Home » Umum » Perhubungan » Tim BKKP Perhubungan Lakukan Visitasi RS Marina Permata Batulicin
Tim BKKP Perhubungan Laut saat melakukan visitasi di RS Marina Permata Batulicin, Kamis (5/11/2020).

Tim BKKP Perhubungan Lakukan Visitasi RS Marina Permata Batulicin

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

BATULICIN – Balai Kesehatan Kerja Pelayaran (BKKP) lakukan Visitasi di RS Marina Permata Batulicin sebagai tahap lanjutan persyaratan untuk mendapat legalitas sebagai penyelenggara pemeriksaan kesehatan atau medical check up (MCU) bagi kru kapal yang berada di wilayah kerja kantor KSOP Kelas III Kotabaru-Batulicin (KB-BL).

Tim BKKP Perhubungan Laut bersama pihak RS Marina Permata di dampingi KSOP KBBL sesaat setelah visitasi, Kamis (5/11/2020).

Tim Visitasi BKKP Perhubungan Laut, dr. Alfian Husin, MARS mengatakan, dalam rangka menindaklanjuti penilaian terhadap rumah sakit penyelenggara pemeriksa kesehatan pelaut, pihaknya melakukan visitasi RS Marina Permata agar mereka bisa mendapatkan ijin untuk melakukan medical check up bagi pelaut karena salah satu dokumen yang dibawa setiap pelaut tatkala hendak naik kapal adalah sertifikat kesehatan yang dikeluarkan Perhubungan Laut. Mereka untuk mendapoatkan approval itu harus dilakukan oleh rumah sakit yang telah ditunjuk oleh perhubungan sehingga kedatangan kami di RS Marina Permata ini untuk lakukan visitasi agar rumah sakit itu bisa mendapat legitimasi.

“Kami melihat kelengkapan data dokumen serta sara-prasarana medis dan SDMnya yang ada untuk dilaporkan ke pusat sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan keputusan ijin bagi rumah sakit tersebut,” katanya, Kamis (5/11/20200 malam.

Dalam kegiatan visitasi yang kami lakukan, Alfian menyebut RS Marina Permata sudah memenuhi syarat, dan selanjutnya hasilnya akan dibawa ke Jakarta sebagai laporan kepada kepala balai yang selanjutnya akan disampaikan ke pusat untuk mendapatkan approval dari Perhubungan Laut.

“Dari teknisnya sudah memenuhi cuma untuk legalitasnya ini masih berproses di pusat,” jelasnya.

Cuma, Alfian menambahkan, untuk mereka melakukan oprasi masih ada tambahan edisional lagi terhadap para SDM dokternya untuk mengikuti diklat kopetensi yang diadakan oleh perhubungan terhadap materi-materi yang berhubungan kesehatan pelaut itu sendiri. Seperti penyakit dalam, THT, kesehatan kerja dan lain sebagainya.

“Kebetulan pertegahan Nopember 2020 ada diklat kopetensi, ini suatu keberuntungan bagi RS Marina Permata setelah dilakukan visitasi bisa juga nanti para dokternya mengikuti diklat kopetensi,” imbuhnya.

Bagi keberadaan SDM dokter yang harus dimiliki sebuah rumah sakit sebagai penyelenggara MCU bagi pelaut bukan berapa banyak jumlahnya tetapi pos-pos yang dibutuhkan itu harus dimiliki.

“Kebetulan RS Marina Permata sudah memiliki dokter di pos-pos yang dibutuhkan seperti dokter penyakit dalam, dokter THT, dokter mata semua itu mereka sudah memiliki,” tandas Alfian.

Ditempat yang sama, Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kotabaru-Batulicin, Capt. M. Hermawan, S.Sit, M.M, Mmar mengatakan, daerah kerjanya selama ini belum ada rumah sakit yang mendapat approval untuk dapat menyelenggarakan medical check up (MCU) bagi para pelaut sehingga ubtuk kebutuhan itu harus dilakukan di Banjarmasin sehingga sedikit banyak akan memberatkan mereka. Untuk itu, kita mendorong pihak RS Marina Permata mengambil kesempatan yang dibuka Kementerian Perhubungan sebagai rumah sakit yang di tunjuk pemerintah penyelenggara layanan MCU para pelaut.

“Selama ini pelaut yang membutuhkan MCU kesehatan melakukan di Banjarmasin yang notabene tempatnya cukup memakan waktu dan biaya sekitar 3 hari PP kalau lewat darat dari Batulicin. Sehingga, dengan adanya rumah sakit atau klinik di Batulicin dapat melakukan pemeriksaan itu maka tentunya sanggat membantu bagi pelaut,” katanya.

Perlunya pelayanan kesehatan di Batulicin, lanjut Hermawan, karena jumlah kunjungan kapal yang masuk cukup tinggi, bahkan dalam satu bulan bisa mencapai 150 kapal. Apabila ada pergantian kru untuk pembuatan buku pelaut online perlu waktu yang singkat dilakukan Medical check up sehingga kapal juga dapat cepat layar.

“Pemeriksaan kesehatan ini dibutuhkan pelaut manakala akan membuat buku pelaut baru, joint di kapal. Jadi kalau ada rumah sakit atau klinik yang bisa melayani di Batulicin sendiri itu akan mempersingkat waktu on-off pelaut tentu akan sangat membantu mereka,” tandas Hermawan.

Sedang keberadaan rumah sakit yang bisa memadahi untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan yang dimaksud baru bisa diwakili RS Marina Permata.

“Ini rumah sakit swasta yang bisa memenuhi kriteria layanan kesehatan sesuai dengan yang dimaksud Hubla,” jelas Hermawan.

Harapan kita hingga akhir tahun ini dapat clear dan tahun depan menjadi kado terindah wilayah kita sudah mempunyai rumah sakit penyelenggara MCU bagi para pelaut.

“Semoga tahun depan RS Marina Permata menjadi kado bagi pelaut kita yang sedang berada di wilayah kerja KSOP KB-BL dan sekitar,” ucap Hermawan.

Sementara itu, dr.Muhammad Haidir Armansyah PIC Marketing & Humas RS. Marina Permata Tanah Bumbu mengatakan, peluang sebagai pusat pelayanan kesehatan bagi pelaut khususnya secara bisnis sangat menjanjikan dengan jumlah kunjungan kapal perbulannya untuk wilayah Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru cukup besar sehingga menarik kita untuk mencalonkan diri sesuai dengan standar yang ditentukan dengan harapan kita bisa sebagai satu-satunya rumah sakit yang ditunjuk pemerintah melayani kebutuhan pelaut di Tanah Bumbu.

“Secara sosialnya akan memberi kemudahan bagi masyarakat khususnya pelaut yang akan melakukan Medical check up sesuai kebutuhan, seperti untuk sertifikasi buku pelaut. Dengan adanya RS Marina tentu akan sangat mempermudah,” ujarnya.

Untuk itu, Haidir mengaku, dengan hadirnya tim visitasi dari BKKP datang ke RS Marina Permata yang secara langsung melihat kesiapan kita baik peralatan maupun sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki, kami berharap akan dipercaya sebagai satu-satunya rumah sakit di Tanah Bumbu sebagai pihak yang ditunjuk perhubungan laut untuk menyelenggarakan pereiksaan kesehatan bagi pelaut.

“Setelah sebelumnya secara administrasi dilakukan seleksi maka, tahap visitasi ini sebagai lanjutan yang nantinya akan diputuskan pusat memberi legalitasnya kepada RS Marina Permata, hal itu menjadi harapan kami dengan hasil yang positif,” pungkasnya. (RG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Perairan Batu Berhenti Batam Makan Korban Lagi

Share this...FacebookTwitterBATAM – Kandasnya kapal ...