Lawan Gejolak Geopolitik Galangan Jatim Buktikan Taji Lewat Proyek Kapal Pertamina

65
Lawan Gejolak Geopolitik Galangan Jatim Buktikan Taji Lewat Proyek Kapal Pertamina
Dari kiri: Kepala KSOP Tanjung Pakis, Capt. Subuh Fakkurochman, Direktur Utama PTK I Ketut Lama, Dirut PT. TRD Ronny Tengker, Kepala Cabang Utama Surabaya BKI Bambang Riyanto saat penandatangan rangkaian Keel Liying Crew Boat 30 pax pesanan PT. Pertamina Trans Kontinental di galangan kapal TRD Lamongan, Senin (27/4/2026).

TITIKOMAPOST.COM, LAMONGAN – Di tengah ketidakpastian geopolitik global yang membayangi ekonomi dunia, industri perkapalan dalam negeri justru menunjukkan resiliensi yang kuat. PT Tri Ratna Diesel (TRD) membuktikan kapabilitasnya dengan memulai pembangunan kapal Crew  Boat 30 pax  pesanan PT Pertamina Trans Kontinental (PTK).

Langkah awal pembangunan ini ditandai dengan prosesi Keel Laying (pemasangan lunas kapal) dan penandatanganan kerja sama antara kedua belah pihak yang disaksikan langsung oleh Kepala KSOP Kelas III Tanjung Pakis, Capt. Subuh Fakkurochman dan Kepala Cabang  Utama PT. BKI, Bambang Riyanto yang akan memastikan standar keamanan dan kualitas teknis kapal sesuai regulasi internasional di galangan kapal (workshop) PT Tri Ratna Diesel, Lamongan, Senin (27/4/2026).

Momen krusial ini dihadiri Direktur Utama PTK I Ketut Lama bersama jajaran, dan disaksikan oleh Ketua Umum IPERINDO  (Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia) Anita Puji Utami, dan Ketua DPC IPERINDO Jawa Timur, Zacharias Santoso serta tamu undangan dari pengusaha galangan yang ada di lingkungan Jawa Timur.

Lawan Gejolak Geopolitik Galangan Jatim Buktikan Taji Lewat Proyek Kapal Pertamina
Foto bersama seluruh pihak yang hadir dalam acara Keel Liying Crew Boat 30 pax pesanan PT Pertamina Trans Kontinental di galangan TRD Longan

Direktur Utama PT. Tri Ratna Diesel, Ronny Tengker mengaku bahwa proyek ini menjadi sinyal positif bahwa galangan kapal lokal mampu bersaing dan dipercaya oleh perusahaan energi nasional sekelas Pertamina, meski rantai pasok global tengah tertekan tensi politik luar negeri.

“Kami apresiasi  pertamina telah memberi kepercayaan kami untuk melakukan pembangunan kapalnya. Jadi tidak import kapal dari luar negeri sehingga galangan kapal tanah air bisa hidup,” ujarnya selepas kegiatan Keel Laying (pemasangan lunas kapal) Crew Boat 30 pax pesanan PT Pertamina Trans Kontinental.

Baca Juga  Jemput Bola KSOP Sampit Lakukan Pengukuran Serta Penerbitan E-pas Kecil Kapal

“Ditambah bahan baku kami siap, dan juga untuk melengkapi kita beli dari luar, mesinya juga. Syukur syukur pas pelunasan dollarnya turun  itu lebih baik “ imbuhnya.

Dalam hal ini, lanjut Ronny bahwa pihaknya akan melakukan pekerjaan secara profesional untuk memenuhi harapan dari pihak konsumen yang menekankan agar dalam pengerjaan kapal ini TRD diminta bisa Tepat waktu, dan harga sesuai nilai kontrak yang sudah disepakati serta khususnya Tepat kualitas yang akan kita jaga.

“Memang harus tepat waktu, kualitas harus bagus itu yang harus kita penuhi secara detail, dan untuk biaya tentunya mengacu pada yang sudah  ada dalam perjanjian,” tandasnya.

Menambahkan, Adhitya Widjaja GM PT.  Tri Ratna Diesel menyebut  dipercayanya kita mengerjakan pembangunan kapal Crew Boat pesanan salah satu perusahaan BUMN ini juga melalui proses panjang meski tahun 2013 kita juga pernah mengerjakan pesanan dari Pertamina dimana kita harus bisa memenuhi standar yang ditetapkan sehingga para pengiat galangan kapal harus bisa bersaing membuktikan secara detail bahwa kapal besutannya nanti memenuhi  standar aturan yang berlaku.

“Semoga ini awal khususnya di Tri Ratna dan secara umum di pelaku industri galangan kapal nasional bisa bergiat kembali memicu tumbuhnya pekerjaan pembangunan kapal karya anak bangsa,” harapnya.

Menurut Adhitya, keel laying kapal ini merupakan titik penting dimulainya pembangunan kapal sebagai pondasi utama dari seluruh struktur kapal, dan simbul transformasi dari desain menjadi wujud nyata sebuah kapal yang akan berlangsung dengan waktu 380 hari pengerjaannya.

Baca Juga  IPERINDO Akui Galangan Kapal Rasakan Dampak Dari Ketegangan Amerika-Iran

“Kapal akan kami bangun on time, on budget, on schedule. Proses pemesanan main main komponen sudah kami lalukan, mulai dari main engine, plus gearbox, material plat. Selain itu kami masih terus melakukan pendalaman komponen utama dan pendukung serta terus kami kejar agar pembangunan kapal ini sesuai on schedule, “ tegasnya.

Sedang  spesifikasi kapal yang akan kita bangun ini adalah Crew Boat 30 pas dengan panjang 27 meter, lebar 6 meter, tinggi dek 3,3 m dan staff 1,4 meter. Adhitya menegaskan bahwa pembangunan kapal ini berbahan aluminium yang merupakan keahlian kami, dimana 95 persen pembangunan kapal yang dibangun oleh Tri Ratna Diesel berbahan aluminium sejak tahun 2000 an.

“Kami juga melakukan perbaikan kapal sesuai permintaan, baik kapal besi maupun fiber,” akunya.

Di tempat yang sama,  Direktur Utama PTK I Ketut Lama mengungkapkan, Crew Boat memiliki nilai strategis bagi PTK. Kapal ini dirancang untuk mendukung kebutuhan operasional perusahaan secara optimal, khususnya dalam menunjang aktivitas di lapangan yang menuntut keandalan, fleksibilitas, serta tingkat keselamatan yang tinggi.

“Semua pihak yang terlibat dalam proses pembangunan ini memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan energi nasional,” jelasnya.

Nantinya, Crew Boat 30 pax ditargetkan rampung pada 2027. Kapal ini akan digunakan sebagai transporter pekerja dari area pelabuhan (shorebase) ke anjungan lepas pantai. Dengan panjang lambung (hull) 27 meter, kapal ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan transfer kru secara optimal dan stabilitas manuver kala menghadapi ombak tinggi. Kapal akan memiliki total daya ~1.700 HP,  menjamin kecepatan operasional yang tinggi dan stabil dalam cuaca buruk.

Baca Juga  Oprasional Berkelanjutan Pelindo Group Tanjung Emas Berbuah PROPER Hijau

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Tanjung Pakis Capt Subuh Fakkurochman mengungkapkan, acara keel laying ini bukan sekedar seremoni pembangunan kapal,  melainkan menjadi tonggak penting dalam siklus industri maritim. Ini menandai sinergi stakeholder di industri ini dalam mendukung konektivitas, operasional dan keselamatan di sektor pelayaran.

“Kami mengapresiasi komitmen PTK dan Tri Ratna Diesel Indonesia yang terus mendorong penggunaan galangan kapal dalam negeri. Hal ini sejalan dengan semangat kemandirian industri maritim nasional, serta peningkatan kapasitas dan daya saing galangan kapal Indonesia,” tuturnya.

Capt. Subuh juga mengingatkan, pekerjaan itu harus tetap betpegang pada standar yang baku yang telah berlaku itu untuk menjamin kelaiklautan, keamanan, dan keselamatan pelayaran. Hal ini diatur ketat oleh pemerintah melalui Kementerian Perhubungan.

Poin standar yang dimaksud, yaitu:

1. Standar Klasifikasi Nasional (BKI),

2. Regulasi Pemerintah (Kemenhub),

3. Standar Internasional (IMO)

4. Tahap pembangunan yang berstandar

“Mewakili pemerintah, kami komitmen memberikan percepatan percepatan terkait proses administrasi karena kita sudah bertransformasi menjadi satu lembaga harus dapat memberikan yang lebih dan tepat waktu,” tambahnya.

Senada, Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Anita Puji Utami, mengapresiasi dukungan PTK terhadap galangan kapal dalam negeri.

“Kami berharap, PTK tetap berkomitmen membangun kapal di dalam negeri, sehingga galangan kapal di dalam negeri tetap eksis dan dapat menjadi pilihan utama dari seluruh perusahaan pelayaran di Indonesia,” pungkasnya. (RG)