TITIKOMAPOST.COM, SURABAYA – Molornya proses pemuatan kapal Roll On-Roll Off atau RORO khususnya muatan truking di pelabuhan Tanjung Perak tak jarang terjadi karena dipengaruhi banyak faktor. Hal itu dibenarkan oleh pihak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Perak.
Kepala KSOP Tanjung Perak melalui Kasi Lalu Lintas dan Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan, Hendro Cahyono mengatakan, banyak faktor yang dapat mempengaruhi proses pemuatan kapal baik cargo, penumpang maupun RORO di pelabuhan Tanjung Perak. Pemuatan kapal terlambat bisa disebabkan faktor internal (peralatan rusak, kurang tenaga kerja, perencanaan buruk, masalah teknis kapal, dokumen tidak lengkap) dan faktor eksternal (cuaca buruk, kepadatan pelabuhan, kesalahan dalam estimasi waktu) maupun koordinasi yang kurang baik juga memperparah keterlambatan.
“Terkait keterlambatan KM Mutiara Sentosa keluar dikarenakan lambat dari posisi anchor karena persiapan sandarnya. Ditambah selama pemuatan berbarengan dengan pasang air laut tinggi sehingga sedikit banyak mempengaruhi naiknya truk keatas kapal,” Jelas Hendro, Selasa (23/12/ 2025) malam.
Secara keseluruhan, lanjut Hendro bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak pelindo, operator kapal maupun pemanduan supaya memastikan jalannya pemuatan bisa berjalan cepat. Memang jadwal sandar MS II pukul 10.00 WIB namun baru sandar pukul 15.00 WIB, dan lepas tali pukul 24.00 WIB sehingga mempengaruhi jadwal kapal-kapal yang berikutnya.
“Kami sudah mengingatkan kepada seluruh operator kapal agar bisa menetapi jadwal penyandaran yang telah ditetapkan oleh ksop dan pelindo,” tandasnya.
Kebetulan kami jajaran KSOP dan Pelindo Saat itu juga ada di terminal penumpang GSN sedang menerima kunjungan Wakil BP BUMN yang melihat jalannya angkutan Nataru 2025/2026 di Tanjung Perak sehingga kegiatan saat itu juga telah terpantau.
“Eloknya kegiatan bongkar muat bisa sesuai dengan jadwal yang telah dibuat, tapi dilapangan terkadang masih ada plus minusnya,” pungkasnya. (RG)



























