Home » Umum » Ekbis » Kotabaru-Batulicin Akan Jadi KSOP Kelas III Pertama Menerapkan Sistem Inaportnet Di Indonesia
Kepala KSOP Kotabaru-Batulicin (KB-BL), Capt. M. Hermawan, S.sit. MM. MMar (tengah kiri), dan Andin Sayekti, S.S.T Pel selaku mentor dari Ditlala (tengah kanan) saat lakukan sosialisasi Sistem Inaportnet di Hotel Ebony Batilicin, Selasa (20/8/2019).

Kotabaru-Batulicin Akan Jadi KSOP Kelas III Pertama Menerapkan Sistem Inaportnet Di Indonesia

TAHAPAN SOSIALISASI SUDAH DIMULAI SAAT INI

BATULICIN  – Persiapan pelaksanaan sistem informasi kepelabuhanan dan pelayanan standar dalam melayani kapal dan barang dari seluruh instansi terkait atau pemangku kepentingan di pelabuhan melalui sistem Inaportnet sudah dilakukan KSOP Kelas III Kotabaru-Batulicin (KB-BL) dengan menyelenggarakan sosialisasi kepada seluruh stakeholder dan penggunajasa.

Kepala kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kotabaru-Batulicin (KB-BL), Capt. M. Hermawan, S.sit, MM. MMar mengatakan, dengan pertimbangan letak geografis wilayah kerja kami meski kita belum masuk anggaran di kantor pusat, semangat KSOP dengan melihat banyaknya Terminal Untuk Kepentinngan Sendiri (TUKS) supaya lebih memudahkan pelayanan maka dimintaklah layanan tersebut untuk Go Live Inaportnet  disini.

“Selain itu, keberanian menerapkan sistem Inaportnet ini juga berkat adanya dukungan dari Pelindo III yang telah mensupport perangkat yang dibutuhkan dalam pelaksanaan sistem tersebut,” katanya disela acara sosialisasi penerapan layanan sistem Inaportnet  yang diselenggarakan di Hotel Ebony Batulicin, Selasa (20/8/2019).

Menurut Hermawan, dengan diadakanya sosialisasi terkait penggunaan sistem layanan Inaportnet pada hari ini, sekilas para penggunajasa menyambut baik, artinya para pihak atau yang mewakili pelaku usaha yang hadir mereka setuju dan bersemangat.

“Intinya mereka welcome dengan kehadiran inportnet yang akan diberlakukan di wilayah kerja KSOP KB-BL,” ujarnya.

Dengan disosialisasikan sistem tersebut, Hermawan berharap,  supaya semua penggunajasa bisa segera dapatnya menyesuaikan tentang perubahan pelayanan dari manual menuju elektronik, hal ini tidak lain tidak bukan untuk peningkatan layanan yang maksimal sehingga tidak ada lagi bahasa jarak dan waktu.

“Setelah ini, nanti bulan depan kami juga akan melakukan sosialisasi lagi, dan diawal bulan Oktober kita lakukan latihan sebagai tahapan adaptasi sehingga di bulan Nopember 2019 nanti sudah bisa dilaksanakan,” paparnya.

Disamping itu, Mantan KSOP Kelas III Lembar itu mengaku, dalam pelaksanaannya meski tahapan pengenalan dan latihan sudah dilakukan, tentunya kami juga masih tetap menyediakan Guiden yang mendampingi pengoperasian layanan sistem Inaportnet terhadap para penggunajasa sehingga mereka bisa benar-benar terbiasa dapat melakukan dengan lancar dan baik. Karena, tidak dipungkiri, tidak semua orang mampu mengoperasikan teknologi IT, hal itu perlu dibiasakan dan benar-benar famylier dengan teknologi yang dimaksud.

“Insya’alloh, dengan disosialisasikan dan latihan sistem layanan berbasis IT ini tentu selanjutnya langsung diterapkan. Tentu kami juga akan memberikan guiden yang akan membantu para penggunajasa dalam pelaksanaan pengoperasian Inaportnet sebelum mereka terbiasa,” jelas Hermawan.

Seperti yang telah diamanahkan oleh Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi di Makassar dua tahun lalu, mewajibkan seluruh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) menggunakan sistem Inaportnet untuk pelayanan di seluruh pelabuhan.  Menurutnya, Inaportnet merupakan sistem informasi layanan tunggal secara elektronik berbasis Internet, untuk mengintegrasikan sistem informasi kepelabuhanan yang standar dalam melayani kapal dan barang dari seluruh instansi terkait atau pemangku kepentingan di pelabuhan, termasuk sistem layanan badan usaha pelabuhan.

Sistem ini sendiri sangat membantu proses permohonan pelayanan kapal sampai dikeluarkannya izin pengoperasian kapal. Mulai dari kapal masuk, kapal tambat, kapal tunda, hingga kapal keluar termasuk pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak). Tidak hanya itu, Inaportnet juga dapat meminimalisir praktek pungli di lingkungan pelabuhan.

“Tentu, dengan penerapan sistem ini juga untuk memaksimalkan pelayanan kapal, serta agar dapat meningkatkan daya saing pelabuhan,” tandas Hermawan.

Sementara itu, Andin Sayekti, S.S.T Pel menjelaskan, kedatangannya bersama tim dari Direktorat Lalulintas Laut (Ditlala) pada kesempatan ini ingin memberikan pemahaman yang difatnya mentoring kepada jajaran KSOP KB-BL maupun seluruh stakehokder yang ada terkait sistem layanan Inaportnet.

“Kehadiran kami menindaklanjuti permohonan dari KSOP Kotabaru-Batilicin tentang pemberlakuan sistem Inaportnet sehingga perlu dilakukan penjelasan secara detail,” ucapnya.

Untuk tahap awal ini, Andin mengaku, dengan tim Ditlala yang ada siaftnya akan melakukan mentoring pelaksanaan sistem Inaportnet sebelum pelaksanaan oleh KSOP setempat itu sendiri.

“Secara teknis kita sampaikan terkait sistem inaportnet yang nantikan akan dilakukan secara bertahap sehingga yang diharapkan Kementerian Perhubungan dapat tercapai,” tuturnya.

Untuk diketahui, saat ini sudah ada 16 KSOP yang menerapkan sistem ini. Yaitu Pelabuhan Belawan, Palembang, Teluk Bayur, Panjang, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Makassar, Bitung Ambon, Sorong, Banten dan Pelabuhan Gresik.

“Sedang untuk KSOP Kelasa III yang ada di Indonesia, baru Kotabaru-Batulicin nantinya yang mengawali menerapkan layanan dengan Inaportnet,” pungkas Hermawan. (RG)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Aksi Bersih Sampah Laut, KSOP Probolinggo Fokuskan Lingkungan Wisata Gili Ketapang

UPAYA IKUT SELAMATKAN DESTINASI WISATA ...