Ledakan Dahsat Mako Brimob Warga Sebut Diduga Ada 10 Korban Jiwa  

196
Ledakan Dahsat Mako Brimob Warga Sebut Diduga Ada 12 Korban Jiwa
Mako Brimob Polda Jatim di Jalan Gresik, Surabaya tampa ada polis line di depan gerbang pasca kejadian ledakan, Senin (4/3/2024).

titikomapost.com, SURABAYA – Ledakan yang terjadi di Mako Brimob Polda Jatim di Jalan Gresik, Surabaya meski disebut tidak ada korban jiwa, hanya materiil saja. Namun, ada warga yang mengatakan bahwa diduga 12 orang jiwa menjadi korban akibat kejadian itu.

“Alhamdulillah sementara tidak ada korban jiwa. Kerugian materiil kantor, sama satu mobil GranMax yang berisi perlengkapan untuk meledakan,” ungkap Kapolda Jatim, Irjen Pol Imam Sugianto seperti yang di ungbah di beberapa media, Senin (4/3/2024).

Kapolda Jatim Imam menjelaskan bahwa ledakan itu terjadi di Kantor Subden Jibom Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Jatim, sekitar pukul 10.19 WIB.

“Ledakan berasal dari sisa-sisa temuan bahan peledak yang akan dimusnahkan atau didisposal. Masuk dalam kategori low explosive,” tegasnya.

Atas peristiwa itu, saat ini tim dari Brimob, Polda Jatim dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak sedang mengamankan dan bekerja di lokasi.

“Tim sedang bekerja, dari Labfor didampingi oleh Gegana sendiri sedang olah TKP, termasuk dibackup Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak,” terang Imam.

Baca Juga  Fenomenal, Pondok Manggala Bak Pantai di Tengah Kota Surabaya Dengan Mangrovenya

Namun, terpisah, salah satu warga yang kesehariannya mengajar di jalan Sampurna, Ali Imron menyampaikan tanggapan atas insiden ledakan di Mako Brimob jalan Gresik, Surabaya kepada salah satu radio swasta Surabaya yang sedang siaran langsung bahwa dirinya mengaku mendapat informasi dari keluarga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.

“Saya tadi kan ngajar. Ngajar di daerah dekat situ jalan Sampurna sempat ada guncangan, terus saya telpon adek tanya ada apa, dan dijawab di asrama Brimob ada ledakan dahsat,” ujarnya dalam siaran langsung radio SS siang pukul 13.35 WIB yang dikutip titikomapost.com saat mendengarkan siaran tersebut.

Ali mengaku, kebetulan adiknya mendapat istri yang orang tuanya anggota dan tinggal di asrama Brimob. Ada informasi yang begitu dahsat yang mengakibatkan pos hancur, masjid, dan ada korbanya juga.

“Korbannya sih belum tahu jumlahnya yang pastinya. Cuman, dengar-dengarnya tadi ada korban luka sekitar 10 an orang, meninggal ada 2 orang apa,” katanya yang mendapat kabar dari keluarganya via telpon sekitar lima belas menit lalu sebelum menyampaikan ke SS.

Baca Juga  Hujan Lebat, Pagesangan Tergenang Karang Pule Terendam Air Hingga 1 Meter

Saat dikonfirmasi sama penyiar, korban yang dimaksud berasal dari unsur apa, Ali Imron menegaskan bahwa kalau pastinya bilang keluarganya adalah anggota (anggota polisi.red).

“Billangnya sih anggota yang tinggal disitu. Dan asrama kemungkinan ada kerusakan karena ledakannya begitu dahsat katanya,” imbuh Ali.

Senada, dari pengakuan warga sekitar mengatakan bahwa ledakan Mako Brimob Polda Jatim di Jalan Gresik, Surabaya disebut terjadi tiga kali.

Johan, warga setempat mengatakan, ledakan pertama terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, disusul dua ledakan beruntun hingga asap naik di udara.

“Saya lagi tiduran di rumah, terdengar dentuman keras (ledakan) pertama, saya kira ban truk meletus. Saya keluar, lalu meledak lagi dua kali,” ungkap pemuda 20 tahun itu kepada mili.id, Senin (4/3/2024) siang

Menurut Johan, setelah ledakan ketiga berhenti, ada asap pekat berwarna biru yang keluar dari Mako Brimob. Dia dan warga lain panik berlarian ke luar rumah.

“Asapnya itu pekat, pengendara disuruh berhenti atau putar balik. Di situ, warga keluar rumah dikira ada gempa bumi terjadi. Sebab puing-puing reruntuhan juga menghujani rumah-rumah,” papar Johan.

Baca Juga  Jasa Raharja dan RSAU dr Efram Harsana Tandatangani Komitmen Bersama

Dia baru menyadari bahwa ada tiga ruas ventilasi kaca rumahnya yang pecah akibat kerasnya ledakan.

“Jarak rumah lumayan dekat, sekitar 80 meteran dari mako. Dari ledakan terjadi, banyak puing-puing genting serta kayu yang menimpa rumah warga,” papar Johan.

Sementara itu, kondisi di tempat kejadian dan sekitar Mako Brimob jalan Gresik dilakukan stirilisasi dengan dipasang garis polisi untuk kepentingan proses identifikasi dan olah TKP. (RG)

 

Titikomapost.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE