Home » Umum » Sosbud » Berdalih Diamini Komite Sekolah Pungkutan Dijalankan SMKN 6 Surabaya
Beberapa wartawan saat ditemui Waka Sekolah Bidang Kesuswaan SMKN 6 Surabaya, Istyowati, Selasa (25/6/2019).

Berdalih Diamini Komite Sekolah Pungkutan Dijalankan SMKN 6 Surabaya

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

SURABAYA – Berdalih diamini Komite Sekolah, SMKN 6 Surabaya lakukan pungutan dengan target mengumpulkan dana sebesar 1 miliar untuk pembangunan Indoor sebagai penunjang kegiatan sekolah. Namun, Bahrun selaku Kepala Sekolah enggan dikonfirmasi wartawan hingga dua kali dan memilih menghindar.

“Pak Bahrun tidak ada di tempat mas, beliau keluar setelah pagi tadi absen,” ujar salah seorang guru yang ditemui wartawan,” Selasa (25/6/2019).

Hal ini, sudah kali kedua wartawan coba berusaha menemui tapi selalu gagal dan terkesan menghindar. Namun, salah satu guru perempuan berjilbab menyarankan bertemu dengan wakil kepala sekolah yang disebutnya bernama Istyowati.

“Dengan Bu is saja mas, coba saya lihat di ruangan. Sebentar ya mas, beliau masih ada tamu,” kata perempuan berjilbab hitam.

Meski agak lama, waka sekolah bidang Kesiswaan, Istyowati pun mau menemui beberapa wartawan yang datang ditemani Singgih Hidayat guru olah raga sekaligus bertibdak sebagai bagian Sarpras SMKN 6 Surabaya yang buka bicara menerangkan kalau pungutan sumbangan wajib sudah disepakati saat digelar rapat pihak sekolah dengan wali siswa.

“Itu (Sumbangan.red) sudah disepakati saat rapat dengan wali siswa melalui Komite sekolah,” terangnya.

Wakasek Kesiswaan SMKN 6 Surabaya, Istyowati saat menunjukkan rencana indoor yang akan di bangun ke pada wartawan.

Namun, setelah ditanggapi dengan lontaran pertanyaan, kalau pungutan apapun dan besarnya berapa pun, tidak ada dalam aturan kependidikan, dia buru-buru menambahkan jika nominal Rp300 ribu tidak mutlak, banyak yang membayar dibawa nominal itu, tidak apa-apa. Termasuk untuk siswa-siswi yang tahun ini lulus, dikatakan tidak diharuskan.

“Tidak harus sebesar itu, ada yang bayar 50 atau 100 ribu. Untuk yang tahun ini lulus, ya tidak harus. Dan, tidak benar itu kalau disebut tidak akan menerima SKL,” dalihnya.

Kami juga tidak memaksa, lanjut Istyowati, tapi di dalam rapat sudah sepakat tidak ada keberatan, tapi ada yang ngusulkan bagi yang tidak mampu seperti apa.

“Bagi yang tidak mampu apalagi melalui jalur kemitraan keluarga ya tidak kita kenakan,” jelasnya.

Singgih kemudian ikut menambahkan, indoor akan dibangun di belakang sekolah dengan rincian biaya mencapai Rp 1 miliar. Dengan luasan areal tanah 28 meter persegi. Tapi saat ditanya, sudah berapa dana yang terkumpul hingga saat ini, kedua wakil sekolah itu berdalih kami tidak tahu sebab ada di bagian keuangan, padahal bulan depan akan mulai direalisasikan. Selain itu ditegaskan bahwa pungutan ini tidak disampaikan melalui edaran.

“Sumbangan itu disampaikan dan disepakati melalui rapat komite sekolah dan bulan Juli 2019 nanti sudah akan direalisasikan,” akunya.

Disamping itu, Istyowati tidak menaamoik tatkala ditanyakan ada sejumlah pembayaran lain bagi siswa sebesar Rp. 2 juta hingga 2.100 ribu untuk kebutuhan pembelian seragam sekolah dan perlengkapannya terdiri dari 9 item.

“Ada juga pembelian yang kami wajibkan kepada siswa senilai 2 jutaan untuk seragam dan kelengkapan lainnya,” imbuhnya.

Hingga berita ini diturunkan, kepala sekolah itu juga belum bisa dikonfirmasi. Termasuk tidak mengangkat handphonenya.

Untuk diketahui, sekolah itu berdiri tahun 1975. Saat ini ada 72 kelas, dengan 7 jurusan dengan jumlah siswa 2400. (Diea/RG)

One comment

  1. Terkait dengan sumbangan wajib seperti yg disebarkan media, pihak SMKN 6 tidak pernah mewajibkan sumbangan tsb, terhadap uang Rp. 300 rb yg menjadi bahan berita media itu merupakan asumsi perkiraan biaya pembangunaan seandainya di bebankan kpd setiap siswa, dan bagi yg tidak mampu juga di bebaskan dari sumbangan.

    Menurut Kepala Sekolah terhadap gambar yg di muat media tsb adalah gambar pada saat rapotan tgl 09 Februari 2019

    Dalam hal ini dimungkinkan terjadi salah pemahaman oleh orang tua wali murid.

    Pihak sekolah akan tetap membangun Indoor tsb krn sarana olahraga di SMKN 6 masih kurang memadai.

    Hingga saat ini belum ada wali murid yg menanyakan kpd pihak sekolah atau pun menghubungi Kepala Sekolah terkait sumbangan tersebut bahkan ada wali murid yg menyumbang Rp 20 rb, ini artinya bahwa tidak ada sumbangan wajib seperti yg telah diberitakan media.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Dorong Masyarakat Pelaut Bersertifikat, KSOP Probolinggo Gadeng Poltekpel Surabaya Gelar Diklat

Share this...FacebookTwitterPROBOLINGGO – KSOP Probolinggo ...