Home » Umum » Sosbud » Budaya & Religi » Goreskan Tinta Spidol Syahbandar Tanjung Perak Dirikan Rumah Ibadah
Penandatanganan prasasti nama Musholah Al Amanah oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Amiruddin, MM, Jum'at (19/10/2018).

Goreskan Tinta Spidol Syahbandar Tanjung Perak Dirikan Rumah Ibadah

SURABAYA – Syahbandar Tanjung Perak torehkan tinta spidol diatas batu hitam berukuran 40 cm persegi berbentuk tanda tangan sebagai tanda selesainya pemugaran pembangunan Musholah Al Amanah yang berdiri kokoh menghadap laut terletak di dalam lingkungan kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak untuk meningkatkan kapasitasnya dimana seiring berjalannya waktu musholah ini tidak dapat menampung seluruh jama’ah yang semakin bertambah.

Dengan mengucap, Bismillahirrahmanirrahim, Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Amiruddin, MM sambil menandatangani prasasti mengatakan, syukur alhamdulillah berkat ijin Alloh SWT pemugaran Musholah Al Amanah ini dapat selesai dengan waktu yang relatif cepat sekira dua bulan dimana dimulai dibongkar pada tanggal 16 Agustus serta dapat diselesaikan pada 16 Oktober 2018 kemarin, namun baru pada hari ini dapat kita resmikan penggunaannya.

“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada para donatur atas keikhlasannya dan ketulusannya dan tergerak hatinya untuk sedikit menyisihkan sebagian rizkinya sehingga musholah ini dapat berdiri setelah dilakukan pemugaran guna dapat menampung jamaah yang lebih banyak,” ujarnya saat memberi sambutan sebelum menandatangani prasasti pemugaran musholah tersebut, Jum’at (19/10/2018).

Mengingat,  selama ini menurut Amiruddin,  kapasitasnya sangat terbatas padahal jumlah yang hendak melalukan ibadah sangat banyak sehingga tak jarang terjadi antrian sehingga terlintas dalam benak kita untuk memperbesar musholah Al Amanah agar kapasitasnya dapat menyerap lebih banyak orang secara keseluruhan bersama-sama melakukan sholat berjama’ah. Alhamdulillah timbul pemikiran, timbul ide dari seluruh jajaran Syahbandar Tanjung Perak untuk memperbesar musholah Al  Amanah ini yang disampaikan kepada saya, tampa berpikir panjang saya katan silahkan saja. Trus anggota lalu bertanya kira-kira dananya dari mana ?, seraya saya jawab, kalau kita bangun rumah kok bisa, masak bangun rumah Alloh tidak bisa, Insya’alloh pasti bisa,”

“Mau sholat aja kok ngantri ya, beda kalau di Air Port yang di dalam terminal hanya sekitar untuk 15 orang itu lumrah tapi ini kan di tempat yang lebih luas. Tadinya kapasitasnya hanya muat buat 40 sampai 50 orang jama’ah saja padahal pegawai 240 an ya sangat miris,” terangnya.

Belum lagi, lanjut Laki-laki kelahiran Makassar itu, coba kita hitung para dinas luar pelayaran pengurus dokumen kapal yang ada hampir 400 orang ditambah lagi caraka yang datang lebih 300 orang jika ambil sepuluh persenya saja pasti terjadi antrian. Untuk itu, Amiruddin mengaku, elok kalau dilakukan pemugaran. Bahkan Dia menambahkan,  saya teringat sekali yang dikatakan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini bahwa pertangungjawaban kita sebagai Abdi Negara bukan hanya terhadap atasan atau pimpinan kita tapi juga kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Alloh SWT. Untuk itu, merasa sangat saya berdosa apabila membiarkan musholah itudan apabila saya biarkan orang mengantri untuk sholat bahkan kadang-kadang memilih sholat di luar kantor.

“Dengan bermodal kas musholah sebesar 23 juta tapi dengan niat yang kuat dengan maksud bukan untuk gagah-gagahan , bukan untuk pencitraan dan bukan untuh agar dianggap tapi murni lillahita’allah akhirnya kita mulai dengan bangun pondasinya. Setelah itu, tampa diduga dana mengalir dari para donatur yang ada di lingkungan Tanjung Perak bahkan ada yang bilang, pak biar seluruh finishingnya biar saya yang tanggung dan ada juga yang sampaikan, biar saya sumbang sekian ratus juta tapi tolong jangan disebut nama saya,” ungkap Amiruddin.

