Home » Umum » Perhubungan » Dharma Jala Praja Tama Solidkan Insan KPLP
Kepala Pangkalan PLP Tanjung Perak, Mulyadi, SH, MH saat poting tumpeng HUT KPLP di pelataran kantor PLP, Sabtu (30/1/2021).

Dharma Jala Praja Tama Solidkan Insan KPLP

Sebarkan

titikomapost.com, SURABAYA – Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai  (PLP) Tanjung Perak menarik sementara anggotanya yang tergabung dalam Tim SAR pencarian korban tenggelamnya tug boat TB Mitra Jaya XIX di Bouy 3 perairan Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS). Pasalnya, pasukan yang tergabung dalam matra KPLP itu ingin bersama-sama rekannya sejawat lakukan apel peringatan Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) yang genap berusia 48 Tahun sebagai wujud memegang teguh profesionalisme KPLP dengan tekad semboyan Dharma Jala Praja Tama.

“Kami adakan apel untuk memperingati HUT KPLP ke 48 yang jatuh pada setiap tanggal 30 Januari setiap tahun,” kata Kepala Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Perak, Mulyadi, SH, MH, Sabtu (30/1/2021).

Pelaksanaan apel peringatan HUT KPLP ini, lanjut Mulyadi, diperkenankan dilangsungkan oleh Ditjen Perhubungan Laut dilingkungan masing-masing bersama jajarannya.

“Memang rencananya HUT KPLP seyogyanya dilakukan secara nasional di Tanjung Perak namun karena masih dalam masa PPKM maka pelaksanaannya ada penundaan. Tapi kami pangkalan tetap masing-masing menggelar apel sekaligus simbolis ada tumpeng sebagai wujud syukur,” terang Mulyadi.

Ditempat yang berbeda, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, R. Agus H Purnomo yang  mengatakan, di hari ulang tahunnya ke 48, KPLP mengusung tema “Komitmen Pelayanan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai dalam Rangka Peningkatan Keselamatan dan Keamanan Pelayaran serta Perlindungan Kemaritiman”. Oleh karena itu, di usianya yang hampir setengah abad ini, Dirjen Agus mengatakan peran dan pengabdian KPLP cukup besar khususnya di bidang keamanan dan keselamatan pelayaran.

“Sejarah mencatat KPLP berdiri pada tanggal 30 Januari 1973 dan kini telah memasuki usia 48 tahun. Saya sampaikan kebanggaan dan terima kasih saya kepada seluruh insan KPLP, yang telah bekerja dengan sepenuh hati dalam menjalankan tugas. Saya percaya, seluruh insan KPLP terus menjunjung tinggi semboyan Dharma Jala Prajatama. Semboyan yang menjadi pedoman kita untuk selalu berusaha menjalankan pengabdian yang terbaik bagi bangsa dan negara,” tutur Dirjen Agus di Jakarta pada waktu yang sama.

Dirjen Agus berharap, KPLP dapat terus mendorong dan menjadi bagian dalam terwujudnya Indonesia sebagai poros maritim dunia dengan cara memastikan keselamatan dan keamanan serta melaksanakan penegakan hukum di laut dan perlindungan lingkungan maritim di wilayah perairan Indonesia.

“Tanamkan di hati supaya kita selalu menjalankan pengabdian yang terbaik bagi bangsa dan negara dan terus bekerja dengan hati,” ujarnya.

Giat tim KPLP dalam SAR gabungan pencarian ABK TB Makmur Jaya XI

Sedang, Ahmad juga meminta seluruh jajaran KPLP untuk berhati-hati saat melakukan patroli di laut dan senantiasa mengedepankan komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan berpegangan pada aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kita bukan lagi di jaman yang mempertontonkan egoisme sektoral dan menebarkan ketakutan bagi para pengguna atau pelintas di perairan Indonesia. Kedepankan komunikasi, koordinasi dengan pihak terkait dan tunjukan kepada dunia kalau perairan Indonesia aman dan nyaman untuk dilintasi,” ujar Ahmad.

Ia juga mengingatkan bahwa Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan merupakan Maritime Administration yang menjadi perwakilan Indonesia di Organisasi Maritim Dunia atau International Maritime Organization (IMO).

“Setiap petugas KPLP harus penuh kehati-hatian saat melaksanakan aksi patroli di laut, perhatikan aturan perundang-undangan yang berlaku. Utamakan komunikasi dan koordinasi,” tegas Ahmad.

Sementara, terkait penarikan sementara anggotanya yang terlibat di tim SAR gabungan pencarian korban tenggelamnya TB Mitra Jaya XIX akibat tabrakan dengan KM Tanto Bersinar, Mulyadi mengaku, penarikannya itu sifatnya senentara hanya untuk memenuhi kelengkapan apel HUT KPL yang kita selenggarakan.

“Tim SAR khusus kami kita tarik untuk mengikuti apel HUT KPLP. Tapi tetap kita siaga sebagai unsur pendukung dalam operasi sar gabungan,” jelasnya.

Memang dari hasil rapat setelah operasi hari ketujuh yang digelar di kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, kantor SAR kota Surabaya menyatakan akan memperpanjang durasi operasi pencarian korban hilang TB Mitra Jaya XIX diperpanjang selama tiga hari.

“Kami tetap siaga kok mas. Kita sifatnya pendukung,” pungkas Mulyadi. (RG)

 

Titikomapost.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Sebarkan
x

Check Also

Meski Tak Ada Mudik KSOP Tarakan Tetap Pastikan Kapal Penumpang Laik Dengan Uji Petik

Sebarkantitikomapost.com, TARAKAN – Pemerintah resmi ...