Kualitas “Seng Ada Lawan” Yakinkan Anggota Aklamasi Dapuk Stenven Nakhodai Kembali DPC INSA Surabaya

43
Kualitas “Seng Ada Lawan” Yakinkan Anggota Aklamasi Dapuk Stenven Nakhodai Kembali DPC INSA Surabaya
Dewan pimpinan Cabang Indonesian National Shipowners Association (INSA) Cabang Surabaya menggelar rapat anggota cabang (RAC) tahun 2026 di hotel JW Mariot Surabaya, Jum'at (31/7/2026)

TITIKOMAPOST.COM, SURABAYA – Dewan pimpinan Cabang Indonesian National Shipowners Association (INSA) Cabang Surabaya menggelar rapat anggota cabang (RAC) tahun 2026. Selain agenda membahas suksesi INSA kedepan juga pemilihan ketua DPC yang diselenggarakan di Hotel JW Mariot Surabaya, Jum’at (31/7/2026).

Bagi dunia usaha pelayaran, keputusan yang lahir dari rapat anggota cabang yang digelarnya tidak hanya menentukan arah organisasi, tetapi juga menjadi pijakan untuk memperkuat daya saing industri maritim nasional di tengah perubahan ekonomi global.

Kepercayaan 168 anggota akhirnya kembali bermuara kepada Stenvens Handry Lesawengen melalui mekanisme aklamasi, Ia di dapuk untuk yang kesekian kali sebagai nakhoda DPC INSA Surabaya masa bakti 2026–2031 yang sekaligus menjadi periode keempat kepemimpinannya di organisasi pelayaran besar yang menjadi sarang kaum borju Jawa Timur tersebut. Proses pemilihan berlangsung dalam suasana kondusif dan penuh semangat kebersamaan, dan berjalan lancar hingga akhir acara.

RAC INSA Surabaya juga dihadiri jajaran pejabat pemerintah serta para pemangku kepentingan sektor kepelabuhanan dan logistik, diantaranya Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Bea Cukai, Direktur Eksekutif Pelindo Regional 3, hingga perwakilan berbagai asosiasi pelabuhan seperti APBMI, Gafeksi, GPEI, GINSI, dan Organda.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi gambaran bahwa posisi DPC INSA Surabaya tidak hanya penting bagi dunia usaha pelayaran, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung ekosistem logistik nasional yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Jawa Timu

Baca Juga  TENGGELAMNYA KMP VIRGO TRANSPORT 8 SERET 4 TERSANGKA, NAKHODA TERANCAM 10 TAHUN PENJARA

Ketua DPC INSA Surabaya, Stenvens Handry Lesawengen mengatakan, industri pelayaran tidak hanya berbicara mengenai aktivitas mengangkut barang dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain. Lebih dari itu, transportasi laut merupakan urat nadi yang menjaga konektivitas antarpulau sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia sebagai negara kepulauan.

“Pelayaran adalah kekuatan yang mempersatukan sekaligus melindungi kedaulatan bangsa. INSA hadir untuk menyatukan dan melindungi segenap potensi maritim negeri. Setiap detik, organisasi ini menciptakan pertumbuhan ekonomi. INSA bisa berdiri dan berkembang tanpa pihak lain, namun banyak pihak yang tidak dapat berjalan tanpa dukungan INSA,” ujar Stenvens saat menyampaikan laporan pertanggungjawaban di hadapan ratusan anggota sebagai tanda akhir dari kepemimpinannya.

Kepercayaan yang kembali diberikan anggota melalui mekanisme aklamasi menjadi modal penting bagi Stenven untuk melanjutkan program-program strategis organisasi. Ia menilai tantangan dunia pelayaran ke depan akan semakin kompleks seiring meningkatnya tuntutan efisiensi, digitalisasi layanan, serta persaingan industri logistik yang semakin ketat.

“Pelayaran bukan sekadar aktivitas bisnis, melainkan instrumen yang menjaga konektivitas ribuan pulau sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia,” imbuh Stenven.

Usai ditetapkan kembali sebagai Ketua DPC INSA Surabaya periode 2026–2031, Stenven menegaskan komitmennya untuk menjaga soliditas organisasi sekaligus memperkuat kemitraan dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan di sektor maritim.

Baca Juga  KSOP GRESIK SELIPKAN K3 DISELA NOBAR TIMNAS LAWAN THAILAND

“Ke depannya, Route map saya INSA akan tetap eksis menjadi supporting, dan menjaga eksistensinya pada anggota semua serta memastikan kedaulatan ekonomi tetap terjaga,” tandasnya.

Menuju 2031, INSA Menatap Era Baru Industri Maritim

Kepercayaan yang kembali diberikan kepada Stenven bukanlah garis akhir sebuah RAC, melainkan awal dari babak baru bagi DPC INSA Surabaya dalam menjawab tantangan industri maritim yang terus berubah. Di tengah ambisi Indonesia memperkuat posisinya sebagai negara maritim, keberhasilan organisasi ini kelak tidak hanya diukur dari soliditas internalnya, tetapi juga dari sejauh mana mampu mendorong efisiensi logistik, memperkuat daya saing pelayaran nasional, dan menjaga denyut perdagangan yang menggerakkan perekonomian Jawa Timur

Menurut salah satu orang penting di Pelayaran Tanto Inti Line itu, organisasi hanya akan kuat jika mampu mengakomodasi seluruh kepentingan anggota. Karena itu, penyusunan kepengurusan baru akan dilakukan secara inklusif dengan melibatkan berbagai perusahaan anggota, baik perusahaan besar maupun pelaku usaha lainnya, sehingga setiap kebijakan yang diambil benar-benar merepresentasikan kebutuhan dunia pelayaran.

“Dalam jangka pendek, DPC INSA Surabaya akan membentuk struktur kepengurusan yang kredibel dengan melibatkan representasi perusahaan-perusahaan anggota. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sinergi internal sekaligus memastikan setiap kebijakan organisasi lahir dari aspirasi seluruh anggota,” jelas Stenven.

Baca Juga  SASAR SANTRI KSOP KALIANGET EDUKASI KESELAMATAN PELAYARAN

Selain itu, Stenven mengungkapkan bahwa anggota DPC INSA Surabaya sebagai penggerak sedikitnya 11 sektor bisnis maritim yang saling terintegrasi Sesuai PM 59 tahun 2021 melahirkan 11 jasa usaha terkait, diantaranya PBM, Freight forwarder,  teli mandiri, keagenan kapal, perbaikan kapal dan sebagainya.

“Tapi yang paling besar diantara itu perusahaan bongkar muat (PBM)

Rekam jejak DPC INSA Surabaya dalam kancah nasional maupun internasional menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan tersebut. Pada 2022, organisasi ini pernah menjadi bagian dari delegasi maritim Indonesia dalam forum International Maritime Organization (IMO), yang menunjukkan keterlibatan aktif pelaku usaha pelayaran nasional dalam mendukung kebijakan kemaritiman di tingkat global.

Ke depan, organisasi menargetkan penguatan posisi INSA sebagai mitra strategis pemerintah melalui percepatan digitalisasi layanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perluasan kerja sama dengan kalangan akademisi dan dunia pendidikan. Kolaborasi tersebut diharapkan melahirkan inovasi yang mampu menjawab perubahan industri pelayaran yang semakin dinamis.

Bagi DPC INSA Surabaya, tantangan lima tahun mendatang bukan hanya menjaga keberlangsungan organisasi, melainkan memastikan sektor pelayaran nasional tetap kompetitif di tengah perubahan lanskap perdagangan global. Efisiensi logistik, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia akan menjadi fondasi untuk memperkuat daya saing maritim Indonesia. (RG)