LOLOS X-RAY TERMINAL TELUK LAMONG MUATAN BARANG BERBAHAYA MEMBARA DIATAS KAPAL

186
LOLOS X-RAY TERMINAL TELUK LAMONG MUATAN BARANG BERBAHAYA MEMBARA DIATAS KAPAL
Petugas Terminal Teluj Lamong lakukan pembasahan kontainer isi arang batok setelah diturunkan dari atas MV AS Carolina di area seaway Teeminal Teluk Lamong.

TITIKOMAPOST.COM, SURABAYA – Dugaan sementara satu dari enam muatan kontainer berupa arang batok (shell charcoal) yang di  ekspor oleh shipper PT King Charcoal Internasional dengan menggunakan MV AS Carolina berahir dipaksa kembali ke pelabuhan asal Terminal Teluk Lamong, Surabaya dalam pelayaran menuju China. Pasalnya, kontainer yang berisi arang batok karungan tersebut membara hingga mengeluarkan asap meski lolos dari X-Ray yang ada di Teluk Lamong.

Salah satu petugas dari KSOP yang ditemui titikomapost.com membenarkan bahwa kontainer bermuatan arang batok milik PT PT King Charcoal Internasional kategori barang berbahaya (Dangerous goods) golongan empat mengalami perubahan kondisi hingga berasap yang diduga akibat bungkus seperti alumunium foil yang menampung panasnya suhu wilayah Surabaya seperti saat ini.

“Meski sudah dilakukan pembasahan dengan membuka tutup kontainer yang dilakukan di area dengerous goods, baranya masih kuat karena asap masih keluar,” ujar Bara salah satu petugas KSOP Utama Tanjung Perak, jum’at (21/8/2026) malam.

Kondisi arang batok yang sudah di basagi dikeluarkan dari dalam kontainer di area seaway TTL.

Bahkan, lanjut Bara yang mengatakan bahwa kontainer lain yang sejenis juga mulai alami kondisi mulai membara.

Baca Juga  KSOP GRESIK SELIPKAN K3 DISELA NOBAR TIMNAS LAWAN THAILAND

“Tadi  malam cargo masih mengeluarkan asap. Beberapa arang yang di dalam container sudah di keluarkan,” imbuhnya.

Menurut Bara, barang begini versi kita itu model baru, dimana arang padat itu dibungkus semacam aluminium foil yang menurut kami itu makin mudah menghantarkan panas sehingga akan berdampak pada arang batok tersebut.

“Arang batok yang akan dikirim itu harus dalam kondisi basah sesuai aturan IMO,” tandas Bara.

Atas kejadian itu, pihak pelayaran sampai-sampai harus menerjunkan ahli kebakaran nya dari Singapura dimana pelayaran tersebut bermarkas.

“Pihak ahli kebakaran yang juga sependapat sama saya yang melihat arang batok berkemasan semacam alumunium foil  itu hal yang baru,” ungkap Bara.

Kendati Terminal Teluk Lamong telah memberlakukan Standar Operasional Prosedur (SOP) penggunaan X-ray untuk pemindaian peti kemas, namun kenyataannya kondisi arang yang hampir mencelakai kapal berbendera petugal MV  AS Carolina yang lolos membawanya mengalami perubahan kondisi berasap dalam pelayaran di perairan Hongkong hingga dipaksa putar haluan kembali ke Teluk Lamong sebagai pelabuhan asal.

Baca Juga  SASAR SANTRI KSOP KALIANGET EDUKASI KESELAMATAN PELAYARAN

Sementara itu, pihak Terminal Teluk Lamong, baik Dirut maupun humas yang dikonfirmasi melalui pesan cellular enggan memberi tanggapan. (RG)