Home » Umum » Politik & Pemerintahan » Bertemu Gubenur KSOP Lembar Bersama Pelindo III Support Kebangkitan NTB
Saat KSOP Lembar, Capt. M. Hermawan bersama Dirut Pelindo III (Persero), Doso Agung dan jajarannya bertemu Gubenur NTB Zulkifliemansyah.

Bertemu Gubenur KSOP Lembar Bersama Pelindo III Support Kebangkitan NTB

LOMBOK – KSOP Kelas III Lembar mendukung penuh percepatan kebangkitan infrastruktur Lombok pasca gempa beberapa waktu lalu dengan menjaga dan memastikan kelancaran pelabuhan Lembar.

“Kami bertemu dengan Gubenur NTB yang baru bersama-sama Dirut Pelindo III, pak Doso Agung dan jajarannya membicarakan membangun dan percepatan untuk kebangkitan,” ujar Kepala KSOP Kelas III Lembar, Capt. Hermawan, MM. MMar di Lombok, Kamis (25/10/2018).

Menurut Hermawan, pihaknya sangat mendukung percepatan pembangunan di NTB khususnya di Lombok pasca gempa yang terjadi beberapa waktu yang lalu agar NTB bisa bangkit kembali baik dari perekonomian maupun pariwisatanya. Untuk itu, sesuai tupoksinya KSOP Lembar memastikan pelayanan jasa kepelabuhanan di Pelabuhan Lembar, sebagai salah satu pintu masuk ke wilayah Lombok dan sekitarnya dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Pada kesempatan itu juga dibicarakan secara bersama-sama langkah-langkah strategis dan komitmen bersama membangun kembali Provinsi NTB khususnya Lombok,” terangnya.

Selain itu, Hermawan mengajak semua masyarakat NTB terutama warga Lombok Utara bangkit kembali dari musibah yang telah meluluh-lantakkan bumi seribu Masjid kni dan jangan menyeeah dengan keadaan saja.

”Mari Lombok Utara bangkit kembali seperti sedia kala. Langkah besar harus diawali dengan langkah pertama, untuk kebaikan bersama,” serunya.

Sebelumnya, Kemenhub telah memberikan bantuan kemanusiaan berupa 50 unit Hunian Transisi menuju Tetap (Huntrap), rumah baca, dan Posyandu di Dusun Karang Pansor Kecamatan Pemenang yang terdiri dari 25 unit huntrap merupakan bantuan dari stakeholder Ditjen Perhubungan Laut dan 25 unit lainnya berasal dari bantuan stakeholder Ditjen Perkeretaapian.

“Kami yakin masyarakat Lombok senang bila infrastruktur bergeliat lagi dan layanan transportasi berjalan lancar,” pungkas Capt. Hermawan.

Senada, CEO Regional Balinusra PT Pelindo III (Persero), I Wayan Eka Saputra mengaku, memang benar kami mendampingi Dirut Pelindo III bersama kepala KSOP Lembar melakukan silaturrahim dengan Gubenur NTB dan juga berbincang-bincang bagaimana kedepan mempercepat pertumbuhan perekonomiaan dengan arus logistik yang lancar dan mudah ke Lombok.

“Intinya pak Dirut ini kan baru jadi ingin berkenalan, dan kami ingin juga berkontribusi untuk pertumbuhan Lombok kedepan, apa yang dapat dilakukan oleh Pelindo III,” tuturnya.

Disamping itu, Pelindo III juga ingin melihat apa yang dapat dilakukan agar perannya lebih kelihatan untuk pemerintah daerah di sisi mana yang dapat disentuh baik di NTB sendiri maupun di Sumbawa dan NTT yang juga dikunjungi mengingat arus logistik itu sendiri dari Surabaya jalan hingga wilayah Timur.

“Pelindo III ingin melihat pengembangan potensi daerah sebenarnya dengan melihat serta study dulu kira-kira apa yang bisa kita bantu. Secara total NTB, NTT itu seperti apa karena tidak bisa begitu saja secara parsial,” ungkapnya.

Melihat dari yang sudah dilakukan, pengembangan itu selama ternyata tidak bisa sepotong-sepotong jadi antara NTB dan NTT itu harus dibuat sejalan agar cost logistik dapat ditekan.

“Jadi nantinya apa yang dilakukan itu sebagai percepatan sebagai upaya bangkit pasca gempa,” ucap Wayan.

Sementara itu, Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Jelas III Pemenang, Jasra Yusri Irawan mengatakan, saat ini geliat wusatawan yang menuju ke pulau gili-gili baik gili Trawangan maupun yang lain sudah mulai ramai kembali sehingga perlu kesungguhan masyarakat melayani para turis itu sebagai tamu di Lombok.

“Sudah mulai ramai, dalam waktu sekitar tiga minggu belakangan ini turis manca negara  yang dari Bali satu hari antara 500 sampai 700 penumpang kapal per hari dan kapalnya sekitar 10 sampai 13 call per hari,”

Kalau dulu saat keadaan normal kunjungan wisatawan itu bisa sampai 25 kapal per hari dengan 1500 penumpang.

“Itu sudah lumayan artinya kisaran separuh dari kondisi normal kunjungan wisatawan,” terang Jasra.

Namun, lanjut Jasra, untuk terminal penumpang yang ada di pelabuhan Pemenang memang belum mulai dibangun tapi menunggu untuk anggaran tahun 2019 nanti.

“Hal ini untuk memastikan dan membereskan kerusakan yang diakibatkan bencana alam lalu. Awal 2019 akan kita mulai pembangunanya,” imbuhnya. (RG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Tiga Orang Korban KM Santika Nusantara Meninggal, Satu Diduga Supir Truk

MASALEMBO – Untuk sementara korban ...