Home » Umum » Ekbis » Buntut Security ‘ Nakal ‘, Presdir TPS Perintahkan Pemanggilan Tapi Humas Enggan
Suasana pemotongan hewan qurban di PT TPS, Selasa (22/8/2018).

Buntut Security ‘ Nakal ‘, Presdir TPS Perintahkan Pemanggilan Tapi Humas Enggan

SURABAYA – Pencidraan momentum kekhusyukan hari Raya Idul Adhha 1439 H tatkala pelaksanaan penyembelehan hewan qurban di lingkungan PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) yang dilakukan seorang security terhadap seorang wartawan dengan mengatakan kata-kata yang tidak sopan direspon Presiden Direktur PT TPS, Joko Noerhudha dengan memerintahkan agar security tersebut dipanggil. 

“Coba priyo dipanggil pak Soleh,” perintah Joko kepada kepala Humas PT TPS Soleh saat ditemui titikomapost di depan pintu utama gedung Direksi TPS sesaat sebelum menaiki mobilnya, Selasa (22/8/2018) siang.

Dengan nada bertanya, Joko Presdir TPS itu mengatakan, kenapa Priyo itu begitu, ya tidak pantaslah. Yang kemudian disambut Soleh bahwa diakuinya security tersebut memang agak konyol.

“Walah… kok sampai gitu, priyo ya?,” kata Joko.

Namun, pertanyaan itu diberatkan dengan pernyataan Soleh yang mengakui bahwa security tersebut memang karakternya seperti itu.

“Anak itu jebolan srimulat, memang agak kosro,” kata Soleh meyakinkan sang Presdir.

Sebelum berlalu, Joko menyampaikan kepada wartawan titikomaapost yang menjadi korban perkataan yang kurang mengenakkan dari sang security untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan kepala humas.

“Sudah dikomunikasikan dengan pak sholeh?, silahkan ketemu pak Soleh,” tutur Joko.

Sedang dalam pertemuan dengan Kepala Humas PT TPS, Soleh, RG yang ditemani wartawan Infokom, ARS, dia mengaku bahwa perintah atas keberadaan wartawan agar dipersilahkan untuk menunggu di ruang loby kantor.

“Dia (Priyo.red) tidak dengar perintah, perintahnya tidak begitu,” akunya.
Sedang terkait masalah ini, Soleh hanya akan menyampaikkan kepada koordinator keamanan PT TPS terkait perbuatan Priyo.

“Kalau saya yang memanggil ya tidak enak lah, biar saya sampaikan kepada koordinatornya saja,” ucap Soleh.

Sepertinya, Soleh tidak berusahaa memanggil Priyo untuk diketemukaan dengan RG wartawan titikomaapost dan dia hanya berbicara seputar pembagian daging qurban yang telah selesai dilakukan TPS dan berniat untuk membagi juga kepada awak media.

“Ada berapa teman-teman, sambil mendaftar yang akan diberi,” tanya Soleh.

Sementara itu, pada pemberitaan sebelumnya, dalam prosesi penyembelehan hewan qurban dihiasi perbuatan yang tidak mengenakkan oleh seorang security terhadap seorang wartawan. Dimana suasana yang penuh dengan kebahagiaan itu ternodai dengan perbuatan salah satu security yang bertugas terkesan arogan.

“Yang pakai baju putih awas jangan sampai lepas,” ujar Priyo Security jebolan PT Aprindo memberi perintah kepada salah satu temanya melalui Handy Talkie (HT) saat melihat salah satu wartawan yang menunggu komunikasi lanjut dengan Humas PT TPS, Selasa (22/8/2018).

Perintah Priyo yang intinya memberi kode kepada temannya agar menjaga wartawan yang mengenakan kaos oblong warna putih untuk tidak memasuki area pemotongan hewan Qurban itu jelas terdengar melalui HT yang digunakan untuk berkomunikasi. Hal itu yang menyulut ketersinggungan RG karena kalimat ‘jangan sampai lepas’ yang digunakan Priyo saat ditujukan kepadanya dianggap konotasinya seakan untuk seekor hewan.

“Maaf, sampean gunakan kalimat itu kasar, seakan mengambarkan hewan aja takut lepas,” kata Subhan salah satu wartawan saat bersama teman-teman wartawan lain duduk menunggu ditempat yang diperbolehkan salah satu security.

Atas perkataannya, Priyo juga mengakui apa yang telah dikatakan bahwa itu dilakukan sebagai perintah yang dijalankan sembari berkata kalau ini sebuah kesalahan dirinya minta maaf setelah salah satu seniornya memerintahkan agar meluruskan kesalapahaman. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kontainer Tol Laut Dukung Skema End To End

SURABAYA – Ditengah cibiran tentang ...