UPT Hubla Jatim Melalui KSOP Tanjung Perak Kirim Perdana Bantuan 9 Ton ke Aceh

73
UPT Hubla Jatim Melalui KSOP Tanjung Perak Kirim Perdana Bantuan 9 Ton ke Aceh
Perwakilan UPT Hubla Jawa Timur , masyarakat Maritim, dan pecinta alam Gimbal Alas saat melepas bantuan bencana ke Aceh dengan menggunakan kapal KN Grantin P211 dari Dermaga Jamrud pelabuhan Tanjung Perak, Kamis (11/12) 2025).

MASIH ADA 20 TON BANTUAN DIRENCANAKAN AKAN DIKIRIM MENGGUNAKAN KM. NGAPULU

TITIKOMAPOST.COM, SURABAYA –  Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Hubla) melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak mengkoordiner dan menyalurkan bantuan perdana sebanyak 9 ton untuk korban bencana  alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dari UPT Hubla Jawa Timur (Jatim), masyarakat maritim serta dari pecinta alam Gimbal Alas yang dikirim menggunakan Kapal Negara milik Pangkalan PLP Tanjung Perak KN. Grantin P211, Kamis (11/12/2025).

UPT Hubla Jatim Melalui KSOP Tanjung Perak Kirim Perdana Bantuan 9 Ton ke Aceh
Insan UPT Hubla Jatim melepas keberangkatan perdana bantuan kemanusiaan ke Aceh 9 Ton beebagai kebutuhan melalui KSOP Tanjung Perak, Kamis (11/12/2025).

Aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas insan transportasi laut, khususnya 5 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Hubla di Wilayah Koordinasi Jawa Timur serta masyarakat maritim di lingkungan Pelabuhan Tanjung Perak bersama pecinta alam Gimbal Alas yang juga turut menyalurkan bantuan dan mengirim 11 orang anggotanya bersama KN Grantin P 211 bertolak dari Tanjung Perak menuju Kuala Langsa Provinsi Aceh.

“Bantuan dikumpulkan melalui koordinasi bersama UPT Ditjen Hubla se-Jawa Timur dan unsur maritim terkait, adapun bantuan berupa kebutuhan bahan pokok, selimut, sarung, perlengkapan sanitasi, dan air mineral yang sangat dibutuhkan pada daerah terdampak bencana,” ujar Kepala KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, ST. MT yang diwakili Capt. Mustamin selaku Plh sesaat setelah melepas keberangkatan KN. Grantin P 211 di Dermaga Jamrud Pelabuhan Tanjung Perak, Kamis (11/12/2025) pagi.

Baca Juga  Pelabuhan Gresik Catat Capaian Kinerja Positif Tahun 2025 

Capt. Mustamin menjelaskan, pengiriman bantuan aksi peduli bencana yang perdana ini kami lakukan secara hasil kolaborasi dengan Pangkalan PLP Tanjung Perak yang menyiapkan armada kapalnya KN Grantin P. 211 untuk digunakan mengangkut bantuan yang selanjutnya akan disalurkan ke Kuala Langsa Provinsi Aceh.

“Hari ini pengiriman bantuan perdana sebanyak 1 ton dikirim menggunakan kapal Pangkalan PLP Tanjung Perak KN. Grantin. Selanjutnya, nanti akan ada pengiriman kembali sekitar 20 ton menggunakan kapal Pelni KM. Ngapulu, “ terangnya.

Sedang, bantuan tersebut terdiri dari berbagai jenis kebutuhan pokok, antara lain: 1. Beras : 2.290 kg

2. Mie instan : 264 dos

3. Minyak goreng : 120 dos

4. Snack : 48 dos

5. Sarung :  270 pcs

6. Selimut 68

7. Baju 126 pcs

8. Pampers :26  dos

9. Pembalut : 28 dos

10. Perlengkapan mandi : 13 dos

11. Susu : 15 dos

12. Pakaian dalam139 dos

13. Obat – obatan : 2 dos

14. Paket sembako :  30 paket

15. Air mineral 1.020 dos

Baca Juga  KSOP Gresik 2026 Maksimalkan BMN Tingkatkan Produktivitas Pegawai

16. Penampung air : 4 unit

17. Filter air : 4

18. Hand sanitizer : 1 dos

19. APD : 1 dos

20. Pakaian anak : 3 dos

21. Pakaian daster : 3 dos

22. Perlenkapan sholat : 38 pvs

KSOP sangat menngapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam aksi sosial ini.

“:Sinergi antar-UPT Ditjen Hubla dan stakeholder pelabuhan menjadi bukti kuat bahwa solidaritas masyarrakat maritim Indonesia dalam meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana sangat luar biasa, ” ungkapnya.

Menambahkan, Kabag TU/Humas KSOP Utama Tanjung Perak, Yatina mengatakan, kegiatan ini merupakan kerja sama antar semua UPT Perhubungan Laut, stakeholder dan masyarakat maritim se Jawa Timur.

“Ini merupakan bentuk kebersamaan antara lembaga di lingkungan pelabuhan, masyarakat maritim se Jawa Timur dan para relawan dari perkumpulan pencinta alam Gimbal Alas,” katanya.