Membidik Kebutuhan Juru Las Untuk Luar Negeri AP2LN Ngobrol Bareng Kampuh Welding Indonesia

240
Silaturahim anggota AP2LN dengan Kampuh Welding Indonesia di Aula Kampuh Academy, Sabtu (14/1/2023).

titikomapost.com, SURABAYA – AP2LN (Asosiasi Penyelenggara Pemagangan Luar Negeri ) Bersama Kampuh Welding Indonesia lakukan bincang-bincang sharing prospek terkait pengiriman tenaga kerja ke luar negeri khususnya juru las berstandar Internasional yang diikuti 80an anggota asosiasi dalam balutan acara silaturahmi. Hal itu dilakukan guna melihat potensi permintaan Welder yang sangat tinggi dan menjanjikan khususnya pasar perusahaan galangan kapal di Jepang.

Ketua AP2LN Firman Budianto mengakui, saat ini banyak sekali permintaan dari Jepang terkait tenaga juru las hingga menjadi buah bibir dikalangan anggota AP2LN. Sehingga organisasi memandang perlu membawa hal itu dalam sebuah perbincangan khusus dengan ahli yang membidanginya, kebetulan Kampuh merupakan salah anggota yang kompeten dibidang pencetakan Welder, untuk itu kita adakanlah acara yang dikemas dalam silaturahim anggota AP2LN yang diselenggarakan di Aula Kampuh Welding Indonesia pada hari ini, Sabtu (14/1/2023).

“Saat ini hampir seluruh Sending Organization (SO) mendapatkan peluang permintaan tukang las yang trampil, namun mereka (anggota AP2LN.red) mengadu ke pengurus untuk mendapatkan ahli itu dimana, untuk itu kita gandengkanlah dengan Kampuh sebagai LPK Las terbaik se-Asia Tenggara yang juga kebetulan anggota asosiasi juga,” katanya disela isomah acara silaturahim anggota AP2LN di Kampuh Welding Indonesia, Sabtu (14/1/2023).

Ketua Umum AP2LN Firman Budianto menerima sovenir dari President Direktur Kampuh Welding Indonesia M. Moenir, Sabtu (14/1/2023).

Seperti kita ketahui, Indonesia mengirim tenaga kerja ke luar itu hampir 40 ribu per tahun sedang AP2LN mengirim 25 ribu sampai 28 ribu. Artinya 60-70 persen itu pengiriman melalui AP2LN, sedang bicara pemagangan luar negeri kita baru serap sebanyak 30 persen.

“Artinya banyak potensi yang dapat dilakukan dengan bonus demografi yang dimiliki. Dengan dukungan pemerintah dan swasta kedepan Indonesia bisa mengambil peran yang lebih baik. Karena negara pesaing China dan Vietnam mulai tidak tertarik baik karena sudah maju juga kekurangan sdmnya,” terang Firman.

Selain mengirimkan peserta magang untuk mengisi permintaan pasar luar negeri khususnya di Jepang juga mempunyai tanggung jawab kepada pemerintah pasca magangan untuk menyalurkan mereka atau untuk mengembangkan potensi mereka. Perlu diketahui, aumni-alumni magang kita itu rata-rata ada yang kembali bekerja di luar negeri, dan ada juga yang membuka usaha di dalam negeri.

“Kami sebetulnya lebih konsen membangun Wirausaha-wirausaha muda untuk menggerakkan ekonomi Indonesia,” ujar Firman Budianto Ketua Umum AP2LN, Sabtu (14/1/2023).

Jadi sebisa mungkin mereka pulang dari Jepang, lanjut Firman kalau memang punya rencana kami mendorong untuk membuka usaha apapun itu. Tetapi kalau mereka belum punya planing untuk usaha, kita coba salurkan ke perusahaan-perusahaan dalam negeri atau perusahaan Jepang yang ada di Indonesia.

“Tidak sedikit para alu!mini dari pemagang yang bekerja di dalam negeri menempati posisi-posisi penting di perusahaan itu,” imbuhnya.

Sedang, dengan mengajak seluruh anggota AP2LN melihat sejauh mana potensi yang dimiliki Kampuh Welder Indonesia, kami pengurus ingin seluruh para pemagang yang akan dikirim oleh para SO seyogyanya bisa dibekali ilmu dan keahlian yang akan mendukung para pemagang dimana ditempatkan sehingga akan mempermudah menguasai bidang yang ditekuni mereka.

“Nantinya. Bisa saja para SO mengirim pemagang Diklat dasar di Kampuh atau SO bisa mengambil anak didik Kampuh untuk disalurkan ke luar negeri,” terang Firman.

President Direktur Kampuh Welding Indonesia, M. Moenir saat memberikan cindera mata kepada salah satu perwakilan Jepang.

Sebenarnya, Firman menambahkan. Kampuh juga merupakan anggota asosiasi AP2LN, untuk itu, apa yang kita lakukan pada hari ini mengumpulkan semua anggota asosiasi adalah menyambungkan antara mereka sehingga bisa saling menunjang dalam hal kepentingan pemagangan.

