Home » Umum » Transportasi » Kunjungi Tanjung Perak, Direktur KPLP Pastikan Nataru Berjalan Lancar
Direktur KPLP Junaidi (kiri), Syahbandar Tanjung Perak, Dwi Budi Sutrisno, dan Kepala Pangkalan PLP Tanjung Perak Wawan sesaat setelah turun dari kapal Patroli KN 371 di dermaga Syahbandar Tanjung Perak, Sabtu (29/12/2018).

Kunjungi Tanjung Perak, Direktur KPLP Pastikan Nataru Berjalan Lancar

SURABAYA – Direktur KPLP bersama tim dari pusat yang didampingi Syahbandar, Pangkalan PLP, Otoritas Pelabuhan dan Distrik Navigasi Tanjung Perak lakukan pemantauan pelaksanaan angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 (Nataru) di pelabuhan Tanjung Perak. Hal itu dilakukan sesuai dengan Instruksi Menteri Perhubungan nomor 8 tahun 2018 dimana dilakukan dengan melihat langsung kegiatan Debarkasi dan Embarkasi kapal KM Legundi tujuan Lembar dan KM Bukit Raya tujuan Pontianak serta berkesempatan menilik pelayanan kapal melalui Vessel Traffic Service (VTS) Surabaya.

“Dari kegiatan yang dilakukan KM Bukit Raya menurunkan penumpang sebanyak 306 dan kembali mengangkut sebanyak 311 penumpang sedang KM Legundi dengan membawa penumpang 386 penumpang dan kendaraan sebanyak 130 unit melakukan pelayaran menuju pelabuhan Lembar berjalan dengan baik,” ujar Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Junaidi saat ditemui sesaat setelah turun dari kapal Patroli KN 371 milik Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Perak di dermaga Syahbandar Tanjung Perak, Sabtu ( 29/12/2018).

Namun, dalam pemeriksaan diatas kapal penumpang itu, Junaidi mengaku, kita telah meriksa secara keseluruhan baik cara lashingnya, karena ini penting mengingat cuaca agak ekstrim sehingga semua kendaraan yang berada di atas geladak harus dalam posisi di lashing secara aman.

“Memang ada beberapa yang berada disisi tengah kendaraan itu belum di lashing namun sudah saya ingatkan sebelum berlayar sudah dipastikan terikat sempurna,” kata Junaidi.

Direktur KPLP Junaidi (dua dari kanan) saat kunjungi VTS Surabaya.

Demikian juga, lanjut Junaidi, dibagian ruang penumpang kondisinya ditempati sesuai dengan tiket yang dimiliki setiap penumpang dan fasilitas AC nya pun berjalan dengan baik. Untuk lebih meyakinkan lagi, saya juga sempatkan bertanya kepada penumpang dan mereka mengaku cukup puas.

“Selain itu, harga tarifnya cukup murah hanya 80 ribu per orang, ini sangat membantu pak,” ucap penumpang kepada Junaidi.

Menurut Junaidi, terkait sistem tiketing perlu disempurnakan, cara mendapatkan tiket masih dilakukan secara manual. Dan kedepan tentunya agar bisa dilakukan secara e-Tiketing karena Surabaya merupakan salah satu pilot project dari enam pelabuhan yang melakukan penertipan yang sudah mulai kita dorong untuk melakukan pembenahan sesuai program yang sedang kita garap.

“Pertama e-Tiketing, stirilasi pelabuhan terhadap barang muatan dan i-Barang yangmana setiap barang bawaan akan dilakukan penandaan dengan barcode serta yang melebihi dari 50 kg maka akan diberlakukan bagasi,” jelasnya.

Mantan Kepala KSOP Gresik ini juga menambahkan, enam pelabuhan yang menjadi pilot project yang dimaksud adalah, pelabuhan Muara Angke, Tanjung Pinang, Bau-bau merupakan ketiga pelabuhan akan terlebih dulu digarap dan selanjutnya tiga prioritas kedua adalah pelabuhan Tarakan, Tulehu Ambon dan Tanjung Perak dimana saat ini sifatnya dalam proses pengenalan dan edukasi. Diharapkan nanti seluruh pelabuhan yang ada di Indonesia khususnya penumpang dan barang dan juga termasuk kapal Ferry ini bisa lebih tertib.

“Saat ini, i-Barang di Tanjung Perak memang belum dilaksanakan sehingga di tahun baru nanti 2019 akan diintegrasikan sistem yang sudah dibuat oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut,” tandas Junaidi.

Pada kesempatan itu pula, Junaidi juga menjajal kapal patroli KN 371 milik Pangkalan PLP Tanjung Perak untuk berkeliling dalam kolam bandar Tanjung Perak untuk memeriksa seputar perairan baik terhadap kapal-kapal yang anchor apa ada yang tidak pada tempatnya maupun kemungkinan kegiatan yang dilakukan kapal secara ilegal sebagai fungsi Law Enforcement.

“Kedepan akan dilakukan renew kapal patroli namun dengan anggaran yang terbatas tentunya akan memerlukan waktu. Di tahun 2019 nanti akan dibuat 3 kapal patroli kelas III,” ucap Junaidi ketika ditanya bagaimana dengan kondisi kapal patroli yang ada.

Saat disinggung muatan truk kapal RORO, Junaidi melihat, khususnya penditeksian barang-barang dalam kategori berbahaya yang dimuat diatas truk sebagai muatan kapal-kapal RORO memang masih sulit namun kita sudah berupaya untuk membicarakan. Ini juga menjadi program Kementerian Perhubungan untuk truk yang mengalami Over Dimensi dan Over load (Odol) nanti akan segera ditertibkan sehingga selain tidak menyebabkan rusaknya jalan juga akan memberi sisi aman bagi kapal.

“Ini tentunya harus ada skema pemeriksaan baik melalui alat X-Ray ataupun pemeriksaan sebelum masuk ke atas kapal. Memang saat ini belum ada, tentunya nanti kita akan sinergikan dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat untuk mengatur barang-barang yang diangkut truk yang akan naik kapal,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Dwi Budi Sutrisno mengatakan, untuk angkutan natal dan Tahun Baru 2019 memang sudah ada posko yang dibentuk untuk lebih detail mengawasi kegiatan naik turunya penumpang kapal agar berjalan dengan baik dan tidak ada hal-hal yang diinginkan terjadi apalagi dengan barang bawaan penumpang yang membahayakan diatas kapal selama pelayaran.

“Kalau barang-barang penumpang saat memasuki terminal penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) sudah melalui X-Ray hyang sudah ada dan insya’Alloh terditeksi secara aman,” tuturnya.

Namun begitu, Dwi membenarkan apa yang dikatakan Direktur KPLP, bahwa di Tanjung Perak belum ada alat X-Ray untuk muatan yang ada diatas truk sehingga belum bisa menditeksi secara detail sebelum menaiki kapal khususnya kapal Roll On – Roll Off (RORO). Hal itu masih dalam pembahasan dengan semua pihak yang telah dilakukan di Otoritas Pelabuhan beberapa hari lalu yang dipimpin Direktur lalulintas Laut.

“Sangat diperlukan keberadaan alat tersebut sebab ini untuk lebih menjamin kejelasan muatan setiap truk terhadap barang-barang yang dikategorikan berbahaya untuk diketahui,” jelas Dwi.

Sedang kegiatan pengawasan terhadap kapal, Dwi menjelaskan, anggotanya telah melakukan pengawasan setiap saat setiap kegiatan bongkar muat yang dilakukan kapal penumpang maupun kapal RORO sehingga setiap kejadian sekecil apapun akan mendapat perhatian untuk dilakukan tindakan dan penanganan sebagai langkah meminimalisir kecelakaan di laut. Disamping itu, terhadap kondisi kru kapal sendiri untuk menjaga keselamatan pelayaran, Syahbandar juga telah mendukung langkah yang dilakukan BNNK Surabaya melakukan tes urine guna memastika tidak ada awak kapal yang mengunakan narkobah yang akan berdampak negatif bagi pelayaran kapal.

“Kami dukung penuh langkah yang telah dilakukan BNNK Surabaya seperti beberapa hari lalu terhadap dua kapal dan itu perlu secara berkesinambungan dilakukan mengingat sangat berbahaya karena mempertaruhkan nyawa penumpang. Bila diketahui ada awak kapal yang mengunakan maka kita pastikan dia tidak bisa ikut berlayar,” tegasnya. (RG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Tiga Orang Korban KM Santika Nusantara Meninggal, Satu Diduga Supir Truk

MASALEMBO – Untuk sementara korban ...