Home » Umum » Transportasi » Bantuan Masyarakat Untuk NTT Kembali Diboyong KM Awu
Yahya Kuncoro Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PT Pelni (Persero) (kiri) bersama Kepala Cabang PT Pelni Surabaya, Ridwan Mandaliko saat melepas pelayaran KM Awu yang membawa bantuan masyarakat untuk NTT, Ahad (25/4/2021).

Bantuan Masyarakat Untuk NTT Kembali Diboyong KM Awu

Sebarkan

titikomapost.com, SURABAYAPT Pelayaran Nasional Indonesia atau PELNI (Persero) fasilitasi pengiriman bantuan dari pelbagai pihak melalui posko yang dibentuk untuk daerah-daerah yang tertimpa bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) secara maraton dengan menyediakan empat armada kapal untuk Jakarta dan Surabaya.

Yahya Kuncoro Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PT Pelni (Persero) mengatakan, pelni memberi fasilitas pengiriman bantuan melalui posko yang dibentuk dengan menggunakan empat kapal dengan tujuan ke wilayah Nusa Tenggara Timur.

“Kami sediakan empat kapal seperti KM Egon, KM Awu, KM Umsini dan KM Cermai. Khusus KM Egon dan KM Awu untuk mengangkut bantuan ke NTT melalui Surabaya,” katanya di dampingi Kepala Cabang Pelni Surabaya, Ridwan Mandaliko disela pelepasan pengapalan bantuan yang diangkut KM Awu dari dermaga Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Ahad (25/4/2021).

Menurutnya, sebagai perusahaan BUMN dalam menjalankan bisnisnya disamping profit oriented juga ada misi social oriented dalam penugasannya guna menjaga kontivitas atar pulau yang salah satunya memberikan fasilitas pengiriman bantuan dari masyarakat untuk daerah-daerah terkena bencana alam.

“Bila ada keadaan yang buruk akibat bencana alam diluar, sudah menjadi tugas kami menyediakan angkutan untuk barang-barang bantuan yang akan dikirim,” ucapnya.

Pada kesempatan kali ini, lanjut Yahya, pengapalan bantuan yang kita lepas dengan kapal KM Awu itu untuk kali kedua pengirimannya dengan sebanyak 1049 koli atau 94,200 m3 sehingga total kedua tahap total 1432 koli — 116,865 m3 beraneka barang. Untuk tahap pertamanya telah dilaksanakan pada tanggal 12 April lalu.

“Pengiriman bantuan itu juga disertai relawan ada 20 orang, dan mobil ambulance khusus yang di kM Egon,” jelas Yahya.

Sedang pelaksanaan posko layanan penyaluran bantuan itu sendiri kita aktifkan hingga Mei 2021 tapi kita ikuti kebijakan pemerintah  pengapalan ini bisa dilakukan kembali manakala kondisinya dibutuhkan.

“Kita suport selama ada kebijakan terkait hal itu dari pemerintah,” imbuh Yahya.

Senada, Kepala Cabang Pelni Surabaya, Ridwan Mandaliko menambahkan, pengapalan barang bantuan melalui pelni Surabaya berjalan lancar baik dari tahap pertama hingga tahap kedua.

“Proses pengangkutan bantuan ditempatkan di palka yang aman dalam kondisi baik,” tuturnya.

Pengangkutan bantuan ini menggunakan kapal yang memang mempunyai rute pelayaran ke wilayah Indonesia bagian Timur.

“Kebetulan KM Egon dan KM Awu linenya

Disamping itu, Yahya juga menyempatkan melihat fasilitas pelni yang disediakan oleh Pelindo III di terminal penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) pelabuhan Tanjung Perak.

“Fasilitasnya sangat bagus, harusnya GSN menjadi role model bagi terminal penumpang di pelabuhan lain sehingga embarkasi-debarkasi penumpang kapal bisa lebih lancar,” ungkap Yahya.

Yahya mengakui, terminal penumpang di Tanjung Perak ini terbilang yang paling “OK” sehingga pantaslah kalau menjadi contoh bagi yang lain.

“Meski tidak semewah terminal penumpang Tanjung Perak, pelabuhan lain bisa meniru sistem penataan alur calon penumpang dari mulai datang hingga naik ke kapal bisa tertatap baik,” pungkasnya. (RG)

 

Titikomapost.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Sebarkan
x

Check Also

Bersama Insan Maritim DWP KSOP Tarakan Serukan Hibauan Tidak Mudik

Sebarkantitikomapost.com, TARAKAN – Masih dalam ...