Home » Umum » Politik & Pemerintahan » DR. Margarito Apresiasi Upaya La Nyalla Dorong DPD-RI Lebih Bermartabat
Dr. Margarito Kamis, S.H, M.Hum (kiri) saat lakukan bedah buku karya La Nyalla Mahmud Mattalitti yang berjudul 'Mewujudkan DPD-RI yang Kuat dan Bermartabat’ di Shangri La Hotel, Rabu (6/8/2019).

DR. Margarito Apresiasi Upaya La Nyalla Dorong DPD-RI Lebih Bermartabat

SURABAYA – Kumpulnya para Senator terpilih priode 2019-2024 dari berbagai daerah dalam ajang silaturahim  juga ikut mendukung bedah buku berjudul ‘Mewujudkan DPD-RI yang Kuat dan Bermartabat’ karya Ir. H. AA La Nyalla Mahmud Mattalitti sebagai wakil Jawa Timur dengan semangat menhendaki Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) kedepan harus mempunyai peranan yang sama dengan perwakilan rakyat lainya.

Dikatakan La Nyalla, di dalam buku itu tertulis upaya jangka pendek dan upaya jangka panjang yang menjadi bagian dari perjuangan bersama.
“Misalnya, jangka pendek, bagaimana kita mengoptimalkan tupoksi DPD dengan tolok ukur yang maksimal sesuai dengan payung konstitusi dan UU MD3 yang sekarang berlaku. Sedangkan jangka panjang, untuk menuju sistem tata negara yang ideal tentu harus diperjuangkan, salah satunya melalui upaya menggagas kembali Amandemen ke-5,” urainya kepada wartawan disela bedah buku di Hotel Shangri La, Rabu (6/8/2019).

La Nyalla mengaku sangat berterima kasih kepada para Senator incumbent yang telah memberi banyak masukan dan pendapat tentang arah untuk menuju DPD yang kuat dan bermartabat.

“Saya memang menemui beberapa sahabat Senator, saya catat semua pikiran-pikiran mereka. Saya yakin, kalau kita bersama-sama dan kompak serta komit, pasti kita bisa membawa DPD RI menuju lembaga yang kuat dan bermartabat,” tukas ketua umum KADIN Jatim ini.

Sebab, bagi La Nyalla, seorang Senator adalah representasi figur yang harus berpikir luas dalam bingkai kepentingan negara. Sebab, seorang senator bukankah orang yang mewakili suatu sekat kelompok atau partai. Tetapi figur yang mewakili seluruh elemen yang ada di daerah.

“Sehingga sudah selayaknya para Senator harus berpikir dan bertindak sebagai seorang negarawan yang berada di dalam cabang kekuasaan di wilayah legislatif,” tambahnya.

Buku tersebut selain berisi pemikiran dan gagasan La Nyalla tentang DPD ke depan, juga berisi komentar sejumlah tokoh tentang sosok pengusaha asal Surabaya tersebut. Selain tentu profil pribadi mantan ketua umum PSSI itu.

Sementara itu, Dr. Margarito Kamis, S.H, M.Hum sebagai salah pembedah buku La Nyalla mengatakan, DPD tidak akan dapat bekerja bila terpaku di dalam kerangka Undang-Undang Dasar (UUD) saja, tapi bagaimana membuat efek tekanan terhadap kebijakan-kebijakan itu yang harus dilakukan, dan untuk sampai kesitu tidak harus menggunakan skema UUD mesti butuh kreasi yang tidak bertabrakan dengan aturan tersebut.

“DPD itu bisa terlihat anggun dipermukaan politik bila menggunakan skema politik. Bisa DPD dibuat anggun tetapi harus lakukan pendekatan bukan melalui norma melainkan dengan keterampilan politik anggotanya,” ujarnya.

Selama ini, DPD tidak tampak terlihat dipermukaan publik karena kreasinya yang miskin sehingga seperti tenggelam. Margarito mencontohkan, seperti LSM ribut tidak ada dasarnya ketika ribut dan terpublikasi direspon pemerintah. Artinya kreasi itu yang dapat perhatian.

“Harus bisa menemukan kreasi-kreasi yang tidak menabrak konstitusi, kalau itu dilakukan saya yakin bisa,” terangnya.

Sedang, sosok La Nyalla, Margarito mengaku bisa diandalkan, hal itu terbukti dari beberapa institusi yang dipimpinnya yang notabene tidak ada uangnya bisa dikelolahnya dengan baik dan berkembang seperti saat gawangi PSSI atau Kadin disini (Jatim.red).

“Kalau bukan karena kreasi itu tidak mungkin bisa berhasil dilakukannya, dan kalau juga tidak karena kesungguhan itu tidak mungkin,” ungkap Margarito.

Jadi pasti Nyalla itu mempunyai kemampuan kreasi dan kesungguhan atau fokus, yang mengantarkan apa yang dilakukan dapat berkembang, itu ada pada dirinya.

Ada harapan ketika DPD dinakhodai La Nyalla kedepan sedikit anggun meski tidak mengandalkan perintah-perintah UUD tetapi dengan melakukan kreasi-kreasi yang tidak bertabrakan dengan undang-undang tersebut.

“Bagi saya itu yang harus dilakukan sehingga ada peluang bagi DPD kedepan bisa berkembang lebih baik,” katanya.

Margarito juga menambahkan, ada satu lagi yang membuat apa yang dilakukannyaa bisa jadi baik bahwa La Nyalla mempunyai kemampuan mendengar yang hebat.

“Bukan kemampuan mendikte tetapi kemampuan mendengar. Itu yang tidak dimiliki babyak orang, sementara itu hal besar,” pungkasnya. (RG/Diea)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Rumah Aspirasi Sarana Pemersatu Visi Anggota DPD RI

JAKARTA – Siapkan Rumah Aspirasi ...