
DIRUT TTL DAVID JANJI GANTI SOLAR KEMACETAN TERKESAN HANYA OMON OMON
TITIKOMAPOST.COM, SURABAYA – Kejadian berulang masih kerap terjadi antrian panjang yang tak wajar hingga membuat para sopir trailer yang antri mengular mengumpat sebagai luapan kekesalan atas tidak profesionalnya Terminal Teluk Lamong atau TTL. Lucunya hal itu diakui oleh pihak terminal yang mengklaim telah melakukan pembenahan maupun inovasi.
David Pandapotan Sirait, Direktur Utama PT. Terminal Teluk Lamong terkesan hanya omon-omon doang. Pasalnya, baru hari Rabu (20/5) kemarin menyatakan dalam sebuah forum bahwa pihaknya telah melakukan perubahan banyak hal guna mendukung operasional terminal demi layanan prima, nyatanya Jum’at (22/5) pagi hingga sekitar sejam suasa akses masuk TTL gaduh penuh dengan gerutuan para supir trailer yang harus antri. Bahkan antrian hingga memaksa trailer berputar jauh menaiki flyover yang belum berfungsi meski sudah diresmikan hingga akses keluar terminal jadi antrian lawan arah.
‘Bila ada masukan kita akan catat supaya lebih lancar,” ujar David dalam forum yang ingin mestikan layanan TTL berjalan dengan baik.
“Kita optimalkan alat alat bisa melayani Resiving delivery demi tidak mengantri sampai keluar jalan nasional,” ucap David.

Pada kesempatan di Forum yang juga dihadiri instansi terkait dan Dirut TPS itu, David juga mengaku kalau dari Teluk lamong boleh dibilang itu optimalisasi, belum ada aset aset yang baru. Namun demikian bukan berarti kita tidak menambah alat, tapi optimalisasi alat yang ada di Pelindo group. Contoh, di sieway pelayanan dilapangan kita akan menambahkan dia RTGC khususnya sieway internasional yang direncanakan bulan Juni-Juli tahun ini sudah datang.
“Sambil menunggu kita kolaborasi dengan stakeholder menambahkan Ridstaker baru supaya lebih efisien. Bahkan tarif masih tetap,” jelas David.
“Kita sudah transformasi. Di bongkar muat sudah elektrifikasi, di sieway sudah elektrifikasi, hanya di truk saja yang belum,” imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang pelaku usaha logistik mengaku bahwa kemarin itu dalam sebuah forum pak David (Dirut TTL. Red) sempat salah omong yang menyinggung masalah ibadah gratis yang direspon seru oleh peserta yang hadir dengan mengatakan masak ibadah bayar.
“Kalau…bayar, ya emang gratis, kalau solar gratis ok,” katanya menirukan teriakan audien dalam forum itu yang juga direspon David “Bolehlah kalau solar seliter dua liter buat itu,” ujar David yang menyanggupi atas keluhan bila terjadi kemacetan yang membuat antrian panjang akibat sistem error di TTL.
Terpisah, salah seorang supir yang enggan menyebutkan namanya dengan gambaran muka asem menggerutu kerugian supir akibat antrian masuk TTL. Bahkan, dia sempat mengumpat dengan kalimat kasar saat pegang kemudi reaksi kesal akan kehilangan BBMnya atas kemacetan ini yang harus ditanghungnya.
“Pelabuhan koyo… Terus kapan bongkar diumet-umetno koyo gatak (diputar-putarkan terus. Solare melok sopo (solarnya ikut siapa.red Jawa),” umpatnya saat membawa trailer nya sambil memutari flyover TTL, Jum’at (22/5/2026).
Senda, salah seorang pengurus juga mengeluh akan layanan Teluk Lamong akibat hal serupa terjadi berulang-ulang meski sudah sering pengguna jasa menyampaikan keluhan.
“Pelabuhan ngelu. Diberi masukan/saran sama saja, pengaduan protes juga sama saja. Muter-muter seperti kitiran (Baling-baling.Jawa.red),” katanya.
Sedang, Humas PT. Terminal Teluk Lamong, Dahlia saat dikonfirmasi lewat pesan whatsapp enggan merespon meski membacanya. (RG)

























