PT DABN Gandeng INSA Surabaya Arah Baru Mother Vessel Sandar di Probolinggo

57
PT DABN Gandeng INSA Surabaya Arah Baru Mother Vessel Sandar di Probolinggo
Penandatanganan MoU antara Ketua DPC INSA Surabaya, Stevens Handry Lesawengen, dengan Direktur Utama PT DABN, Andri Irawan, sebagai langkah awal membangun sinergi pengembangan Pelabuhan Probolinggo yang dilakukan disela RAC DPC INSA Surabaya di hotel JW Mariot Surabaya, Jum'at (31/7/2026).

TITIKOMAPOST.COM, SURABAYA – Di tengah tingginya aktivitas distribusi barang yang selama ini terpusat di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Pelabuhan Probolinggo mulai diproyeksikan sebagai alternatif untuk mendukung kelancaran arus barang di kawasan timur Pulau Jawa.

Langkah tersebut ditandai dengan terjalinnya kerja sama strategis antara PT Delta Artha Bahari Nusantara (DABN) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Indonesian National Shipowners Association (INSA) Surabaya melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Surabaya, Jumat (31/7/2026).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua DPC INSA Surabaya, Stevens Handry Lesawengen, bersama Direktur Utama PT DABN, Andri Irawan, sebagai langkah awal membangun sinergi pengembangan Pelabuhan Probolinggo agar semakin kompetitif dalam melayani kebutuhan industri pelayaran dan logistik nasional.

Ketua DPC INSA Surabaya, Stevens Handry Lesawengen mengatakan, sebenarnya port dan shipping itu selogannya sama, yaitu follow the trip. Insa melihat bahwa DABN ini sangat dekat dengan industri-indistri yang ada disana.

“Sangat miris kalau kita tidak manfaatkan pelabuhan yang sudah dibangun di Probolinggo itu, maka Insa akan coba berkolaborasi dengan BUP DABN untuk memulai yang tadi saya katakan  follow the trip itu,” ujarnya.

Pasuruan, Probolinggo, Pandaan kan banyak industri di situ. Demikian juga daerah tapal kuda. Dengan fasilitas kedalaman perairan 11 LWS itu  Mother vessel sudah bisa masuk.

Baca Juga  KSOP GRESIK SELIPKAN K3 DISELA NOBAR TIMNAS LAWAN THAILAND

“Kita lihat di Jamrud aja, 10 LWS kan. Apalagi 11 LWS, Insa melihat potensi itu,” kata Stenvens karena dia sudah berjanji dengan Gubenur untuk melakukan penjajakan.

Ditempat yang sama, Direktur Utama PT DABN, Andri Irawan mengungkapkan, jalinan kolaborasi dengan INSA Surabaya menurutnya, kemitraan tersebut menjadi momentum memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Pelabuhan Probolinggo kepada para pemilik kapal maupun perusahaan pelayaran.

Ia berharap, semakin banyak pelaku usaha yang mengetahui bahwa Pelabuhan Probolinggo telah siap melayani aktivitas bongkar muat dan distribusi barang.

“Kami harapkan pemilik kapal tahu bahwa barang-barangnya bisa masuk melalui Pelabuhan Probolinggo,” ujarnya.

Andri menjelaskan, salah satu keunggulan utama Pelabuhan Probolinggo adalah memiliki kedalaman alur pelayaran (draft) mencapai sekitar 11 LWS. Kondisi tersebut memungkinkan pelabuhan melayani kapal-kapal berukuran besar, termasuk kapal yang beroperasi pada jalur internasional.

Selain itu, Pelabuhan Probolinggo juga telah mengantongi sertifikasi International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code, sebuah standar keamanan internasional yang menjadi salah satu syarat penting dalam aktivitas kepelabuhanan.

Baca Juga  PELINDO RESMIKAN POS PANTAU LALU LINTAS DI KAWASAN PELABUHAN TANJUNG PERAK

“Draft kami cukup dalam, yakni 11 meter. ISPS Code juga sudah ada sehingga kapal internasional bisa sandar,” jelasnya.

Tak hanya dari sisi infrastruktur, Andri menilai akses menuju kawasan pelabuhan juga menjadi nilai tambah. Menurutnya, jalur transportasi menuju Pelabuhan Probolinggo relatif lancar sehingga mampu mendukung efisiensi distribusi logistik tanpa terkendala kemacetan seperti yang kerap terjadi di kawasan pelabuhan dengan aktivitas sangat padat.

Melalui kerja sama dengan INSA Surabaya, PT DABN berharap wilayah-wilayah yang secara geografis lebih dekat dengan Probolinggo mulai mempertimbangkan penggunaan pelabuhan tersebut sebagai pintu distribusi barang.

Dengan demikian, aktivitas logistik tidak lagi terpusat pada satu pelabuhan, tetapi dapat tersebar lebih merata sesuai kebutuhan dan efisiensi jalur distribusi.

“Kami harapkan daerah-daerah yang memungkinkan bisa masuk ke Pelabuhan Probolinggo,” katanya.

Selain menawarkan akses yang lebih efisien, PT DABN juga menilai Pelabuhan Probolinggo memiliki daya saing dari sisi biaya operasional. Sebagai pelabuhan yang masih berkembang, tarif pelayanan dinilai lebih kompetitif dibandingkan pelabuhan yang telah lama beroperasi.

“Pelabuhan Probolinggo masih muda, sehingga tarifnya tentu jauh lebih murah dibandingkan Pelabuhan Tanjung Perak yang sudah lebih lama beroperasi,” ungkap Andri.

Baca Juga  SASAR SANTRI KSOP KALIANGET EDUKASI KESELAMATAN PELAYARAN

Potensi pengembangan kawasan juga menjadi keunggulan lain yang dimiliki Pelabuhan Probolinggo. Dari total area sekitar 20 hektare, sekitar 15 hektare lahan masih tersedia dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung ekspansi sektor logistik, pergudangan, maupun industri penunjang kepelabuhanan.

“Masih ada sekitar 15 hektare lahan kosong yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan,” terangnya.

Dari sisi fasilitas operasional, Pelabuhan Probolinggo telah dilengkapi berbagai peralatan bongkar muat, termasuk crane dan mobile crane. Sementara fasilitas Harbour Mobile Crane (HMC) masih belum tersedia karena operasional pelabuhan saat ini lebih difokuskan pada pelayanan komoditas curah.

“Crane maupun mobile crane sudah ada. Untuk HMC memang belum karena saat ini kami masih fokus pada muatan curah,” pungkasnya.

Kerja sama antara PT DABN dan INSA Surabaya ini diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan pemanfaatan Pelabuhan Probolinggo sebagai salah satu simpul logistik baru di Jawa Timur. Dengan dukungan infrastruktur, sertifikasi internasional, tarif yang kompetitif, serta ruang pengembangan yang masih luas, pelabuhan tersebut dinilai memiliki peluang untuk memperkuat jaringan distribusi barang sekaligus mendukung pertumbuhan sektor maritim nasional. (RG)