Berkah Ditengah Derita Corona

110
Irul pedagang Martabak dan Terang Bulan berlogo Holland Chilik yang menikmati rejeki dengan adanya himbauan pemerintah setiap warga tinggal di rumah selama musibah corona saat membuka lapaknya.

SURABAYA – Pandemi virus Corona (Covid-19) di tanah air yang sangat menghebohkan semua pihak nampaknya tak dirasakan oleh sebagian pedagang kaki lima (PKL), justru sebaliknya, musibah ini memberi keberkahan lantaran barang dagangannya laris manis terjual.

Irul salah seorang penjual kue Terang Bulan dan Martabak berlogo Holland Chilik yang kesehariannya berjualan di daerah Tegalsari Surabaya mengaku mengalami lonjakan yang lumayan dagangannya hingga ada tambahan 1 kg bahan adonan yang disediakan.

“Alhamdulillah, adonan bahan kue yang saya jual bisa nambah 1 kg. Bahkan jam jual yang biasanya sampai pukul 24.00 WIB tutup, saat ini sudah beberapa hari ini semenjak ada corona tutup lebih awal 2 jam,” ungkapnya kepada titikomapost sembari mengolah adonan martabak, Senin (6/4/2020) malam.

Namun dirinya tak berani menambah lebih, lanjut Irul, karena masih melihat kondisi pasar selama ditambahnya adonan kue-kue yang dijualnya hingga seminggu kedepan. Pasalnya, jika dipaksakan menambah bahan adonan kuenya takut tidak habis terjual.

“Nanti setelah berjalan hingga minggu depan jika tetap stabil maka akan kami coba tambah lagi hingga 2 kg,” ucapnya.

Baca Juga  Pangkalan PLP Tanjung Perak Bersama US Coast Guard Seru Dalam Diskusi Keselamatan dan Keamanan Pelayaran

Irul menambahkan, yang sangat disyukurinya itu habisnya dagangan meski sudah ditambah 1 kg adonannya bisa tutup lapaknya pukul 22.00 WIB sehingga dirinya bisa lebih awal istirahatnya.

“Yang penting syukur alhamdulillah tutup bisa lebih cepat jadi kita istirahat agak sorean supaya stamina bisa lebih terjaga,” imbuh Irul.

Kondisi yang dirasakannya, menurut irul bisa jadi akibat aturan pemerintah yang mengharuskan semua warga agar berdiam dirumah sehingga butuh makanan ringan saat bercengkrama dengan keluarga mereka.

“Layanan penjualan melalui online cukup lumayan kenaikannya dengan semakin banyaknya ojol (ojek online) yang melakukan pemesanan,” pungkasnya. (Rud/red).

Titikomapost.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE