Home » Umum » Sosbud » Budaya & Religi » Pasca Gempa UPP Kalbut Situbondo Gelar Do’a Bersama
Kepala Kantor UPP Kelas III Kalbut, Nanang Efendi (baju hitam) bersama seluruh stakeholder saat gelar do'a bersama di pelabuhan Kalbut Situbondo, Jum'at (12/10/2018).

Pasca Gempa UPP Kalbut Situbondo Gelar Do’a Bersama

AGENDAKAN PENANDATANGANAN DENGAN STASIUN METEOROLOGI, KEBURU GEMPA DATANG

SITUBONDO – Pasca terjadinya gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo M6,4 yang terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo pada kedalaman 12 km pada Kamis, (11/10) dini hari itu merupakan duka masyarakat Jawa Timur khususnya warga yang menjadi korban. Untuk itu, guna menguatkan psikologis masyarakat khususnya sekitar wilayah kerja Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Kalbut Kabupaten Situbondo mengadakan Do’a bersama.

“Kegiatan do’a bersama ini sebaga upaya spiritual karena sebagai umat beragama, kita meyakini ada dzat yang maha segalanya tempat kita bergantung, yaitu Tuhan Yang Maha Esa yang bertuiuan untuk mendo’akan  masyarakat yang terkena musibah dan mohon keselamatan agar terhindar dari bencana,” ujar Kepala Kantor UPP Kelas III kalbut, Nanang Afandi, Jum’at (12/10/2018).

Penandatanganan UPP Kalbut dengan Stasiun Meteorologi Tanjung Perak di KSOP Gresik, Kamis (11/10/2018).

Sebenarnya, lanjut Nanang, kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan-kegiatan dimana jauh sebelum kejadian gempa itu kami juga sudah membuat agenda bersama antara kantor UPP Kelas III Kalbut, KSOP Kelas II Gresik dan KSOP Kelas III Kalianget untuk melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak II Surabaya yang bertujuan tentang Pelayanan Informasi dan Peringatan Dini Dibidang Meteorologi Maritim dalam rangka mendukung Keselamatan Pelayaran. Namun KSOP Kalianget yang sedianya menghadiri tapi karena suatu hal tidak bisa ikut dalam penandatangannya.

“Jadi kejadian gempa Kamis (11/10) pukul 01.00 dini hari itu diluar jangkauan pikir kita meski kita sebelumnya sudah berencana untuk membuat upaya peringatan kepada masyarakat di wilayah masing-masing informasi yang di update stasiun Meteorologi khususnya lingkungan maritim,” jelasnya.

Disamping itu, Nanang juga menambahkan, pada hari selasa tanggal 9 Oktober bertempat di UPT Wilker Jangkar Pelabuhan Kalbut Situbondo telah dilakukan kampanye keselamatan pelayaran yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Jawa Timur bersama Dinas perhubungan Kabupaten Situbondo, Dishub Kabupaten Sumenep, UUP Sapudi yang melibatkan para nakhoda kapal , pemilik kapal pelayaran rakyat serta operator kapal penumpang.

“Kalau kampanye keselamatan pelayaran itu sendiri merupakan giat dari pusat yang setiap UPT Perhubungan Laut (Hubla) harus juga melakukan guna meminimalisir kejadian yang mengancam jiwa di laut bagi masyarakat pelayaran,” katanya.

Mantan Kepala Tata Usaha KSOP Kelas III Gresik  itu juga menambahkan, dua agenda kegiatan sebelumnya itu merupakan upaya kita sebagai manusia untuk berikhtiar atau berusaha agar keselamatan dapat terwujud karena musibah seperti bencana alam itu terlepas secara teknologi sudah bisa dideteksi dengan peralatan yang dimiliki kantor BMKG namun itu semua tidak terlepas dari kuasa Tuhan.

“Makanya sebagai umatNya juga harus berserah. Tapi paling tidak dengan peringatan awal yang disampaikan kepada masyarakat pelaut apa yang di dapat dari badan meteorologi  menjadi sebuah upaya atau antisipasi bahkan kalau tidak memungkinkan maka pelaut dilarang berlayar,” tandas Nanang.

Sedang dalam kegiatan do’a bersama itu sendiri dilakukan bersama  dengan seluruh stakeholder anggota keamanan, nakhoda kapal, operator kapal,  warga sekitar pelabuhan, tokoh masyarakat, seluruh karyawan karyawati dan Dharma Wanita KSOP Kelas III Kalbut yang diadakan di Pelabuhan Kalbut, Situbondo.

“Kami bersyukur dalam gempa bumi pada hari Kamis (11/10) kemarin meski titik pusat gempanya berada di wilayah perairan Situbondo tapi alhamdulillah pelabuhan Kalbut dan sekitarnya aman dan Aktifitas masyarakat berjalan seperti hari-hari biasanya,” ungkap Nanang.

Seperti diketahui, Gempabumi dengan kekuatan magnitudo M6,4 telah mengguncang wilayah Jawa Timur dan Bali pada Kamis (11/10/2018) pukul 01.57 WIB juga dirasakan masyarakat yang berada di kepulauan Sumenep Madura yang mengakibatkan kerusakan beberapa rumah dan tempat ibadah serta korban jiwa.

Data keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang dilaporkan bahwa episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Propinsi Jawa Timur pada kedalaman 12 km dan gempa tidak berpotensi tsunami. (RG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Compliance ISPS Code, Pelabuhan Benoa Sedot Kapal Pesiar Sandar

BALI – Semangat Pelindo III ...