Home » Umum » Sosbud » Budaya & Religi » Segel Dibuka Pelindo 3 Bersedia Dialog Dengan Warga
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Fraksi PKS, Sigit Sosiantomo (tengah) saat pimpin dialog warga Perak dengan Pelindo 3.

Segel Dibuka Pelindo 3 Bersedia Dialog Dengan Warga

SURABAYA – persoalan penggunaan lahan HPL Pelindo 3 di Tanjung Perak yang telah masuk di meja hijau sebagai akibat penyegelan atas tumah-rumah warga nampaknya mulai mencair. Pasalnya, setelah Wakil Ketua Komisi V DPR RI Fraksi PKS memanggil pihak-pihak yang difasilitasi Syahbandar berakhir sepakat untuk bentuk forum dialog.

“Kami sudah memanggil pihak Pelindo 3 dan warga perak dua kali yang akhirnya disepakati dibentuk forum dialog yang digunakan memecahkan masalahnya,” kata Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ir.H. Sigit Sosiantomo, Selasa (7/8/2018).

Menurut Sigit, untuk kali kedua saya datang untuk membantu warga perak yang sedang bermasalah dengan Pelindo 3 terkait masalah lahan Hak Pengelolahan Pelabuhan (HPL) berupa rumah-rumah yang telah lama dihuni dilakukan penyegelan olehnya sehingga masyarakat resah dan wadul ke dewan.

“Yang pertama pada tanggal 3 Agustus saya juga memanggil pihak-pihak lalu dilanjutkan pada hari ini untuk mencari jalan keluar masalahnya. Alhamdulillah setelah berdialog didapat sepakat untuk membuat forum dialog antara keduanya,” jelas Sigit.

Namun, soal itu yang sudah bergulir di meja hijau, Sigit mengaku tidak bisa ikut sampai sejauh itu. Menurutnya, dia hanya sebatas memediasi antara keduanya agar dapat berdialog, karena selama ini Pelindo 3 menutup diri.

“Setelah kita panggil akhirnya bisa berkomunikasi kedua belah pihak yang difasilitasi syahbandar Tanjung Perak,” akunya.

Selebihnya, lanjut Sigit, dia akan tetap memantau sejauhmana keduanya bisa duduk bersama berdialog tanpa harus dengan jalan kekerasan dengan aksi di jalan.

“Saya akan pantau terus masalah ini sampai masyarakat bisa menerima apa yang dihasilkan nanti dalam forum karena ini masih panjang,” tandas Sigit dari fraksi PKS dapil Surabaya -Sidoarjo itu.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Amiruddin mengaku, bahwa dirinya hanya membantu untuk memfasilitasi dengan menghadirkan pihak Otoritas Pelabuhan, Pangkalan PLP dan warga yang ditengahi dewan.

“Saya hanya memberikan tempat untuk berkomunikasi karena disini tempat yang netral,” tutur Amiruddin.

Karena dalam dialog warga itu, Amiruddin menambahkan, dirinya murni membantu tempat aja sebab undangan yang ditujukan kepada PT Pelindo 3 dilakukan oleh dewan.

“Yang mengundang itu DPR bukan kita,” tegasnya.

Sementara itu, persoalan sengketa antara warga Perak dengan Pelindo 3 sudah masuk tahap persidngan. (RG)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Baca Juga

Kabarnya, Ada Pengembangan Telepon Pintar Berfungsi Sebagai AIS Kapal

MASYARAKAT PELRA GRESIK SANGAT MENUNGGU ...