
PELABUHAN SAMPIT CATAT TERJADI PENURUNAN JUMLAH PENUMPANG TAHUN INI
TITIKOMAPOST.COM, SAMPIT – Pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit resmi ditutup setelah 18 hari aktif mengawal pelaksanaan angkutan lebaran (Angleb) dari tanggal 13-30 Maret 2026, Senin (30/3/2026).
Kepala Kesyabandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, Hotman Siagian menyampaikan adanya penurunan jumlah penumpang selama angleb sebesar 16,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari data yang tercatat, jumlah penumpang yang naik selama periode angkutan Lebaran 2026 tercatat sebanyak 8.873 orang.
Sementara, jumlah penumpang turun mencapai 4.317 orang. Total keseluruhan penumpang naik dan turun sebanyak 13.190 orang dari aktivitas lima kapal milik dua perusahaan pelayaran PT. Pelni dan PT. Dharma Lautan Utama, yaitu KM Lawit, KM Leuser, dan KM Kelimutu, KM Kirana III dan KM Rucitra VI.
”Angka ini mengalami penurunan sebesar 16,69 persen atau berkurang 2.643 orang dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 15.836 penumpang, dengan rincian 10.551 penumpang naik dan 5.285 penumpang turun,” ujar Hotman saat memimpin penutupan Posko Angleb 2026 di ruang serbaguna Siagian, Kantor KSOP Kelas III Sampit, Senin (30/3/2026).
Hotman menilai, secara umum pelaksanaan angkutan laut selama periode Lebaran tahun ini berjalan tertib, aman, dan lancar. Namun begitu, catatan untuk bahan evaluasi pelaksanaan mendatang tetap ada yang harus dilakukan, seperti menumpuknya jadwal keberangkatan tiga kapal yang bersamaan dalam satu waktu sehingga perlu pengaturan jadwal keberangkatan kapal agar waktunya tidak terlalu berdekatan di hari yang sama.
Meski, jadwal keberangkatan kapal di waktu berdekatan sudah diantisipasi dengan menerapkan check in penumpang lebih awal sekitar 3-4 jam lebih awal. Seperti yang terjadi pada Minggu, 15 Maret 2026, terdapat tiga kapal yang berangkat dalam waktu berdekatan yakni keberangkatan KM Leuser pada pukul 11.00 WIB, dilanjutkan KM Kirana III berangkat pukul 12.00 WIB dan KM Rucitra VI berangkat pukul 14.00 WIB.
”Ke depan, kami akan berkoordinasi lebih intens dengan operator kapal agar ada pengaturan jeda minimal tiga jam antar keberangkatan. Ini penting untuk menghindari antrean dan penumpukan,” tandasnya.
Pelaksanaan posko ini bukan sekadar rutinitas tahunan, lanjut Hotman, tetapi bentuk komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik melalui transportasi laut. Menurutnya, selama posko angleb diaktifkan, seluruh stakeholder terkait mampu bekerja secara maksimal memastikan kelancaran arus penumpang, keamanan pelayaran, serta kenyamanan pengguna jasa yang juga dibarengi dengan sikap kooperatif masyarakat yang datang lebih awal ke pelabuhan.
”Berkat sinergi lintas instansi, koordinasi yang solid, dan dedikasi seluruh petugas, pelaksanaan angkutan laut Lebaran tahun ini berjalan dengan tertib, aman, dan humanis,” ungkapya.
Hotman juga menegaskan, berakhirnya masa angkutan lebaran bukan berarti tugas selesai. Justru, hal tersebut menjadi titik awal untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh yang menjadi bahan pembelajaran bagi kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depan, baik dari sisi keselamatan, pelayanan prima, maupun transparansi. Begitu juga pentingnya penguatan digitalisasi layanan, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta pendekatan humanis dalam melayani masyarakat.
”Keberhasilan bukan hanya diukur dari angka statistik, tetapi dari rasa aman dan kenyamanan masyarakat yang kita layani,” pungkasnya. (RG)

























