Home » Umum » Transportasi » BNNK Surabaya Tes Urine Awak Dua Kapal Di Tanjung Perak
Kepala BNNK Surabaya, AKBP Suparti (kiri) bersama Syahbandar Tanjung Perak, Ir. Dwi Budi Sutrisno, MSc dan Kepala kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Ir. Hernadi Tri Cahyanto, MT saat diatas kapal Niki Sejahtera dalam pelaksanaan tes urine awak kapal, Jum'at (21/12/2018).

BNNK Surabaya Tes Urine Awak Dua Kapal Di Tanjung Perak

SURABAYA – Dalam rangka antisipasi penggunaan maupun peredaraan narkotika dan obat/bahan berbahaya (Narkoba) jelang Natal dan Tahun Baru 2019 Badan Narkotika Kota (BNNK) Surabaya lakukan tes Urine terhadap awak dua kapal di pelabuhan Tanjung Perak, Jum’at (21/12/2018) malam.

Kepala BNNK Surabaya AKBP Suparti mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda tetap BNNK Surabaya yang merupakan instruksi dari kantor Pusat sebagai upaya menekan penggunaan narkoba maupun peredarannya.

“Kali ini kami melakukan tes urine terhadap seluruh dua kru kapal yang sedang sandar di pelabuhan Tanjung Perak,” ujarnya saat ditemui di atas kapal KM Niki Sejahtera di Dermaga Jamrud Utara, Jum’at (21/12/2018) malam

Suparti menjelaskan, kegiatan yang dilakukan BNNK Surabaya saat ini dengan melakukan pengecekan dan pemantauan terhadap kapal laut dan alat transportasi lainya maupun tempat-tempat yang diduga ada peredaran narkoba. Menurutnya, tempat ini patut kita lakukan tes urine terhadap kru kapal dengan harapan ketika melaut tidak terjadi hal-hal yang diinginkan itu bisa tercipta bila awak kapalnya sehat tidak menggunakan narkoba.

“Alhamdulillah dari hasil tes urine kru kapal yang berjumlah 48 orang hasilnya negatif sehingga mereka dinyatakan sehat,” jelasnya.

Sehingga dengan demikian, lanjut Suparti, dengan sosialisasi yang gencar dilakukan di semua tempat terkait berbahayanya penggunaan narkoba itu diharapkan masyarakat akan tahu betapa fatalnya pengaruh dari barang terlarang itu.

“Bisa dikatan, dari hasil tes urine yang kita lakukan ini seratus persen kru kapal KM Niki Sejahtera bersih narkoba, hal itu menunjukkan masyarakat sudah sadar betul bahayanya,” akunya.
Disamping itu, kita juga melakukan hal yang serupa pada para supir Bus di terminal-terminal dan tempat hiburan malam yang ada di Surabaya.

“Kalau untuk Kereta Api juga termasuk yang harus di cek namun belum kita lakukan, nanti tinggal kita koordinasikan,” kata Suparti.

Hasil dari urine awak kapal KM Niki Sejahtera pada alat tester sedang diperiksa kandungan narkobanya.

Sedang kegiatan tes urine terhadap kru kapal KM Mutiara Ferindo I akan dilakukan berikutnya sebab posisi kapal masih dalam pelayaran menuju pelabuhan Tanjung Perak.

“Kita akan tunggu kapal berikutnya karena sudah diagendakan dua kapal untuk dilakukan tes urine. Informasinya masih di perairan Gresik,” tegas Suparti.

Sementara itu, Kepala Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Ir. Dwi Budi Sutrisno, M.SC mengatakan, kegiatan tes urine untuk mengetahui kadar penggunaan narkoba terhadap kru kapal semacam ini perlu kita dukung karena pada dasarnya yang dilakukan BNN kota Surabaya itu sebagai upaya meminimalisir terjadinya musibah kecelakaan kapal di laut akibat kelalaian pelautnya sebagai dampak dari penggunaan barang haram tersebut.

“Awak kapal itu harus benar-benar dalam kondisi prima, tidak dalam keadaan sakit atau terpengaruh obat-obatan selama berlayar dan dia harus bersertifikasi sehingga berkompeten untuk melaksanakan tugasnya dalam menjalankan kapal, hal itu yang paling penting,” terangnya.

Sedang keselamatan pelayaran itu, lanjut Dwi, dipengaruhi banyak faktor diantaranya kondisi sumber daya manusia (SDM) nya dalam hal ini seluruh kru kapal sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas keselamatan kapal itu sendiri. Bagian dari pada untuk melakukan pencegahan dan pendeteksian terhadap orang-orang yang ada di kapal yang mungkin terkena narkoba itu sendiri sangat perlu dilakukan sehingga jika kedapatan ada yang menggunakan narkoba maka tidak boleh melaksanakan pekerjaannya diatas kapal.

“Kalau ada hasilnya yang positif terbukti kru kapal tersebut pengguna narkoba tentu kita akan melakukan penindakan untuk tidak mengijinkan melakukan pelayaran,” tegas Dwi.

Bila perlu, menurut Dwi, sertifikat kepelautannya dapat dilakukan pencabutan sesuai dengan ketentuan yang ada jika itu benar-benar sudah fatal karena itu menyangkut keselamatan manusia sebab ini angkutan penumpang yang membawa nyawa manusia.

“Kalau awak kapalnya sembrono yang tahu sendiri akibatnya karena pengaruh narkoba itu sangat fatal. Contoh, orang mabuk setir mobil maka resikonya nabrak,” imbuhnya.

Oleh karena itu, saya menyambut baik langkah BNN kota Surabaya untuk melakukan pendeteksian awak kapal yang kemungkinan terdapat pengguna narkoba karena itu yang harus kita cegah. Kedepannya, Dwi berharap dapat berjalan terus secara random sehingga tumbuh kesadaran dari para pelaut terhadap masalah narkoba.

“Tes urine seperti ini memang harus dilakukan secara acak sehingga kegiatan ini tidak diketahui mereka (awak kapal.red) sehingga tidak bisa terlacak,” pungkasnya.

Dari hasil kegiatan secara keseluruhan yang dilakukan terhadap dua kapal yang sedang sandar di pelabuhan Tanjung Perak didapatkan clear atau bersih dari penggunaan narkoba terhadap awak kapal. (RG)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Tiga Orang Korban KM Santika Nusantara Meninggal, Satu Diduga Supir Truk

MASALEMBO – Untuk sementara korban ...