KSOP  Tanjung Perak Belum Declare Jamrud Selatan  Aman Pasca Kejadian KM. Pasific 88

39
KSOP  Tanjung Perak Belum Declare Jamrud Selatan  Aman Pasca Kejadian KM. Pasific 88
Pengangkatan kontainer terakhir muatan KM. Pasific 88 yang tenggelam di kolam Jamrud Selatan, Jum'at (6/2/2026).

TITIKOMAPOST.COM, SURABAYA – KSOP Utama Tanjung Perak belum mencabut Notice to Mariners (NtM) yang dikeluarkan dari hari Rabu 4 Februari 2026 terkait kewaspadaan bagi kapal-kapal yang berada di kolam pelabuhan Tanjung Perak mengingat kontainer muatan KM Pasific 88 yang terhambur ke laut dalam proses evakuasi.

Setelah pengangkatan kontainer terakhir yang dilakukan pagi tadi sekira pukul 09.30 WIB, selanjutnya KSOP Tanjung Perak akan mendeclare bahwa perairan Jamrud Selatan aman dari obstacle dari benda yang berada di bawah air yang dapat membahayakan kapal yang melintas.

“NTM masih diberlakukan. Belum kita declare, masih discan sonar. Sebenarnya kanan-kirinya sudah dipastikan, Cuma dilakukan  kroscek ulang dengan diselami guna memastikan biar betul betul clear,” kata Arizal Hendriawan, Kabid P2 KSOP Utama Tanjung Perak saat ditanya kepastian status perairan Jamrud Selatan aman dari obstacle.

Setelah semuanya bisa dipastikan perairan Jamrud Selatan aman khususnya dari kontainer KM. Pasific 88 yang berada di dasar laut, selanjutnya pihak KSOP Tanjung Perak akan membuat pernyataan bahwa perairan itu aman untuk pelayaran.

Baca Juga  Silaturahmi Insan PPLP Tanjung Perak Dengan Wredatama Bukti Kuatnya Jiwa KPLP

“Kita pastikan dulu aman bersih perairannya nanti di declare,” tandas Arizal.

Sementara itu, seorang petugas di lapangan yang sempat disapa titikomapost.com mengatakan bahwa dirinya berharap declare Jamrud Selatan malam ini juga bisa diberikan oleh KSOP Tanjung Perak  mengingat antrian penyandaran kapal khususnya di Jamrud Selaran dan Kade Perak dapat berjalan seperti sediakala.

“Semoga malam ini bisa di declare setelah pengangkatan kontainer terakhir agar oprasional kapal di JS dan Surabaya Veem jalan,” harapnya yang engan disebut namanya, Jum’at (6/2/2026).

Tongkang sandar di Dermaga Jamrud Selatan belum bergerak menunggu alur dinyatakan aman oleh KSOP Pasca kecelakaan laut KM. Pasific 88

Seperti diketahui, pasca kejadian terhamburnya kontainer di Jamrud Selatan pelabuhan Tanjung Perak, Senin (2/2/2026) dini hari, pengangkatan kontainer muatan KM. Pasific 88 yang berada di dalam laut satu per satu diangkat oleh pihak Pelindo yang dalam hal ini PT SPMT berjibaku non stop 24 yang sebelumnya dilakukan pengamatan dari permukaan dengan menggunakan scan sonar untuk menentukan keberadaan kontainer yang tenggelam, dan kemudian dipastikan dengan penyelaman oleh penyelam.

Dari jumlah keseluruhan kontainer yang berada diatas deck kapal KM. Pasific 88 berjumlah 107, dan sisa 2 kontainer yang tidak mengganggu. Ada 40 kontainer dievakuasi dari on deck, 38 kontainer dievakuasi dalam posisi mengapung saat kejadian. Sedang 27 kontainer dievakuasi dari hasil penyelaman.

Baca Juga  Komitmen Jaga K3 di Pelabuhan Pelindo Regional 3 Terima Penghargaan Gubenur Jatim

Dampak dari kejadian KM. Pasific 88, Jamrud Selatan praktis tidak bisa beraktivitas yang menyebabkan perubahan jadwal penyandaran kapal yang sudah ditetapkan sebelumnya. Tiga kapal RORO harus dialih sandarkan di dermaga Jamrud Utara dan dermaga Mirah.

Bahkan, pantauan di lapangan ada tongkang  yang belum bisa bergerak karena terjebak keadaan evakuasi muatan KM. Pasific 88  yang belum tuntas, dan menunggu pernyataan aman dari pihak KSOP untuk kapal melintas.

“Tongkang sudah siap tapi terkendala alur belum di declare oleh KSOP jadi  kapal belum bisa gerak,” ucapnya yang dibenarkan oleh petugas. (RG)