TITIK GRAFITASI KAPAL BERGESER STABILITAS KM VIRGO TRANSPORT 8 DIPERTANYAKAN

97
TITIK GRAFITASI KAPAL BERGESER STABILITAS KM VIRGO TRANSPORT 8 DIPERTANYAKAN
Gambaran posisi kapal RORO KM Virgo Transport 8 yang disampaikan oleh BASARNAS saat melakukan evakuasi. (Ist)

TITIKOMAPOST.COM, SURABAYA – Kejadian kecelakaan kapal Roll On – Roll Off (RORO) KM Virgo Transport 8 dalam pelayaran dari pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju pelabuhan Banjarmasih, Banjarmasin yang diterjang cuaca buruk di perairan Laut Jawa hingga memuntahkan 243 orang kru kapal dan penumpang itu berakhir terlungkup mengapung masih menjadi perbincangan banyak pihak. Pasalnya, kapal dinyatakan pihak KSOP Tanjung Perak dalam kondisi laik laut hingga disetujui berlayar.

Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun mengatakan bahwa kapal sebelum belayar sudah memenuhi seluruh aspek kelaik lautan kapal. Kapal ini memiliki sertifikat keselamatan yang sudah diperiksa pada 7 Juni 2026 masa berlakunya sampai Februari 2027 serta sudah dilakukan verifikasi oleh BKI untuk lambung dan permesinan itu berlaku sampai Mei 2027.

“Jadi kapal dinyatakan laik laut sebelum diperiksa dan dinyatakan laik laut sebelum SPB diterbitkan,” terangnya, Senin (14/9/2026).

TITIK GRAFITASI KAPAL BERGESER STABILITAS KM VIRGO TRANSPORT 8 DIPERTANYAKAN
Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono bersama Kepala KSOP Tanjung Perak, Agustinus Maun serta SRH Pelindo, Purwanto Wahyu Widodo saat di posko informasi korban KM Virgo Transport 8 di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Senin (14/9/2026).

Namun, dari kejadian kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 akibat diterjang kuatnya ombak yang mengakibatkan kapal terbalik hingga telungkup, besar kemungkinan kapal mengalami hilang keseimbangan yang diakibatkan titik G atau Grafitasi bergeser pada satu titik yang mengakibatkan kapal miring hingga terbalik.

Baca Juga  PELINDO RESMIKAN POS PANTAU LALU LINTAS DI KAWASAN PELABUHAN TANJUNG PERAK

“Bisa saja mas, kapal dihajar ombak titik G bergeser akibat adanya pergerakan muatan kapal yang mungkin tali lasing putus atau kendor sehingga berat sebelah,” kata salah satu sumber yang engan disebut namanya.

Pernyataan senada juga disampaikan Kepala cabang BKI Surabaya, Bambang Riyanto saat dikonfirmasi terkait kemungkinan kejadian naas KM Virgo Transport 8 dipicu adanya pergeseran muatan hingga bergerak ke satu titik mempengaruhi titik grafitasi kapal hingga tidak seimbang yang berakhir telungkup, hal itu dikatakanya bisa saja terjadi. Namun begitu, Bambang menyebut tetap harus dilakukan analisa secara nenyeluruh untuk kepastiannya.

“Mungkin saja pak. Tapi harus di analisis secara menyeluruh,” ujarnya melalui pesan singkat whatsapp.

Bahkan, salah satu pengamat transportasi yang juga anggota DPR RI, Bambang Haryo Soekartono menyoroti atas kejadian kecelakaan kapal RORO KM Virgo Transport 8. Menurutnya, penyelidikan juga harus melihat seluruh faktor yang berkaitan dengan keselamatan pelayaran, mulai dari kondisi teknis kapal, kemampuan angkut, hingga stabilitas muatan kapal sebelum berangkat.

“Banyak suara-suara ini adalah kapal tua dan sebabnya, “Dia menyebut, usia kapal tidak otomatis menentukan tingkat keselamatannya. Contohnya, sejumlah negara yang masih mengoperasikan kapal berusia puluhan tahun dengan standar dan pemeriksaan keselamatan tertentu,” ungkap Bambang.

Baca Juga  KSOP GRESIK SELIPKAN K3 DISELA NOBAR TIMNAS LAWAN THAILAND

Bambang meminta, Agar pemeriksaan diarahkan pada kemampuan kapal membawa beban. Karena kapasitas kapal berada di kisaran 570 orang. Sementara berdasarkan informasi yang diterimanya, jumlah orang yang berada di dalam kapal saat berlayar sekitar 243 orang. Karena jumlah penumpang juga bukan satu-satunya parameter. Sebab Berat keseluruhan muatan tetap perlu dihitung untuk memastikan kapal beroperasi dalam batas yang aman.

“Nah, ini saya serahkan kepada KNKT. Berapa berat yang diangkut oleh kapal ini. Apakah masih mempunyai daya buat dan sebagainya. Kalau dari sisi jumlahnya masih oke, Apakah sesuai standarisasi yang dikeluarkan oleh KSOP,” tandasnya.

Bambang menambahkan, Kapal yang tidak melebihi batas kapasitas tetap dapat menghadapi persoalan apabila distribusi muatan memengaruhi keseimbangan. Stabilitas negatif kalau misalnya terjadi ombak yang besar, dia tidak ada momen pengembalian (stabilitas).

“Perlunnya Stabilitas kapal tolak (departure stability) adalah kondisi keseimbangan atau kemampuan kapal untuk kembali tegak yang dihitung dan dievaluasi pada saat kapal akan berangkat atau bertolak meninggalkan pelabuhan,” pungkasnya. (RG)

Baca Juga  TENGGELAMNYA KMP VIRGO TRANSPORT 8 SERET 4 TERSANGKA, NAKHODA TERANCAM 10 TAHUN PENJARA