PERGERAKAN PENUMPANG CAPAI 13 RIBU ORANG TERCATAT NAIK 28,57 PERSEN
TITIKOMAPOST.COM, SURABAYA – Arus balik sela musim angkutan lebaran (Angleb) 1447 H/2026 kapal laut di Pelabuhan Tanjung Perak mencatat peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan pergerakan penumpang terjadi merata dengan puncak arus balik mencapai lebih dari 11 ribu penumpang dalam satu hari.
Berdasarkan data operasional, total penumpang arus balik tahun 2026 mencapai 59.676 Jiwa meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 40.312 Jiwa. Kenaikan terjadi pada seluruh indikator, baik penumpang turun maupun penumpang naik, yang menunjukkan tren pertumbuhan signifikan selama periode arus balik Lebaran tahun ini.
Puncak arus balik terjadi pada H+7 (29 Maret 2026) dengan total 13.814 penumpang, menjadi pergerakan tertinggi selama periode arus balik. Tren peningkatan sudah mulai terlihat sejak H+3 (25 Maret 2026) dan terus menguat hingga puncak.
Secara keseluruhan, total pergerakan penumpang selama periode Angkutan Laut Lebaran 2026 (arus mudik dan arus balik) mencapai 145.968 orang, meningkat 28,57% dibandingkan tahun 2025 sebesar 113.528 orang. Hal ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi laut.
Kepala Kantor Kesyahbandaran & Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun ST., MT, menyampaikan bahwa kesiapan operasional menjadi kunci dalam menghadapi lonjakan penumpang.
“Kami memastikan seluruh proses layanan arus balik berjalan lancar, aman, dan nyaman. Peningkatan jumlah penumpang tahun ini telah kami antisipasi melalui optimalisasi fasilitas terminal, penguatan koordinasi dengan stakeholder, serta pengaturan alur penumpang yang lebih efektif,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihak PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan, seiring dengan tren peningkatan mobilitas masyarakat setiap tahunnya.
Sementara itu, Branch Manager Kalimas PT Pelindo Multi Terminal, Ana Adiliya menjelaskan 5 pelabuhan yang menjadi favorit pada arus balik tahun ini. Diantaranya pelabuhan Balikpapan, Makassar, Lembar, Banjarmasin, dan Kumai.
“Tujuan dari dan menuju Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, Lembar, Kumai, Batulicin, Labuan Bajo, Ende, Waingapu, Masalembo,” imbuhnya.
Untuk mendukung kelancaran arus balik di tahun 2026, Ana memastikan kesiapan fasilitas terminal. Mulai tambatan kapal, ruang tunggu penumpang, ruang tunggu tambahan, area buffer kendaraan untuk mengantisipasi kepadatan, hingga fasilitas pendukung lainnya.
“Kami juga memberikan perhatian khusus kepada penumpang prioritas seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, ibu menyusui, serta penumpang dengan balita melalui penyediaan fasilitas layanan khusus,” tuturnya.
Selain itu, berdasarkan data operasional selama periode Angkutan Laut Lebaran 2026, penumpang turun tertinggi tercatat pada tanggal 19 Maret 2026 (H-2 Lebaran) dengan jumlah 11.437 orang, sedangkan penumpang naik tertinggi terjadi pada tanggal 29 Maret 2026 (H+7 Lebaran) sebanyak 8.012 orang.
Penumpang turun terbanyak berasal dari Pelabuhan Balikpapan dengan total 26.358 orang atau sebesar 28,48% dari keseluruhan penumpang turun. Sementara itu, untuk penumpang naik terbanyak juga menuju Pelabuhan Balikpapan dengan total 11.580 orang atau sebesar 21,67% dari total penumpang naik.
Selama masa Angkutan Laut Lebaran 2026, tercatat sebanyak 234 kapal tiba dan 233 kapal berangkat dari dan ke Pelabuhan Tanjung Perak, dengan rata-rata kunjungan kapal mencapai sekitar 14 kapal per hari.
Kinerja perusahaan angkutan laut dalam melayani penumpang terbanyak selama periode tersebut berasal dari PT Dharma Lautan Utama dengan kontribusi sebesar 55,54% atau sebanyak 81.068 penumpang.
Untuk kegiatan pada tanggal 30 Maret 2026 (H+8), direncanakan terdapat 10 kapal penumpang RO-RO yang melakukan embarkasi dan debarkasi di Terminal Jamrud Utara (Gapura Surya Nusantara) serta 3 kapal penumpang RO-RO di Terminal Surabaya Veem.
Jika dilihat dari sisi kondisi cuaca selama masa mudik balik lebaran 2026, situasi di wilayah perairan Surabaya terpantau cerah berawan dengan tinggi gelombang sekitar 0,1 meter dan kecepatan angin 10 knots. Hingga saat ini belum terdapat penundaan keberangkatan kapal.
Dengan pengelolaan yang optimal, arus balik Lebaran 2026 di Tanjung Perak berlangsung tertib, aman, dan terkendali, tanpa adanya gangguan signifikan terhadap operasional terminal. (RG)


























