
TITIKOMAPOST. COM, SURABAYA – Perusahaan pelayaran PT Dharma Lautan Utama atau DLU operator kapal Roll On – Roll Off (RORO) perintahkan KM Dharma Kencana III lakukan deviasi ke Bawean dalam trayek pelayaran dari Tanjung Perak Kumai. Hal itu dilakukan sebagai misi kemanusiaan guna menjawab keluhan masyarakat Gresik yang tak bisa beraktivitas lantaran kapal tidak ada yang berangkat berhari-hari akibat cuaca buruk.
“Ini tadi kita diminta bantuan karena sejak beberapa hari ini pelayaran ke Bawean terhenti. Sehingga sembako dan penumpang tidak bisa diantarkan kesana,” kata Direktur Operasi & Usaha PT. Dharma Lautan Utama, Rakhmatika Ardianto.

PT. DLU mengamini permintaan Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Perhubungan untuk memberi pelayanan penumpang kapal masyarakat Bawean yang sedang ada di Gresik tidak bisa kembali lantaran kapal-kapal yang biasanya melayani tidak bisa berlayar akibat cuaca buruk yang juga berdampak tertahanya sejumlah sembako yang sangat dibutuhkan masyarakat Bawean. Hal itu membuat DLU tergugah menyelipkan kemanusiaan ditengah bisnisnya.
“Salah satu pertimbangan kami adalah kemanusiaan agar masyarakat Bawean yang sedang ada di Gresik bisa kembali ke kampung halamannya, dan membantu juga terdistribusinya sembako untuk kebutuhan masyarakat Bawean,” jelasnya, Jum’at (16/1/2026).
Secara jadwal kapal KM Dharma Kencana III melakukan rute pelayaran dari Tanjung Perak menuju Kumai, namun karena ada permintaan dari dishub Gresik dengan memperhitungkan faktor keselamatan yang utama, mengingat cuaca di pelabuhan Bawean cukup kuat kapal dilakukan deviasi ke Bawean dengan pertimbangan cuaca sudah mulai bersahabat, dan koordinasi dengan pihak terkait.
“Rute pelayaran KM DK III Tanjung Perak menuju Kumai, dan dalam pelayaran deviasi ke Bawean,” imbuh Wakacab PT. DLU Cabang Surabaya, Eko Susanto saat ditemui di lapangan.
“Sedang penumpang yang berlayar ke bawean ada 150 orang dan 5 pick up sembako,” terang Eko.
Menambahkan, nakhoda KM DK III, Capt. Asyari dalam percakapan dengan pihak Dishub Gresik yang datang langsung memastikan pemuatan mengatakan, perjalanan yang akan kami tempuh kurang lebih 10 jam tiba di Bawean dari rencana berangkat pukul 9.30 WIB.
“Mungkin kalau bisa kita disana (Bawean.red) kita hanya satu jam, sebab semakin lama di dermaga semakin resiko. Kalau lebih cepat resikonya minim mengingat cuaca,” ujar Asyari.
Hal itu diiyakan oleh perwakilan Dishub Gresik, Zulfiqar seraya berdo’a agar rencana kapal tiba dan bisa bongkar dengan cepat di Bawean.
“Prisip kami tidak hanya minta bantuan tapi yang utama keselamatan, ” ujar Zulfiqar.
Seperti diketahui, BMKG telah merilis terkait cuaca buruk selama sepekan akhir ini sehingga kapal-kapal di Gresik yang hendak ke Bawean terpaksa nongkrong menunggu cuaca kembali aman. (RG)

























