PAL Lakukan First Steel Cutting BMPP Pesanan PT Indonesia Power

71
Direktur PT PAL (Persero) Budiman Saleh (kanan) menyerahkan siluet BMPP kepada Direktur pengembangan dan Niaga milik PT Indonesia Power Adi Supriono, Rabu (26/2/2020).
Direktur PT PAL (Persero) Budiman Saleh (kanan) menyerahkan siluet BMPP kepada Direktur pengembangan dan Niaga milik PT Indonesia Power Adi Supriono, Rabu (26/2/2020).

SURABAYA – Proyek pembangunan Dual Fuel Barge Mounted Power Plant (BMPP) dikerjakan Divisi Kapal Niaga PT PAL Indonesia (Persero) memasuki tahapan first steel cutting yang seremoni dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Budiman Saleh bertempat di Bengkel Khusus Lambung, Rabu (26/2/2020).

Direktur Rekayasa Umum dan Pemeliharaan Perbaikan PT PAL Indonesia (Persero) Sutrisno
dalam sambutannya menyebutkan Proyek Dual Fuel BMPP merupakan pesanan dari PT Indonesia Power, dengan kontrak pengadaan Nomor 328.PC/061/IP/2019 yang telah ditandatangani pada 30 September 2019 dan efektif pada 23 Oktober 2019. Proyek BMPP tersebut memiliki kapasitas total 150 MW yang terdiri dari 2 unit Dual Fuel BMPP 60 MW yang akan ditempatkan di Kolaka, Sulawesi Tenggara dan 1 unit Dual Fuel BMPP 30 MW yang akan ditempatkan di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“First steel cuttin merupakan tradisi setiap pembangunan kapal atau alat terapung lainnya sebagai tanda dimulainya fabrikasi atau pembangunan yang ditandai dengan pemotongan plat pertama,” katanya.

Baca Juga  Garap Voyage Surabaya-Donggala-Balikpapan Bersama KM Dharma Kencana V, DLU Permudah Akses Logistik Ke IKN

Sutrisno menyatakan, Proyek tersebut merupakan bagian dari Program
Elektrifikasi Nasional 35.000 MW yang menjadi salah satu Program Kerja Presiden Joko Widodo. Seremoni yang menandai dibangunnya konstruksi Barge sebagai platform dari Dual Fuel BMPP nantinya. BMPP pesanan PT Indonesia Power ini merupakan pembangkit listrik mobile dengan Dual Fuel Engine yang diintegrasikan dengan konstruksi Barge. Dual Fuel BMPP ini didesain memenuhi persyaratan kekuatan struktur terhadap fatigue, stabilitas barge yang baik pada kondisi ditarik maupun ditambat dan kemampuan tambat yang baik sehingga dapat dioperasikan sesuai dengan performance yang direncanakan dan aman, pembangunan Dual Fuel BMPP ini tergolong dalam pekerjaan spesifik.

“Proyek ini direncanakan akan selesai yang ditandai dengan
commissioning on site pada Januari 2021,” terangnya..

Sedang, lanjut Sutrisno, Dual Fuel BMPP 60MW memiliki panjang 72 meter, lebar 27,4 meter, tinggi 6,5 meter dan sarat setinggi 4,7 meter serta ditunjang dengan 6 x Dual Fuel Engine 20V34DF. Sementara Dual Fuel BMPP 30 MW memiliki memiliki panjang 54 meter, lebar 27,4 meter, tinggi 6,5 meter dan sarat setinggi 4,7 meter serta ditunjang dengan 3 x Dual Fuel Engine 20V34DF. Dual Fuel BMPP memiliki dimensi yang compact dan sarat barge rendah yang cocok untuk daerah terpencil dan juga memiliki keunggulan fleksibilitas pengoperasian dengan bahan bakar yang berbeda.

Baca Juga  48 Armada Kapal Bawa DLU Melaju 48 Tahun Layani Masyarakat

“Dapat dioperasikan dengan mode BBM atau diesel atau modeGas tanpa perlu mematikan pembangkit dan tanpa kedip, memiliki Heat Rate dan Spesific Fuel Consumption (SFC) yang sangat efisien serta mampu dioperasikan secara terus-menerus tanpa docking repair selama 20 tahun, sehingga dapat memenuhi kebutuhan atau mengganti pembangkit terapung di beberapa wilayah Indonesia,” urainya.

Ditempat yang sama, Direktur Pengembangan dan Niaga PT Indonesia Power Adi
Supriono mengatakan bahwa penempatan Dual Fuel BMPP di wilayah Indonesia Timur tepatnya di Kolaka, Sulawesi Tenggara. Selain menjadi program nasional juga dikarenakan daerah tersebut memiliki potensi ekonomi yang tinggi serta secara geografis berdekatan dengan wilayah berpotensi rawan bencana.

“Dengan demikian, BMPP mampu mengatasi masalah listrik di daerah terpencil
utamanya pada saat terjadi bencana karena BMPP tersebut dapat dipindah dengan cepat,” akunya.

Hadir dalam acara first steel cutting pembangunan Dual Fuel Barge Mounted Power Plant (BMPP)  tersebut, Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Budiman Saleh, Direktur Rekayasa Umum dan Pemeliharaan Perbaikan PT PAL Indonesia (Persero) Sutrisno, Direktur Pengembangan dan Niaga PT Indonesia Power Adi Supriono, Representatif Klasifikasi (BKI dan ABS), Representatif Wartsila, Representatif Posco International Corporation. (RG)

Titikomapost.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE