Home » Umum » Perhubungan » Keberadaan Dermaga Sesayap Yang Hancur Jadi Perhatian Kemenhub
Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan, Capt. H.M. Hermawan, S.Sit, MM, M.Mar (kanan) saat mendampingi Inspektur II Itjen Kemenhub, Ir. Jujun Endah Wahyuningrum, MT (tengah) saat lakukan kunjungan ke objek fital pelabuhan Sesayap Tanah Tidung dan Menara Suar Tanjung Batu, Selasa (22/3/2021).

Keberadaan Dermaga Sesayap Yang Hancur Jadi Perhatian Kemenhub

Sebarkan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

titikomapost.com, TARAKAN – Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) lakukan tinjauan terhadap fasilitas pelabuhan (Faspel) Sesayap Kabupaten Tanah Tidung Kalimantan Utara yang berada dibawah kekuasaan KSOP Tarakan yang hancur akibat dihantam Tug Boat (TB) dan Tongkang (TK) milik PT. Global Trans Energi Internasional enam tahun lalu.

Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan, Capt. H.M. Hermawan, S.Sit, MM, M.Mar mengatakan, kegiatan kunjungan yang dilakukan oleh Inspektur II Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Ir. Jujun Endah Wahyuningrum, MT ke Tarakan ini guna untuk melihat secara langsung keberadaan faspel Sesayap Tanah Tidung yang dilaporkan dalam keadaan hancur pasca di tabrak TB dan Tongkang sebagai bentuk perhatian Kementerian Perhubungan terhadap aset negara yang ada.

“Irjen menyarankan agar kami membuat surat ke pusat untuk memperjelas posisi faspel tersebut. Apa dilakukan perbaikan kembali atau penghapusan aset sehingga menjadi jelas,” katanya disela menguringi kunjungan Irjen II Kemenhub, Selasa (23/3/2021).

Inspektur II Itjen Kemenhub saat lakukan tinjauan di fasilitas pelabuhan Sesayap Tanag Tidung Kaltara.

Menurut Hermawan, saat ini keberadaan faspel laut berupa trestle dan dermaga rusak berat akibat di tabrak oleh TB. Fred dan TK Erica milik PT. Global Trans Energi Internasional (GTEI) pada tahun 2015 lalu. Faspel yang hancur hingga kini belum juga pernah diusulkan untuk dilakukan pembangunan kembali atau penghapusan aset. Sehingga dalam kesempatan ini, saat dilakukan kunjungan oleh Irjen II kami diarahkan untuk memperjelas status bangunan tersebut.

“Sesuai arahan irjen kami akan tindaklanjuti untuk bersurat ke pusat terkait faspel Sesayap yang rusak untuk tidak lanjut berikutnya. Apa akan dibangun kembali atau tidak, dan dari hasil yang diperintahkan nanti akan menjalankan,” jelas Hermawan.

Sedang persoalannya sendiri masih dalam proses negosiasi dengan owner PT GTEI terhadap upaya penyelesaian kerugian negara atas kerusakan faspel dermaga pelabuhan Sesayap Tanah Tidung akibat dibantam tug boat dan tongkang milik PT GTEI tersebut dari nilai aset negara sekitar 2 milliar, dan dibangun dengan menggunakan anggaran Perhubungan Laut pada tahun anggaran 2011 sampai dengan 2012 lalu.

Disamping itu, lanjut Hermawan, Irjen II juga melakukan kunjungan ke objek fital Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) Distrik Navigasi Tarakan Menara Suar Tanjung Batu.

“Peninjauan itu untuk memastikan kesiapan jelang resmi di operasikannya menara suar tersebut,” pungkasnya. (RG)

Titikomapost.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Sebarkan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
x

Check Also

Lewat Daring Pegawai Syahbandar Tanjung Perak Rasakan khidmatnya Harhubnas 2021

Sebarkan     titikomapost.com, SURABAYA – Kantor Kesyahbandaran Utama ...