Home » Utama » Tersangka Kasus Korupsi PT Dok Surabaya Dilimpahkan Kejari Perak
4 direkai PT DPS tersangka korupsi saat dilimpahkan dari Kekagung ke Kejari Tanjung Perak Surabaya.

Tersangka Kasus Korupsi PT Dok Surabaya Dilimpahkan Kejari Perak

SURABAYA – Berkas tersangka kasus korupsi PT DOK Perkapalan Surabaya (PDS) (Persero) dilakukan pelimpahan dari Kejaksaan Agung ke Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (5/4/2018).

Empat mantan direksi PT DPS tersebut ditahan oleh Kejakgung karena terkait dalam dugaan tindak pidana korupsi proyek pengadaan tangki fiktif yang merugikan negara sebesar Rp. 179 miliar. Keempat penggede perusahaan galangan plat merah itu adalah, Nana Suryana Tahir (64) mantan Direktur Keuangan, I Wayan Yoga Djunaedy mantan Direktur Operasional (51), Muhamad Yahya mantan Direktur Pemasaran(50), M. Firmansyah Arifin mantan Direktur Utama yang ditahan di Lapas Porong dan rencananya keempat tersangka tersebut digelandang ke Cabang Rutan Kelas I Surabaya Kejati Jawa Timur.

“Tersangka FA ini kami jemput di Lapas Porong, dia terpidana kasus gratifikasi yang ditangkap KPK pada kasus pembuatan kapal perang negara Filipina di PT PAL Surabaya,” ujar Kasi Intelijen Kejari Tanjung Perak, Lingga Nuarie saat konfrensi pers, Kamis (5/4/2018).

Sedang sebelumnya, Ke-empat pejabat PT Dok dan Perkapalan tersebut menjalani serangkaian pemeriksaan di Kejari Tanjung Perak Surabaya. Pemeriksaan itu merupakan proses administrasi pelimpahan tahap II dari Penyidik Pidana Khusus Kejagung RI ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejari Tanjung Perak. Tiga tersangka lainnya, yakni Nana Suryana Tahir, I Wayan Yoga Djunaedy dan Muhammad Yahya dibawa dari Kejagung RI.

“Sebelumnya tersangka NST, IWYD dan MY ditahan oleh Penyidik Pidsus Kejagung,” jelas Lingga.

Sementara itu,  terjadinya kasus PT Dok dan Perkapalan Surabaya itu tatkala melakukan subkontrak kepada AE Marine, Pte. Ltd di Singapura dan selanjutnya merekayasa progress fisik (bobot fiktif) pembangunan tangki pendam. Kemudian PT Dok dan Perkapalan Surabaya melakukan transfer sebesar USD3.9 juta kepada AE Marine. Pte, Ltd. Namun, dalam pelaksanaannya, justru tidak ada pekerjaan di lapangan atau di lokasi.

Dana tersebut justru digunakan untuk kekurangan pembayaran pembuatan dua kapal milik Pertamina kepada Zhang Hong, Pte. Ltd yang telah mempunyai anggaran tersendiri. Kontrak antara PT DPS dengan Zhang Hong. Pte, Ltd tidak sesuai dengan ketentuan pengadaan barang/jasa sehingga merugikan PT Dok dan Perkapalan Surabaya.

Dalam kasus ini, ke empat tersangka itu dijerat dengan pasal berlapis, yakni melanggar pasal 2 ayat (1) juncto, pasal 3 Juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 atas perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Juncto pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP. (RG/Dik)

About Rudie Arijanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Siap Berlaga Marpolex 2018 Kapal Navigasi dan PLP Surabaya ‘ On Position ‘

SURABAYA – Kesiapan jelang perhelatan akbar bertaraf Nasional yang akan digelar Marine Polution Exercise (Marpolex ...