Home » Umum » Perhubungan » Peran Pangkalan PLP Dipandang Sebelah Mata
15 instansi sebagai nara sumber Forum Caffee Morning Unsur Maritim Tanjung Perak di Hotel Sheraton.

Peran Pangkalan PLP Dipandang Sebelah Mata

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

ADA YANG SALAH DALAM BAHASA KOORDINASI 

SURABAYA – Upaya membangun sinergitas yang solid dari semua unsur Maritim yang ada di Tanjung Perak untuk hidup kembali telah digagas Otoritas Pelabuhan untuk membahas persoalan yang ada. Namun ada hal janggal dalam Forum Coffee Morning Unsur Maritim yang diselenggarakan di Hotel Sheraton Surabaya, Selasa (1/10/2019) kemarin.

Dari ke-lima belas perwakilan unsur maritim yang dipersilahkan menempati kursi di stage depan mayoritas kepala kantor atau pimpinan tertinggi instansi tersebut. Tapi anehnya, Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai yang hadir tidak mendapat kursi kehormatan tersebut, hal itu terkesan peran dan fungsi PLP yang mampu melakukan patroli dan penyelamatan di laut dipandang sebelah mata.

“Padahal peran PLP cukup besar di laut, seperti setiap terjadi kecelakaan di laut PLP selalu hadir sebagai garda terdepan yang mampu menembus tkp bila kejadian di laut lepas,” ungkap beberapa wartawan kusak-kusuk menyoal hal tersebut saat melihat kenyataan yang hadir dalam ruangan hotel tersebut.
Yang sangat disayangkan, hal itu terjadi bukan karena ketidak tahuan instansi koordinator Unit Pelaksana Tugas (UPT) ataupun koordinator WBK/WBBM yang ada di Tanjung Perak atas keberadaan PLP dan tupoksinya karena masih dalam satu induk organisasi yang bernang dalam Direktorat Jenderal Perhububgan Laut Kementerian Perhubungan.

“Apa karena esselonnya lebih rendah ya sampai ngak dianggap,” gumam wartawan.

Kenyataan yang terlihat, Kepala Pangkalan PLP, Wawan berbaur dengan undangan lain di meja berbentuk bundar yang telah disediakan, sungguh ironis. Yang lebih anehnya, pembahasan itu merujuk ke persoalan kapal RORO dengan segudang persoalannya tapi tak ada pihak operator yang diundang.

Para awak media itu akhirnya mereka-reka, seandainya kalau Pangkalan PLP itu kelasnya dinaikkan sehingga pejabatnya pun esselonnya naik mungkin tidak akan terjadi hal yang sedemikian. Ini akan jadi tamparan bagi korp Perhubungan Laut untuk lebih bisa menjaga komunikasi ditingkat internalnya sebelum melakukan koordinasi yang lebih luas.

“Setahu saya, cakupan wilayah kerja PLP itu cukup luas tapi kok level kepala kantornya rendah yo,” celetuk Rudie yang diamini Subhan dan Syarif.

Sementara itu, Kasubbag Keuangan Kantor O P Utama Tanjung Perak, Azhar Karim mengatakan, komposisi yang tampil di depan sudah di setting sebelumnya siapa-siapa instansinya. Bahkan kali ini pihak pelayaran yang berkecimpung di kapal Roll On – Roll Off (RORO) juga diakuinya belum bisa mengundangnya.

“Itu kebijkaan, kapan-kapan ae next time,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (2/10/2019).

Sedang, 15 orang nara sumber yang tampil di stage depan terdiri dari perwakilan :
Instansinya dulu
Kodim
Imigrasi Tanjung Perak
Polres Tnjung Perak
Polairud
Dishub Jawa Timur
Syahbandar Tanjung Perak
Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak
Lantamal V
Disnav Surabaya
Pelindo III (Persero)
Balai Besar Karantina Tumbuhan
Bea Cukai
BMKG
Balai kmKarantina Ikan
Poltekpel Surabaya. (RG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ironis, Truk ODOL Action Organda Perak Sebatas Menghimbau Anggota

Share this...FacebookTwitterSURABAYA – Organda Khusus ...