Bangun Chemistry, Wibi Bersama Anggota ALFI Jatim Kongkow

4
Ketua DPW ALFI/ILFA Jatim Sebastian Wibisono saat foto bersama dengan anggota selepas lakukan kongkow bincang santai terkait organisasi kedepan di Surabaya, Selasa (29/11/2022).

titikomapost.com, SURABAYA – Pasca terpilih dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) ALFI/ILFA ke 6 di Surabaya sepekan kemarin, Sebastian Wibisono melakukan konsolidasi dengan anggota di semua sektor logistik dua hari berturut-turut sebagai upaya menguatkan pembentukan struktur kepengurusan organisasi yang segera harus disampaikan kepada DPP guna dilakukan pengukuhan.

Gerak rangkul usulan anggota itu telah dimulai dalam forum santai dalam balutan kongkow kemarin bersama bidang logistik area udara di daerah Juanda Waru, Sidoarjo, dan dilanjutkan pada hari ini dengan anggota yang bergerak disektor laut dengan seruput secangkir kopi bertempat di salah satu Kafe jalan Tanjung Perak, Surabaya.

“Saya tidak mau single fighter, saya mau konsolidasi dengan anggota bisa berjalan terus tanpa batas waktu, intensitasnya bisa terus jika dikehendaki ketemuan tinggal atur waktu kita lakukan,” kata Ketua Baru DPW ALFI/ILFA, Sebastian Wibisono, Selasa ( 29/11/2022) petang.

Suasana berbincang-bincang santai berbagai persoalan organisasi dilakukan Ketua ALFI/ILFA Jatim. Sebastian Wibisono bersama anggota.

Kita menyadari, lanjut Wibisono, ditengah kesibukan masing-masing bisnis mereka, giat yang kita adakan ini mendapat respon yang serius dari anggota. Untuk itu, saya apresiasi atas kehadiran anggota pada sore ini.

“Saya mau membentuk kepengurusan dengan tupoksi dan tanggung jawab yang besar masing-masing bidang sehingga perlu banyak masukan dari anggota melalui bicang santai ini,” ungkapnya.

Terutama dalam waktu seminggu ini, saya melihat data base keanggotaan amburadul yang perlu penataan ulang agar mendaptkan jumlah anggota yang valid.

“Aspirasi dari anggota akan senantiasa dihargai secara cepat kita respon. Makanya, langkah awal kita akan memastikan kembali dari keanggotaan ALFI yang jumlahnya simpang siur,” tandas Wibisono.

Menurut Wibi sapaan akrab Sebastian Wibisono, anggota ALFI cukup banyak, dan kompleksitas permasalahannya pun bervariasi yang membutuhkan respon dari organisasi untuk bisa membantu pecahkan persoalannya.

“Semua itu harus step by step.Yang pasti yang kita kejar keabsahan kepengurusan harus jadi dulu karena itu mutlak. Moment ini bisa dibilang ketua bangun chemistry lah sama anggota,” imbuhnya.

Setelah itu, lanjut Wibi, setelah susunan itu terbentuk, selanjutnya kita akan membuat program kerja. Sebelum program dijalankan, akan melakukan audensi lintas lembaga atas kepengurusan ALFI/ILFA yang baru ini tentunya.

“Kami akan usulkan pada DPP bila memungkinkan disela persiapan Munas  ALFI/ILFA pada tanggal 14 mendatang dilakukan pengesahan DPW Jatim. Namun bila tidak bisa maka kita akan memanfaatkan pada Rapim plus, karena itu akan diselenggarakan pada awal Januari atau Februari 2023 paling telat, jadi sekalian Rapim plus sekalian pengukuhan,” terang Wibi.

Namun begitu, laki-laki perawakan tegap itu menegaskan bahwa tidak ingin berlama-lama menetapkan susunan kepengurusan DPW ALFI Jatim meski diberi toleransi waktu hingga sebulan kedepan setelah dirinya terpilih sebagai ketua.

“Hanya tetap, minggu depan kepengurusan DPW ALFI/ILFA Jatim yang baru akan saya kirim. Target minggu depan dikirim agar ada skepnya,” ungakap owner PT. PT. Continental Cargo Carrier Indotrans itu.

Sementara itu, melirik dari obrolan santai yang diwarnai aroma kopi yang dipesan para anggota yang hadir, terlontar ada masukan mulai dari organisasi agar diperkuat dengan bidang pembelaan hukum hingga memperkokoh hubungan dengan stakeholder terkait sebagai penopang core bisnis anggota ALFI Jawa Timur serta penataan ulang anggota.

“Saya lihat kompartemen di alfi tidak ada bidang hukum karena banyak persoalan anggota dilapangan bersinggungan dengan hukum. Kalau di alfi ada bidang hukum, mungkin persoalan dilapangan terkait dengan itu akan bisa dibantu kompartemen hukum organisasi,” usul Yondri.

“Kalau ditunjuk jadi bagian hukum, saya bersedia,” cetus Yondri meyakinkan yang telah pengalaman menyelesaikan masalah dilapangan persoalan anggota ALFI secara pribadi.

Sedang, penelusuran terhadap anggota sangat perlu dilakukan, menurut Hasan yang menyampaikan usulan agar organisasi mencari posisi anggota yang mati suri.

Bahkan, Asep minta agar peran aktif organisasi bisa menjembatani persoalan dengan instansi terkait.

Wibi pun seraya menjawab semua yang disampaikan anggota secara satu persatu yang intinya, dirinya mengingatkan semua itu dapat berjalan bila diamini dan didukung seluruh anggota.

“Kompartemen sudah ada tinggal ditata. Saya hanya minta dukungan dari seluruh anggota agar kompartemen bisa berjalan,” pungkasnya. (RG)

Titikomapost.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE