
Angin Kencang Dan Ombak Geser MT Abigail W Dari Posisi Labuh Saat Hendak Muat ke Tepi Pantai
TITIKOMAPOST.COM, LAMONGAN – Kuatnya ombak dan angin kencang yang terjadi akhir-akhir ini membuat kapal MT Abigail W GT.1738 tak bergeming dari posisi kandas akibat terhempas dari posisi labuhnya saat menunggu waktu muat di TPPI Lamongan. Hal itu membuat pihak KSOP Tanjung Pakis berjibaku selama sepekan mengawal proses upaya membawa kapal kembali ketengah.
Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Pakis, Capt. Subuh Fakkurochman mengatakan bahwa kapal MT. Abigail W hingga saat ini belum bisa lolos dari kondisi kandas di pantai Panduri akibat terseret ombak dan angin kencang saat labuh menunggu waktu rencana muat bahan bakar minyak atau BBM.
“Hari ini masih di laksanakan evakuasi dengan menggunakan 2 Tunda TB Mitra Anugrah 27 dan TB Ratu Harbour, namun belum juga bisa lolos,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).
Meski kapal dalam posisi kosong muatan, lanjut Capt. Subuh, karena air belum mendukung, ditambah lagi posisi kandasnya terlalu kedalam membuat kapal tanker milik PT PTK yang kandas sejak tanggal 21 Januari 2026 itu belum juga bisa lepas dari duduk manisnya di tepian pantai Pandur, Lamongan.
“Evakuasi terkendala dengan anomali cuaca yang kurang mendukung (cuaca buruk),” terang Capt. Subuh.
“Bahkan, saat ini petugas ksop berada di TB Ratu Harbour untuk suport evakuasi,” imbuhnya.
Menurut Capt. Subuh, atas insiden yang dialami Kapal MT Abigail W dengan kru 15 orang yang datang dari merak dengan rencana melakukan pemuatan BBM yang akan dibawa berlayar menuju Banjarmasin itu tidak ada potensi mencemari lingkungan sekitar kapal dalam posisi kandasnya.
“Kapal memang kosong karena rencana mau muat di TPPI. Kapal datang dari merak rencana muat bbm tujuan banjarmasin,” ucapnya.
Capt. Subuh juga menambahkan, atas kejadian itu pihaknya telah menyiagakan personilnya untuk memastikan jalannya evakuasi dengan harapan dapat berjalan dengan baik, dan kapal tidak berdampak negatif terhadap lingkungan sekitar.
“Dampak kejadian itu tidak menimbulkan potensi pencemaran,” tandasnya.
Sedang, hal yang sudah dilakukan KSOP Tanjung Pakis dalam insiden kandasnya MT. Abigail W, yaitu:
1. Tanggal 22, rapat kordinasi dengan instansi terkait rencana evakuasi;
2. Tanggal 23 pagi pelakasanaan evakuasi sampai dengan sekarang;
3. Dalam hal ini, KSOP juga melibatkan Polair, TNI AD, PT . VUBA, PT PPL, PT PTK dan masyarakat sekitar.
Pada prinsipnya, Capt. Subuh menyebut, upaya evakuasi akan dilakukan secara maksimal. Selain itu, pihak KSOP juga telah memberi imbauan kepada semua kapal untuk mencermati cuaca yang ada demi keselamatan pelayaran.
“Diusahakan secepatnya dengan memperhatikan pasang surut dan cuaca, “ pungkasnya. (RG)



