“Mungkin nanti dari asosiasi sendiri kita coba menghubungkan antara Kampuh Welding dengan pemerintah. Karena seperti kita ketahui. Ada bantuan dari pemerintah terkait dengan pelatihan bagi pemagangan, entah itu pelatihan dasar atau pelatihan teknis lainnya. Meski pemerintah mempunyai BLK, Kampuh Welding akan menjadi salah satu solusi,” tandasnya.

Firman juga berharap, seluruh pemain penyalur pemagangan bisa kompak bersatu dengan meningkatkan mutu dan kualitas mampu membuka pasar seluas-luasnya mendapat market yang lebih luas serta bisa meningkatkan jumlah kuantitas masyarakat Indonesia terutama anak mudanya yang ingin kerja ke luar negeri untuk bisa belajar sambil bekerja di Jepang khususnya.

Sementara itu, Presiden Direktur Kampuh Welding Indonesia M. Moenir mengatakan bahwa Kampuh siap bermitra dengan semua pihak yang akan mengembangkan keahlian dibidang pengelasan guna mencetak tukang las yang mempunyai standar Internasional. Hal itu terbukti dengan berbagai penghargaan yang diraih anak didiknya dikancah perhelatan dunia Welder diberbagai belahan dunia, seperti juara pertama proses SMAW, juara kedua finis produk, juara tiga GTAW, dan masih banyak lagi.

Menurut Moenir, kebutuhan welder atau juru las khususnya di dunia perkapalan sangat memberikan peluang besar. Apalagi kebutuhan welder di galangan Jepang sangat tinggi, hal ini sangat menjanjikan guna meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat khsusnya ahli las bila dapat bekerja di jepang baik sebagai tenaga magang maupun tenaga kerja kontrak.

“Yang jelas, kesempatan welder terbuka seluas-luasnya karena jepang lebih cocok dengan tenaga kerja Indonesia bila dibanding dengan negara lain,” ungkap Moenir.

Moenir menyebut pada kesempatan silaturahim antara anggota AP2LN yang diselenggarakan di Kampuh Welding ini menjadi ajang sharing prospek terkait pengiriman tenaga kerja ke luar negeri. Pasalnya, potensi pekerjaan khususnya di bidang pengelasan sangat menjanjikan dengan besarnya pasar tenaga kerja yang disediakan oleh perusahaan galangan kapal.

“Kami mengenalkan tentang Kampuh kepada seluruh anggota AP2LN yang hadir untuk bisa bekerjasama guna menciptakan ahli-ahli yang siap dikirim ke luar negeri sesuai dengan apanyang dimiliki Kampuh Welding Indonesia ” ucapnya.

Moenir berharap, dengan kebutuhan welder khususnya di luar negeri ratusan ribu itu, kita bisa menjawab dengan mengirim tenaga Indonesia yang mumpuni guna dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat yang berkesempatan bisa dikirim ke luar. Secara Demografi, hal ini berkaitan erat dengan jumlah tenaga muda yang tinggi di Indonesia dan menjadi kesempatan emas berkiprah di Internasional selagi ada kepercayaan dari dunia.

“Hampir semua galangan 10 besar yang ada di Jepang sudah kerjasama dengan Kampuh. Bagaimana kita bisa mengirim mereka (welder.red), perusahaan Korea pun sudah meminta kita. Jadikan Kampuh menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia guna menjawab persoalan industry maritime dan industry-industri lain,” akunya.

Untuk diketahui, Kampuh Welding Indonesia (KWI) berdiri sejak tahun 2015 eksis di Surabaya dengan total kelulusan 5.888 orang, dan dalam perkembangannya berhasil membuka cabang di Jakarta dengan nama kampuh Welding Cikarang dibuka pada tahun 2017 hingga sekarang telah meluluskan sebanyak 2.830 orang.

Dalam melaksanakan diklat, Kampuh Academy bekerjasama dengan badan Kerjasama Internasional Jepang yang dikenal dengan nama JICA (Japan Internasional Cooperation Agency) yang bergerak membantu pembangunan negara-negara berkembang dengan menghadirkan mitra perusahaan galangan , seperti MES Group, Tsuneishi Shipyard, Kitanihon Shipyard, Oshima Shipyard, Daisho Seiki, dan Mirae Shipyard.

Kampuh Welding Indonesia telah memdapatkan sertifikat verifikasi sebagai tempat uji kopetensi TUK LSP-Las, TUK LSP PPT Migas, TUK LSP-LMI, TUK LSP-Perkapalan.

Kampuh juga menjadi tempat uji Kopetensi untuk sertifikat Internasional antaranya:

IWS (Indonesia Welding Society), ANB (Autorized Body), IIW (Internasional Institut of Welding, Prancis);

IACS (Internasional Association of Classification Society) untuk galangan kapal di dunia, diantaranya NKK (Nippon Kaiji Kyokai Jepang), L/R (Lloyd Register Inggris), BV (Bureau Veritas Perancis) dll.

Lulusan diklat Kampuh Academy bersertifikat baik dari BNSP, BKI, ClasNK. Lloyd’s Register, IIW, BV, Welder Perfomance Qualivication Project Migas, Oil and Gas Qualivication, Kampuh (Sertifikat Lembaga). (RG)

Titikomapost.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE