Home » Umum » Sosbud » Budaya & Religi » Antara Masker dan Akhlak Bagi Mulut
Ilustrasi tutupi mulut dengan masker dan saat mulut tak di tutupi akhlak saat mengumpat. (Ist)

Antara Masker dan Akhlak Bagi Mulut

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Di tengah masa pandemi Covid-19 ini, kewajiban menggunakan masker menjadi suatu kewajiban yang harus dilakukan bagi semua orang. Bila tidak, sanksi denda hingga kurungan menghadang di depannya.

Di jalan saja tatkala kita tak tutupi mulut dengan masker resikonya akan beradapan dengan algojo protokol kesehatan yang menghantui dusetiqp sudut jalan-jalan. Itu akan membuat kita takut sehingga dengan kesadaran maupun keterpaksaan kita lakukan karena takut akan ancamannya.

“Ya ini upaya tegas untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Makanya jangan lupa patuhi protokol kesehatan, jangan lupa mengenakan masker saat keluar rumah bila tidak ingin dikenakan sanksi sosial hingga sanksi denda maksimal Rp. 500 ribu,” terang Kombes Pol. Sumardji saat lakukan razia pengguna masker du wikayah Sidoarjo beberapa hari lalu.

Bagaimana bila kita tidak mampu tutupi mulut dengan akhlak yang selalu bermaksiat tak menjaga lidah dari berkata bohong, berjanji palsu, ghibah atau mengumpat, berkata kasar, berkata sia-sia, nyinyir, mengolok-ngolok, suka menyumpai orang, suka melaknat mahluk Alloh, mengadu domba, memuji diri sendiri. Apa masih tak takut dengan ancaman-Nya…..? Yang pada akhirnya akan membawa kita berhadapan dengan hisap di hari perhitungan.

Jawabannya itu ada pada diri kita sendiri…ingin selamat dari sanksi Masker atau Akhlak.

Sebagai orang yang beriman, tentu akan menyadari betapa pentingnya menggunakan masker di saat sekarang ini agar terjaga dari virus mematikan itu. Begitu juga dengan akhlak yang baik, kita akan selalu dapat menjaga lisan untuk tidak bermaksiat agar selamat dunia akhirat.

“Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS An Nur: 24).

“Tidak akan istiqamah iman seorang hamba sehingga istiqamah hatinya. Dan tidak akan istiqamah hati seseorang sehingga istiqamah lisannya.” Rasulullah SAW berkata, siapa umatnya yang dapat menjaga lisannya, Allah akan menutupi keburukannya.

Seorang Muslimah yang dapat menjaga lisannya mendapatkan banyak keuntungan. Salah satunya, ia dijanjikan masuk surga oleh Rasululah SAW.

“Barang siapa yang dapat memberikan jaminan kepadaku tentang kebaikannya apa yang ada di antara kedua tulang rahangnya, mulut atau lidah, serta antara kedua kakinya, kemaluannya, maka saya memberikan jaminan surga untuknya.”

Selain itu, bagi Muslimah yang dapat menahan diri dari membicarakan hal-hal yang membawa keburukan, ia dijanjikan akan dijauhkan dari panasnya api neraka jahanam. Ia juga akan dihindarkan dari kebinasaan.

Seseorang yang banyak diamnya dan tak suka mengumbar ucapan yang sia-sia biasanya ia lebih sering menghabiskan waktunya untuk berpikir. Apabila ia berpikir tentang kebesaran Allah SWT, mengingat akan nikmat yang telah didapat, dan mengingat kematian, maka kadar keimanannya pun juga akan bertambah. Menjaga lisan termasuk dalam perbuatan yang meningkatkan iman seseorang. (masrud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

“Mas Nyalla dan Penundaan Pilkada Karena Covid “

Share this...FacebookTwitterOleh M Nabil, SH ...