayang kebijakan dari pihak kereta api terkesan tidak mau rugi dengan memberi solusi yang mengenakkan calon penumpangnya. (red)

About Rudie Arijanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Maspion Group Dukung Program Pipa Balongan Pertamina

GRESIK – Maspion Group ikut mendukung dan mensukseskan Program Kemandirian Energy yang menjadi bagian dari Proyek ...