
TITIKOMAPOST.COM, SURABAYA – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara resmi menutup operasi pencarian korban kebakaran kmp mutiara sentosa 2. Penutupan dilakukan setelah seluruh penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 dalam manifest berhasil dievakuasi, Selasa (4/8/2026).
Saat ini, status penanganan diubah menjadi operasi siaga rutin. Berbeda dengan operasi aktif, pada status siaga ini seluruh unsur SAR dan kapal Basarnas ditarik kembali ke dermaga namun tetap bersiap jika sewaktu-waktu ada laporan temuan baru.

Meski operasi resmi berakhir, dilaporkan masih ada tiga keluarga yang kehilangan kontak dengan anggota keluarganya. Ketiga orang yang dilaporkan hilang tersebut adalah, Manan (koki kapal), dan Abdurrahman (sopir mobil boks), Abdul Hamid (sopir ekspedisi). Pihak keluarga meyakini bahwa anggota mereka berada di atas kapal berdasarkan komunikasi terakhir sebelum kejadian.
“Korban saudara saya. Dikapal sebagai koki kantering sudah dua tahunan diatas kapal mutiara sentosa 2 kontak terakhir sebelum kapal berangkat,” ungkap Anton ditemui disela acara penutupan SAR KMP Mutiara Sentosa 2 oleh Basarnas di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) pelabuhan Tanjung Perak, Selasa (4/8/ 2026).
Anton meyakinkan awak media bahwa dirinya dan keluarga sudah bertanya kepada pihak perwakilan pelayaran tapi belum ada jawaban yang jelas terkait nasib keluarganya yang menjadi korban terbakarnya KMP Mutiara Sentosa 2.
“Saya rekanan PT ALP untuk kanteringnya yang sudah sekitar 10 tahunan. Saya berharap bisa diketemukan dengan kondisi apa pun,” imbuhnya.
Menanggapi hal tersebut, pihak Basarnas akan melakukan verifikasi dan pendataan ulang. Basarnas juga mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera melapor secara resmi ke posko pengaduan di kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) setempat. (RG)


























