Home » Umum » Ekbis » Progres Proyek Gilimas Pelindo III Ternyata Dibumbuhi Pendekatan Religi
Pimpinan proyek (Pimpro) pelabuhan Gilimas Lombok, Danurwasa (kiri) berikan keterangan progres pembangunan kepada wartawan titikomapost di lokasi.

Progres Proyek Gilimas Pelindo III Ternyata Dibumbuhi Pendekatan Religi

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

LOMBOK – Semangat mengembangkan sektor kepelabuhanan yang diseriusi oleh PT Pelindo III (Persero) di pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) nampaknya tidak main-main apalagi pasca diselimuti dengan bencana alam gempa bumi yang sempat membuat masyarakat down secara psikologis, hal itu dibuktikan terhadap pengerjaan proyek pembangunan pelabuhan Gilimas Lembar yang nantinya akan memback up tingginya antusias para wisatawan manca negara yang akan menikmati keindahan pulau Lombok sebagai salah satu destinasi wisata nusantara dan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui Terminal Cruise dan Terminal Petikemas yang merupakan solusi pengembangan keterbatasan fasilitas yang dimiliki pelabuhan Lembar saat ini.

“Untuk proyek pembangunan terminal Gilmas sesuai kontrak akan dikerjakan selama 20 bulan, namun kita punya terget sendiri akan menyelesaikan lebih awal lagi minimal bisa saving dua bulan sehingga yang tadinya proyek dengan waktu 20 bulan bisa terselesaikan lebih kurang selama 18 bulan,” ujar Pimpro pembangunan terminal Gilimas, Danurwasa kepada titikomapost saat ditemui di lokasi proyek, Rabu (15/11/2018).

Menurut danur, dengan diselesaikannya lebih cepat, harapan kami agar pelindo 3 dapat melakukan penghematan yang luar biasa disatu sisi dan yang kedua dengan terminal Gilimas kami dapat melayani handling petikemas dan melayani Cruise yang notabenenya cruise di pulau Lombok adalah suatu potensi wisata yang sangat luar biasa sekali. Disinilah, Pelindo 3 supporting terhadap peningkatan pariwisata di pulau Lombok khususnya di area Mataram.

“Dan kami berharap juga, dengan hadirnya terminal Gilimas nanti di Lombok masyarakat tidak hanya mengenal Senggigi maupun Gilitrawangan tapi daerah sekitar Gilimas akan meningkat pendapatan daerahnya,” ungkapnya.

Pimpro Proyek pelabuhan Gilimas Lombok, Danurwasa saat menunjukkan tabel progres pekerjaan.

Disamping itu, secara bersamaan dengan jalanya pembangunan pelabuhan Gilimas, lanjut Danur, ditahun ini juga Pelindo 3 juga melakukan berbagai Corporate Sosial responsibility (CSR) untuk meningkatkan taraf hidup penduduk sekitarnya seperti, mendorong masyarakat dengan memberikan pelatihan penguasaan bahasa ingris sehingga masyarakat dapat melayani derasnya arus wisatawan asing nantinya yang melalui pelabuhan Gilimas.

“Pelindo 3 juga memberikan pelatihan tentang home industri yang bertujuan kedepan untuk suporting kawasan wisata di area Gilimas,” imbuh Danur .
Sedang capaian yang telah dilakukan dalam pengembangan pelabuhan yang dilakukan Pelindo 3 dalam pembangunan terminal Gilimas, laki-laki asal Surabaya itu mengaku, pengerjaan jalannya proyek yang tadinya dijadwalkan dalam bulan ini progressnya 44 persen namun kita mampu mengenjot pengerjaannya hingga 57 persen sehingga optimis proyek ini bisa rampung pada tahun 2019.

“Ini adalah salah satu obsesi kami dalam mempercepat terwujudnya pelabuhan era baru di NTB,” katanya.

Danur juga menambahkan, nantinya terminal Gilimas akan memiliki draft -12 LWS, sehingga bisa menampung kapal cruise hingga panjang 362 meter dengan draft 9,3 LWS yang selama ini tidak dapat sandar di pelabuhan Lembar, dimana rata-rata dalam 1 tahun hanya 10 call kunjungan Cruise. Adapun kapasitas lapangan kontainer dapat menampung 200 ribu sampai 300 ribu TEUs.

“Kedepannya dengan promosi dan kesiapan fasilitas pelabuhan diharapkan pertumbuhan daerah NTB makin meningkat,” cetusnya.

Dorong pekerja proyek pembangunan pelabuhan Gilimas dengan penguatan religi

Slogan Utamakan Sholat Keselanatan dan Kesehatan Kerja yang dipampang dalam area kantor Proyek pembangunan pelabuhan Gilimas Lombok.

Dibalik tercapainya upaya percepatan jalannya pembangunan pelabuhan Gilimas Lembar ternyata budaya yang diciptakan di area proyek diberi sentuhan religi disamping tandart keselamatan kerja sesuai dengan aturan yang ada. Hal itu terlihat dari slogan yang dipampang di lingkungan kantor proyek yang mengingatkan dan mewajibkan setiap pekerja dapat mematuhi jam kerja secara profesional antara kerja, ibadah dan istirahat.

“Kami di proyek ini selain mematuhi aturan pelaksanaan K3 juga mendorong para pekerja untuk mengutamakan ibadah melalui himbauan yang dipasang bertuliskan ‘Utamakan Sholat Keselamatan dan Kesehatan Kerja’ dengan harapan dapat memberikan kenyamanan bekerja,” tandas Danur.

Bahkan, Danur mengaku, budaya itu kami bangun agar antara pekerja di area pinggir laut yang cuacanya begitu menyekat menguras energi secara jasmani dapat diimbangi dengan mendinginkan rohaninya sehingga tercapai keseimbangan yang akan berdampak pada suasana kerja yang kondusif.

“Kalau waktunya istirahat yang kita perintahkan untuk istirahat karena disitu juga ada waktu untuk melakukan ibadah bagi yang beragama islam dengan menjalankan sholat fardhu setiap harinya,” ucapnya.

Sementara itu, hal itu nampak sejalan dengan apa yang juga dilakukan di lingkungan kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Lembar dimana penguatan religius dilakukan untuk merubah budaya pelayanan yang lebih baik terhadap masyarakat. KSOP yang notabene sebagai wakil pemerintah untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya pembangunan pelabuhan Gilimas seakan ada kesamaan irama dengan proyek pembangunan Gilimas.

“Dilingkungan kantor KSOP Lembar bahkan kami tegaskan dengan menerbitkan nota dinas yang menghimbau pegawai untuk melakukan sholat berjamaah,” ujar Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Lembar, Capt. M. Hermawan, S.sit. MM.MMar.

Hermawan mengatakan, ini dilakukan dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh SWT dan mendukung efektivitas kerja terutama bagi yang beraga islam agar menghentikan seluruh kegiatan saat Adzan berkumandang dan segera melaksanakan sholat fardhu berjamaah (Dhuhur dan Ashar) di musholah kantor Al. Bahar.

“Bahkan, setiap hari senin setelah apel dilakukan sholat Dhuha berjamaah dan setiap dua minggu sekali selepas sholat Dhuhur diadakan siraman rohani dengan mendatangkan tuan Guru,” katanya.

Sekedar diketahui, proses groundbreaking pembangunan terminal Gilimas telah dilaksanakan pada 05 Juli 2018 lalu. Dan anggaran yang diperlukan untuk membangun terminal Gilimas diperkirakan sebesar Rp1 triliun yang masuk dalam proyek tahun jamak atau multiyears. Sedang kondisi pelabuhan Lembar dengan segala fasilitas yang dimiliki seperti, dermaga Nusantara I mempunyai panjang 165 meter dan lebar 15 meter dengan draf -7 LWS, dermaga Nusantara ll mempunyai panjang 100 meter dan lebar 15 meter dengan draft -6 LWS. Juga ada dermaga Lokal mempunyai panjang 150 meter dan lebar 6 meter dengan drat -5 LWS, dermaga Landing Timur mempunyai panjang 25 meter dam lebar 30 meter serta -3 LWS serta dermaga Landing Barat mempunyai panjang 9 meter dan lebar 5 meter serta -2.5 LWS tentu tidak akan mampu menampung Cruise dimana selama ini kunjungan itu baru bisa dilakukan dengan lego jangkar saja. (RG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak Terima ISO 9001:2015 Dari Lloy’d Register LRQA

Share this...FacebookTwitterSURABAYA – Otoritas Pelabuhan ...