Mariners Ajak Insan KSOP Tanjung Perak Dan Warga Donor Darah Di Atas Rumah Sakit Terapung

86
Mariners Ajak Insan KSOP Tanjung Perak Dan Warga Donor Darah Di Atas Rumah Sakit Terapung
Kepala KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun di dampingi Direktur Utama PT Pelindo Marine Service, Warsilan saat ikutdalam aksi donor darah di atas RS Terapung KlM Kstaria Airlangga di Dermaga KSOP Tanjung Perak, Kamis (11/7/2024).

titikomapost.com, SURABAYA – Lebih dari 250 pendonor mengikuti aksi sosial Mariners Peduli Donor Darah Di Atas Kapal Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) di Dermaga kapal negara KSOP Tanjung Perak, Kamis (11/7/2024).

Mariners sebutan insan PT Pelindo Marine Service (PMS) mengadakan aksi sosial berkolaborasi lintas instansi, perusahaan, universitas, hingga komunitas masyarakat. Mulai dari employee social responsibility pegawai grup usaha BUMN Pelindo di Surabaya, Pelindo Digital Squad, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, PMI Kota Surabaya, Reblood, Blood 4 Life, RS Dr. Soetomo, Universitas Airlangga, dan Institut Sepuluh Nopember Surabaya.

Direktur Utama PT Pelindo Marine Service, Warsilan, dalam sambutannya menyebutkan bahwa Pelindo Marine berupaya mengemas aksi sosial Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan lebih kreatif dan kolaboratif.

“Upaya kreatifnya dengan menghelat aksi donor darah di atas fasilitas kapal rumah sakit terapung. Ini menjadi pengalaman unik yang menggaet banyak calon pendonor darah baru. Terutama dari generasi muda, yang kebanyakan usia kuliah dan pekerja mula. Untuk upaya kolaboratifnya yakni dengan melibatkan berbagai lintas instansi, perusahaan, universitas, hingga komunitas masyarakat, serta menggaet partisipasi pegawai Pelindo pada aksi TJSL perusahaan sebagai wujud employee social responsibility (ESR),” jelasnya.

Baca Juga  Sukses Bawa Mitra Binaan ‘Rumah Sandal Geulis’ Go Internasional, Jasa Raharja Raih Predikat Gold dalam Ajang Bina Mitra UMKM Award 2024

Pada aksi sosial yang kental dengan suasana kolaborasi tersebut, Warsilan bersama Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Surabaya, dr. Martono Adi Trijogo, mendampingi langsung Kepala KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, mendonorkan darahnya. Agustinus Maun mengungkapkan, semangat dalam aksi donor darah tersebut merupakan bukti nyata sinergi komunitas maritim dalam membangun bangsa dari sisi kemanusiaan.

“Jadi sinergi komunitas maritim bukan hanya pada sisi ekonomi, karena pelayaran laut sebagai tulang punggung logistik negeri. Tetapi juga dalam menciptakan komunitas maritim yang berkontribusi sosial pada pembentukan ekosistem bangsa yang sehat menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap Agustinus Maun.

Di tempat yang sama, dr. Martono Adi Trijogo mengatakan, aksi donor darah yang digelar Pelindo Marine sangat tepat. Karena langsung menargetkan dengan jumlah yang signifikan untuk membantu pemenuhan kebutuhan stok harian kantong darah.

“PMI Kota Surabaya dalam sehari membutuhkan sekitar 400 kantong darah. Dan trennya pada masa liburan sekolah dan universitas ini menurun stoknya. Terlebih ada gelaran (ajak sepak bola) Euro Cup yang membuat banyak orang ‘begadang’ (sehingga kurang tidur dan tidak fit untuk donor). Aksi donor darah Pelindo Marine sangat membantu pasokan, dalam sehari pendonor dari berbagai instansi, perusahaan, dan lembaga pendidikan bisa langsung donor bersama. Jadi efektif dan efisien,” jelasnya.

Baca Juga  Inovasi Pelayanan Samsat Keliling di Rumah Sakit Umum Kaliwates

Sementara itu dalam agenda yang sama, Direktur RSTKA dr. Agus Harianto, mengapresiasi aksi kolaborasi sosial yang dikoordinir oleh Program TJSL Pelindo Marine tersebut.

“Sebuah kehormatan besar bagi RSTKA dipercaya oleh Pelindo dan Pelindo Marine untuk yang ketiga kalinya menjadi mitra penyelenggaraan aksi sosial donor darah. Kita bisa melakukannya karena dipersatukan dengan satu misi yaitu, cinta kasih dan kemanusiaan. Agenda donor darah ini sekaligus mengenalkan ke masyarakat tentang inisiatif RSTKA akan berlayar untuk misi kemanusiaan Percepatan Eliminasi TBC 2030 ke pulau-pulau terpencil seperti Sapeken, Kangean, Masalembu, dan hingga ke gugusan Nusa Tenggara Barat,” pungkasnya. (RG)

Titikomapost.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE