Home » Umum » Perhubungan » Lini Hulu Minim Pengawasan, Tantangan Syahbandar Baru Perangi Muatan Truk
Serah terima jabatan kepala Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak dari Dwi Budi Sutrisno keoada M. Tohir di Terminal penumpang kapal laut GSN, Jum'at (4/10/2019).

Lini Hulu Minim Pengawasan, Tantangan Syahbandar Baru Perangi Muatan Truk

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

SURABAYA – Ketidak mampuan pengawasan di lini Hulu terhadap muatan truk yang disinyalir kuat sebagai penyebab setiap terjadinya kecelakaan kapal Roll On – Roll Off (RORO), diakui operator kapal sebagai momok. Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi Syahbandar sebagai lini Hilir untuk mengentas persoalan tersebut.
Tiga kali dalam 12 bulan terakhir kebakaran kapal RORO membuktikan perlu keseriusan otorisasi pelabuhan membuat formula aturan dan tindakan yang dapat meminimalisir resiko yang dihadapi pelayaran.

Kepala Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, M. Tohir mengatakan, selama tiga minggu menempati pos baru ini saya lihat Tanjung Perak memang banyak permasalahan. Khususnya kapal RORO, awal masuk kami sudah disuguhkan penanganan kecelakaan kapal KM Santika yang dalam pemeriksaan sementara berujung pada persoalan muatan kapal yang mayoritas truk.

“Saya melihat ada beberapa hal dengan penyebab kecelakaan yang ujung-ujungnya yang ditanya adalah syahbandar, padahal dibelangkangnya banyak. Sedang truk masuk ke kapal itu hanya tinggal dilakukan pengesahan,” ujar Tohir dalam sambutanya acara pisah sambut dengan pejabat lama Dwi Budi Sutrisno di gedung Terminal Penumpang Kapal Laut Gapura Surya Nusantara (GSN) Tanjung Perak, Jum’at (4/10/2019).

Tohir mengaku, Syahbandar memang sesuai tupoksinya untuk menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran, namun begitu masih banyak pihak terkait ketika berbicara hal tersebut sehingga kedepan dapat merapatkan barisan antara pihak terkait untuk bersinergi dan melakukan kordinasi yang lebih inten dengan pengawasan dari seluruh stakehokders .

“Saya berharap kedepan bisa melanjutkan apa yang telah dilakukan pejabat lama dan meningkatkannya agar lebih sempurna,” jelasnya.

Memang, lanjut Tohir, pendahulu saya pak Dwi merupakan teman mulai dari awal jadi pegawai pada angkatan 90 namun nasib kami berbeda karena beliau lebih lama mengenyam esselon 2 tapi kalau saya baru-baru aja.

“Pengalaman saya di direktorat kepelabuhanan, tahun 2015 masuk direktorat Angkutan laut dan 2016 ditempatkan di UPT Bau-bau yang selanjutnya pada tahun ini masuk Syahbandar Tanjung Perak,” ungkap Tohir.

Sedang, Kepala Cabang Surabaya PT. Dharma Lautan Utama, Donny Surya mewakili operator kapal bertutur, meski tidak genap satu tahun menjabat sebagai Syahbandar Tanjung Perak, Dwi Budi dinilai mampu memberi solusi dalam setiap persoalan yang kita hadapi.

“Awalnya pada kesan yang kami tangkap orangnya Slow but Sure, perllahan tapi pasti dan beliau low profil dalam menyelesaikan masalah tapi solutif,” akunya.

Seperti dalam penanganan angkutan lebaran (angleb) kemarin, menurut Donny, ditengah polemik tingginya tiket pesawat terbang tentu akan berdampak pada padatnya penumpang kapal laut namun di Tanjung Perak tidak ada masalah semua dapat terjendali.

“Bahkan sebelum momen angleb jauh hari sudah dilakukan uji petik kapal meski sempat jadi tanya kru kapal. Aksi prefentifnya beliau itu yang membuat kondusif,” kata Donny.

Donny juga merasa, mendapat dukungan penuh sosialisasi tentang keselamatan pelayaran yang operator lakukan sebagai langkah meminimalisir resiko atas keselamatan pelayaran.

“Meskipun beliau kelihatan santai tapi olah raga yang dilakukan sangat extrim dengan memilih off roade dan trail, kami sempat tak menyangka dalam kelembutannya jiwa muda betul beliau,” imbuhnya.

Sementara itu, Dwi Budi Sutrisno dengan besar hati berpamitan dan berpesan kepada seluruh yang hadir bahwa penggantinya akan dapat berbuat lebih dibandingkan dirinya.

“ Dibawah kepemimpinan pak Tohir aman,” ucapnya.

Memang, Dwi mengaku bahwa penempatan diawal November 2018 di Tanjung Perak merupakan pengalaman pertama di daerah dengan nuansa yang berbeda, tapi dirinya berusaha melakukan adaptasi cepat berkomunikasi dan koordinasi baik internal maupun eksternal sangat penting khususnya dalam membuat keputusan.

“Kita bisa saja percaya kepada jajaran yang dipemerintah tapi harus juga chek n richek,” tegasnya.

Dwi menambahkan, Bagaimana amanah yang kita terima itu dapat dijalankan dengan baik. Alhamdulillah, akhir Juli 2019 kemarin dirinya dipercaya di pos yang haru sebagai Sekretaris Utama BMKG pusat.

“Semoga pejabat yang baru bisa meningkatkan kinerja kantor smSyahbandar untuk WBK/WBBM agar segera berjalan,” pesan Dwi.

Diakhir sambutanya, Dwi pun berpantun dalam bahasa Surabaya yang lebih dikenal Parian untuk mengungkapkan isi hatinya berpamitan kepada seluruh undangan yang hadir baik, CEO Regional Pelindo III Jawa Timur dan Pelindo Group, Otoritas Pelabuhan, Dustrik Navigasi Surabaya, Pangkalan PLP Tanjung Perak, KSOP Kalianget, KSOP Masalembo, KSOP Sapudi, KSOP Probolinggo, TNI/Polri, Bea Cukai, Karantina, dan lain sebagainya:

“ Numpak kapal nang Suroboyo medon nang Tanjung Perak ketemu rondo…Masio wes pisah ojo lali konco, kabar-kabari yo “ pungkasnya. (RG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Bersolek, Pelindo III Suguhkan Taman Barunawati Untuk Masyarakat

Share this...FacebookTwitterSURABAYA – Lukis wajah ...