Sedang dalam perjalanannya, Amiruddin mengaku, setiap kali selesai sholat fardhu saya bertanya kepada panitia, sudah berapa semen sudah dibeli, anehnya jawaban mereka hanya baru beli 5 sak padahal bangunan mulai meninggi ternyata banyak juga yang mengirim semen setiap harinya. Pada akhirnya, biaya pemugaran musholah Al Amanah ini bisa saya sampaikan kurang lebih 400 juta bahkan lebih dan itu akan kita pertanggung jawabkan kepada seluruh donatur maupun seluruh pegawai yang ada di kantor Kesyahbandaran.

“Tentu semua kebaikan donatur secara pribadi saya tidak bisa membalas apa-apa tapi hanya Alloh SWT yang akan membalas kebaikan para donatur semua,” harapnya.

Sambil sedikit mengangkat  tangannya, saya ingin mengutip bahasa Menteri Perhubungan, ‘ Kalau kita diberi kesempatan baik kepada negara maupun kepada yang maha kuasa seharusnya kesempatan itu kita gunakan sebaik-baiknya. Berbuatlah sesuatu yang kira-kira bisa dilihat oleh masyarakat, keluarga juga bisa dilihat oleh negara. Jadi sebelum kita meninggalkan kekuasaan atau kesempatan yang diberikan oleh negara, seharusnya kita punya misi baik terhadap masyarakat, negara maupun agama’.

“Keberhasilan kecepatan pembangunan kembali musholah ini adalah berkat semangat semua pihak yang menghendaki musholah ini berdiri. Dan tidak bisa dilupakan untuk semangat dari para tukang juga yang mau mengerjakan hingga larut malam sehingga pemugaranya dapat selesai dalam waktu dua bulan,” kata Amiruddin.

Disamping itu, Amiruddin berkeinginan,  musholah ini dapat digunakan untuk ibadah sholat Jum’at apabila itu memungkinkan, tetapi kalau tidak tentu saja keinginan ini tidak bisa dipaksakan. Jika mungkin, tidak ada salahnya digunakan untuk sholat Jum’at supaya pegawai tidak terlalu jauh sehingga bisa tetap memberikan pelayanan tepat waktu setelah jam istirahatnya.

“Kalau bisa digunakan sholat jum’at itu lebih baik agar pegawai yang jum’atan tidak terlalu banyak menyita waktu pelayanan bila dibanding sholat di luar kantor,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemugaran Pembangunan Musholah Al Amanah, Capt. Faizal MT. DESS. M,Mar menyampaikan, awal dari pengerjaan pemugaran musholah ini diawali pada tanggal 16 Agustus 2018 kita mulai pemugarannya yang ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Syahbandar Tanjung Perak dengan maksud dan tujuan untuk membangun rumah ibadah yang dapat menampung umat islam dilingkungan kantor Kesyahbanadaran, memfasilitasi dan memberi kenyamanan jama’ah dalam beribadah khususnya pegawai dan penggunajasa, memebrikan sarana untuk jama’ah berinfaq dijalan Alloh SWT dengan menyisikan sebagian hartanya sebagai bentuk amal jariyah.

“Juga Sebagai sarana dalam menuntut ilmu agama dan meningkatkan keimanan serta ketakwaan jama’ah,” tuturnya.

Menurut Faizal, pemugaran musholah Al Amanah ini dilakukan secara swadaya dari bantuan para donatur yang berasal dari dalam dan luar kantor Kesyahbanadaran Tanjung Perak. Atas ridho Alloh SWT mulai dari pemugaran bantuan terus mengalir sehingga bangunan dapat diselesaikan tepat waktu.

“Kami mengucapkan Jazakumullah Khairan Katsiran kepada semua pihak jajaran, rekan serta para donatur yang telah memberikan dukungan partisipasinya baik berupa dana, material, ide serta do’a-do’anya semoga Alloh SWT mencatatnya sebagai amal jariyah dan membalas kebaikan kita semua,” ucap Faizal.

Atas semua kemuliaan yang dilakukan oleh semua pihak atas berdirinya kembali musholah Al Amanah ini, atas nama panitia pemugaran dan pembangunan rumah ibadah ini sangat berterima kasih. Meskipun secara fisik belum terlihat sempurnah tetapi musholah Al Amanah mulai hari ini sudah dapat digunakan sholat berjamaah

“kalau boleh saya mengutip ayat Al Quran (QS Al-Zalzalah (99):7 Faman ya’mal mitsqoola dzarrotin khoiroyyaroh yang mana bila kita membuat kebaikan sekecil apapun niscaya kita akan melihat balasanya,” tandasnya. (RG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Apel Bersama, KSOP Kotabaru-Batulicin Akhiri Posko Angleb 2019

TANAH BUMBU – Posko angkutan ...