Home » Utama » Tim Khusus Berjibaku Atasi Tumpahan Minyak Di Semayang
Pemasabg oil boom diarea tumpahan minyak sebagai tindakan lokalisir guna dilakukan penyedotan.

Tim Khusus Berjibaku Atasi Tumpahan Minyak Di Semayang

BALIKPAPAN – Tercemarnya perairan Semayang akibat terjadinya tumpahan minyak pada hari Sabtu lalu segera mendapatkan penanganan khusus oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dengan membentuk Posko Koordinasi Penanggulangan Pencemaran Minyak di Terminal Umum Semayang Balikpapan dengan Mission Commander Tier 1. Hal itu diungkapkan Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Capt. Rudiana saat melakukan tinjauan langsung ke lokasi didampingi Kepala KSOP Kelas I Balikpapan dan General Manager PT. Pelindo IV Cabang Balikpapan pada hari ini, Selasa (3/4/2018).
“Saat ini yang terpenting adalah bagaimana seluruh instansi terkait dapat saling berkoodinasi dan berkonsolidasi untuk bahu membahu menanggulangi tumpahan minyak tersebut agar tidak semakin meluas,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Capt. Rudiana, sudah dilakukan pembentukan Posko Koordinasi tersebut yang telah disepakati dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Pencemaran Minyak di Perairan Balikpapan pada Senin (2/4) di Kantor KSOP Kelas I Balikpapan yang dihadiri oleh instansi terkait penanggulangan pencemaran serta stakeholder terkait lainnya.

“Dalam Rapat Koordinasi tersebut juga disimpulkan bahwa hingga saat ini PT. Pertamina Balikpapan, Kementerian ESDM, KNKT, Kementerian Lingkungan Hidup, Kantor KSOP Kelas I Balikpapan dan instansi terkait lainnya belum dapat memastikan sumber dan penyebab tumpahan minyak dan titik api di Teluk Balikpapan tersebut karena proses penyelidikan masih terus berjalan,” jelasnya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Capt. Rudiana (baris ke-3) saat kunjungi pelabuhan melihat langaung tumpahan minyak di pelabuhan Semayang Balikpapan.

Disamping itu, Capt. Rudiana juga meminta kepada masing-masing instansi terkait agar melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok atau barang-barang yang dapat memicu percikan api di perairan Balikpapan.

“Masyarakat juga harus menyadari untuk tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan, misalnya dengan tidak membuang puntung rokok atau barang-barang lain yang dapat memicu percikan api di laut karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi jika kita tidak berhati-hati,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbaandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Balikpapan, Sanggam Marihot mengarakan, pagi ini Rabu (4/4) tim melakukan tugas Clean Up menggerakkan 5 Set/pasang kapal yang akan menggelar 5 Oil Boom di perairan dengan pola kerja 3 set kapal bekerja di sekitar perairan depan Jety Pertamina, PT. Petrosea, Pelabuhan Semayang, Daerah penajam dan sekitarnya sedang 2 set kapal bekerja di sekitar perairan arah Bandara Sepinggan.

“Jumlah Volume yang sudah kita sedot kemarin, Senin, 3 April 2018, adalah : TB. Celebes sejumlah : 220 kl, TB. KITIWAY sejumlah: 110 kl, Vacum Truck disesot  lewat Jety Pertamina sejumlah : 2000 kl,” terangnya.

Sedang, kelima kapal yang lakukan giat tersebut adalah TB Transco Camar – Tb. Patra tunda, 2. TB. Tunda Rahayu – TB. Leo Mariner, 3. Patrol Boat Mandau – Patrol Boat Lokolina, arah ke Bandara ada 2 set: 4. TB. Celebes – Prosper 5, AHTS. Kitiway – TB. Denada.

“Perusahaan dan instansi terkait yang memiliki peralatan penanggulangan pencemaran seperti Oil Boom, Oil Skimmer dan Dispersant Pum Sprayer agar membantu penanggulangan pencemaran tumpahan minyak serta selalu berkoordinasi di posko yang telah disiapkan,” kata Capt. Rudiana.

Namun, terkait dengan kegiatan opersional kapal PT. Pertamina Balikpapan yang akan melakukan loading di dermaga PT. Pertamina,  Capt. Rudiana mengingatkan harus dipastikan.

“Kegiatan loading kapal, kapal yang berlayar dan berlabuh terlaksana dengan baik dan aman,” imbuhnya.

Seperti diketahui, pada hari-H setelah kejadian tumpahan minyak tersebut (31/3), Kantor KSOP Balikpapan langsung mengambil tindakan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengisolasi tumpahan minyak tersebut agar tumpahannya tidak meluas dengan mengerahkan beberapa kapal patroli KPLP, kapal pandu milik PT. Pelindo, serta berbagai peralatan penanggulangan pencemaran yang dimiliki oleh perusahaan dan instansi terkait yang memiliki peralatan tersebut. (RG)

About Rudie Arijanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kuatkan Jiwa Tim Work KSOP Kupang Gelar Family Gathering

KUPANG – Bangun karakter pegawai agar mampu menjawab tantangan di era perubahan saat ini yang ...